Minggu, 19 Juli 2026
Logo

Dinkes Cirebon Tangani 789 Pasien DBD hingga Agustus 2025

Jumat, 15 Ags 2025 | 14:10 WIB
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni. (Fathnur Rohman/Antara)
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon menangani sebanyak 789 warga yang terjangkit demam berdarah dengue (DBD) sejak awal Januari hingga Agustus 2025. Dua pasien dilaporkan meninggal dunia.


Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni mengatakan, jumlah kasus tersebut lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1.833 kasus.

”Data terbaru sampai Agustus 2025 ini ada 789 pasien DBD yang dilaporkan, dua di antaranya meninggal. Tahun lalu pada minggu yang sama jumlahnya 1.833 kasus,” ujar Eni Suhaeniseperti dilansir dari Antara.

Dia mengatakan seluruh pasien tersebut telah menjalani perawatan di rumah sakit umum daerah (RSUD) maupun fasilitas kesehatan lainnya. Pihaknya mengintensifkan langkah pencegahan dan pengendalian, salah satunya dengan menggelar gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serentak di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon pada Kamis (14/8).

Bupati Cirebon, kata dia, telah menerbitkan surat edaran sejak Maret 2025 tentang kewaspadaan kejadian luar biasa (KLB) DBD. Pada bulan ini, bupati kembali mengeluarkan edaran untuk mengajak warga melakukan PSN secara masif.

Menurut Eni, sebagian masyarakat masih menganggap fogging sebagai langkah utama menekan kasus DBD. Padahal metode tersebut hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik tetap hidup.

”Langkah paling efektif adalah PSN yang dilakukan bersama-sama. Membersihkan lingkungan dan menutup tempat penampungan air akan memutus siklus hidup nyamuk,” ujar Eni Suhaeni.

Dia mengatakan kegiatan PSN serentak akan melibatkan seluruh puskesmas, camat, kepala desa, dan masyarakat. Pencegahan DBD, harus dilakukan secara kolektif oleh seluruh lapisan masyarakat, mengingat pola penularan penyakit tersebut cukup cepat di momen peralihan musim.

”Kalau hanya sebagian yang bergerak, mata rantai penularan tidak akan putus. PSN harus serentak,” terang Eni Suhaeni.

Dia berharap PSN serentak dapat memperkuat tren penurunan kasus DBD, sekaligus membangun kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

”Kalau lingkungan bersih, risiko DBD bisa ditekan. Pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati,” kata Eni.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Pemkab Cirebon Perkuat Deteksi Dini untuk Cegah KLB Penyakit

Pemkab Cirebon Perkuat Deteksi Dini untuk Cegah KLB Penyakit

Pemkab Cirebon perkuat sistem deteksi dini penyakit dengan mengoptimalkan peran puskesmas dan kader kesehatan guna mencegah potensi wabah maupun lonjakan kasus menjadi Kejadian Luar Biasa

Bapperida Cirebon Kaji Solusi Dampak Iklim pada Sekolah Pesisir

Bapperida Cirebon Kaji Solusi Dampak Iklim pada Sekolah Pesisir

Bapperida Kabupaten Cirebon mengkaji sejumlah solusi untuk mengurangi dampak perubahan iklim terhadap layanan pendidikan di sekolah-sekolah pesisir

Pemkab Cirebon Sebut TPS 3R Ciawigajah Mampu Serap Tenaga Kerja

Pemkab Cirebon Sebut TPS 3R Ciawigajah Mampu Serap Tenaga Kerja

Pemkab Cirebon menyebut Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Ciawigajah Berkah di Kecamatan Beber mampu menyerap tenaga kerja lokal melalui pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia