Aman Dari Potensi Radiasi Berbahaya, Respons Bapeten Soal Meteor Jatuh di Cirebon

JawaPos.com–Masyarakat dihebohkan kabar meteor jatuh yang melintasi kawasan Cirebon, Minggu (5/10) malam. Meteor tersebut terdeteksi jatuh ke Laut Jawa.
Meskipun dilaporkan sempat menimbulkan ledakan dan getaran, material dari meteor tersebut aman dari resiko radiasi zat radioaktif. Pernyataan tersebut disampaikan Koordinator Komunikasi Publik Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Abdul Qohhar. Dia menegaskan belum ada rencana penerjunan tim dari Bapeten untuk memeriksa meteor yang jatuh tersebut.
"Berbeda ketika satelit yang terjatuh. Itupun dilihat dulu satelit apa," kata Abdul Qohhar saat dikonfirmasi pada Senin (6/10).
Ketika ada sampah angkasa berupa bekas satelit, ada kemungkinan dilakukan pemeriksaan radiasi. Apakah ada sisa-sisa radiasi yang berbahaya atau tidak.
Di bagian lain Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menuturkan, terkait dentuman yang diduga berasal dari meteor yang jatuh sensor seismik BMKG dengan Kode ACJM yang berlokasi di Atanajapura Cirebon mencatat adanya event getaran yang signifikan terjadi pada Minggu pukul 18.39 WIB.
"Kalau penyebab getaran, masih belum diketahui pasti. Kalau untuk meteor kewenangan bukan di BMKG," papar Daryono.
Yang pasti, dari sejumlah laporan warga terdengar ledakan lantas banyak warga melihat adanya bola api jatuh dari langit.
"Banyak yang merekam kejadian ini, namun semua perlu pendalaman," ujar Daryono.
Sementara itu guru besar riset dan ahli astronomi BRIN Thomas Djamaluddin menyampaikan analisis soal jatuhnya meteor tersebut. Dia menceritakan pada 5 Oktober sekitar pukul 18.30 WIB terdengar dentuman di Cirebon.
"Dentuman itu terdengar di Cirebon dan Kuningan," kata Thomas Djamaluddin.
Dia lantas menerima data dari sensor ACJM dari BMKG Cirebon (ACJM) yang mengindikasikan adanya getaran pukul 18.39.12 WIB dengan azimut 221. Selain itu ada yg membagikan CCTV objek seperti meteor dengan catatan waktu 18.35 WIB.
Dalam video yang beredar, benda yang jatuh identik dengan meteor. Thomas menyimpulkan benda yang jatuh itu memang benar meteor.
"Meteornya cukup besar yang melintas memasuki wilayah Kuningan dan Cirebon dari arah barat daya sekitar pk 18.35 - 18.39 WIB," jelas Thomas Djamaluddin.
Thomas mengatakan, ketika meteor itu memasuki atmosfer yang lebih rendah, menimbulkan gelombang kejut. Yaitu berupa suara dentuman dan terdeteksi oleh BMKG Cirebon pada pukul 18.39.12 WIB.
Thomas mengatakan, meteor tersebut jatuh di laut Jawa. Sehingga tidak benar soal video yang mengkaitkan kebakaran area terbuka di dekat tol dengan meteor tersebut, seperti yang beredar di media sosial.




