Polresta Cirebon Selidiki Dugaan Penculikan Anak yang Viral di Medsos

JawaPos.com–Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon menyelidiki kasus dugaan penculikan anak di Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. Kasus itu sempat viral di media sosial (medsos) dan terduga pelaku nyaris menjadi sasaran kemarahan warga setempat.
Kepala Satreskrim Polresta Cirebon AKP I Putu Ika Prabawa mengatakan, penyelidikan terhadap kasus ini dilakukan setelah pihaknya menerima laporan masyarakat terkait peristiwa yang terjadi pada Senin (25/8).
Dia menyampaikan, seorang pria berinisial S, 52, warga Kecamatan Susukan kini diamankan petugas setelah diduga membawa seorang anak yang sebelumnya bermain di depan rumah. Saat itu, orang tua korban sempat panik setelah tidak menemukan keberadaan anaknya.
”Kami sudah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti, termasuk rekaman CCTV, untuk memastikan apakah kasus ini benar mengandung unsur tindak pidana penculikan,” kata I Putu Ika Prabawa seperti dilansir dari Antara.
Dia menyebutkan dari hasil penelusuran CCTV, korban terlihat bersama S saat mengendarai sepeda. Menurut Kasatreskrim, informasi itu kemudian mengarahkan orang tua korban bersama warga menuju rumah S dan di lokasi tersebut korban ditemukan lalu dibawa pulang keluarganya.
Dia menjelaskan, kabar dugaan penculikan itu, sangat cepat menyebar di lingkungan sekitar dan membuat warga emosi. Bahkan, massa sempat mendatangi lagi rumah terduga pelaku dan melempari kediaman S dengan batu hingga menimbulkan kerusakan pada bangunan tersebut.
”Pada saat pengamanan, sejumlah anggota Polresta Cirebon mengalami luka akibat terkena lemparan benda keras dari massa,” ujar I Putu Ika Prabawa.
Dia memastikan sejauh ini belum ada bukti yang menunjukkan terjadinya tindak pidana penculikan, tetapi penyelidikan terhadap peristiwa tersebut tetap berjalan untuk memperkuat keterangan saksi maupun barang bukti.
Sementara itu Kapolresta Cirebon Kombespol Sumarni mengatakan, berdasar keterangan awal, S mengaku menemukan korban sedang sendirian di pinggir jalan. Karena khawatir membahayakan keselamatan, terduga pelaku membawa anak itu bersamanya.
Dia menyampaikan S kemudian mengajak korban berziarah ke makam ibunya, sebelum dibawa ke rumah terduga pelaku.
”Di rumah, anak tersebut dimandikan, diberi pakaian cucunya, dibuatkan makanan, serta sempat bermain dengan anak-anak di sekitar tempat tinggal S,” tutur Sumarni.
Selain itu, Kapolresta menyebutkan terduga pelaku sempat meminta bantuan pemilik warung di lingkungannya untuk mengunggah foto anak itu ke medsos agar bisa diketahui orang tuanya.
”Tidak lama setelah unggahan tersebut beredar, orang tua korban mendatangi rumah S dan menjemput anaknya. Namun sesampainya di rumah, korban mengeluh sakit di bagian perut sehingga disarankan untuk dibawa ke rumah sakit,” ucap Sumarni.
Sumarni menambahkan saat ini, polisi telah melakukan visum terhadap korban dan hasil sementara tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Meski demikian, pemeriksaan lanjutan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi anak.
”Kami sudah mengamankan terduga pelaku, agar terhindar dari amuk massa,” beber Sumarni.






