Minggu, 19 Juli 2026
Logo

Distan Cirebon Catat Produksi Padi Menurun pada MT Pertama 2025

Jumat, 25 Jul 2025 | 10:32 WIB
Kepala Distan Cirebon Deni Nurcahya. (Fathnur Rohman/Antara)
Kepala Distan Cirebon Deni Nurcahya. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon mencatat produksi padi selama masa tanam (MT) pertama pada 2025 mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Padahal harga jual gabah saat ini sedang tinggi.


Kepala Distan Cirebon Deni Nurcahya mengatakan, produksi gabah kering giling (GKG) pada MT pertama tahun ini sebanyak 271.558 ton dari luas panen 43.905 hektare. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2024.

”Pada MT pertama 2024, produksi kami tercatat 285.465 ton GKG dengan luas panen 46.158 hektare. Jadi ada penurunan baik dari sisi luas maupun volume,” kata Deni Nurcahya seperti dilansir dari Antara.

Dia menjelaskan penurunan produksi juga terlihat di wilayah sentra seperti Kecamatan Gegesik, yang pada MT pertama 2025 hanya menghasilkan 23.985 ton GKG. Adapun pada MT pertama 2024, kata dia, Kecamatan Gegesik mampu memproduksi sebanyak 30.504 ton GKG, sehingga terjadi penurunan sekitar 6.500 ton atau lebih dari 20 persen.

”Penurunan ini disebabkan beberapa faktor, seperti cuaca yang tidak menentu, serangan hama, dan gangguan lainnya menjelang masa panen,” ujar Deni Nurcahya.

Menurut dia, temuan di lapangan menunjukkan sebagian kecil petani mengalami penurunan produksi hingga 50 persen, namun secara keseluruhan hanya beberapa titik yang terdampak parah.

”Rata-rata penurunan yang terjadi sekitar 30 persen dibanding MT pertama tahun lalu. Hanya sebagian kecil yang hasil panennya turun setengah,” ungkap Deni Nurcahya.

Dia mengatakan hasil tersebut diperoleh usai Distan bersama Kementerian Pertanian, melakukan kunjungan lapangan dan meninjau kondisi panen secara langsung.

”Dari hasil dialog dan observasi, dugaan sementara ada serangan hama yang belum terdeteksi dengan cepat, selain itu tikus juga turut mempengaruhi,” kata Deni Nurcahya.

Dia menyebutkan beberapa tanaman padi yang mestinya merunduk menjelang panen justru kembali tegak, dan hal itu menandakan adanya gangguan pertumbuhan. Meski demikian, kenaikan harga gabah dari Rp 5 ribu menjadi Rp 8 ribu per kilogram tahun ini dinilai mampu menutupi sebagian kerugian petani akibat penurunan produksi.

”Kondisi ini tetap menjadi perhatian kami, dan kami akan memperkuat pelatihan bagi petani serta peningkatan deteksi dini terhadap serangan hama di musim tanam selanjutnya,” ucap Deni Nurcahya.


Artikel Terkait

Pemkab Cirebon Perkuat Deteksi Dini untuk Cegah KLB Penyakit

Pemkab Cirebon Perkuat Deteksi Dini untuk Cegah KLB Penyakit

Pemkab Cirebon perkuat sistem deteksi dini penyakit dengan mengoptimalkan peran puskesmas dan kader kesehatan guna mencegah potensi wabah maupun lonjakan kasus menjadi Kejadian Luar Biasa

Bapperida Cirebon Kaji Solusi Dampak Iklim pada Sekolah Pesisir

Bapperida Cirebon Kaji Solusi Dampak Iklim pada Sekolah Pesisir

Bapperida Kabupaten Cirebon mengkaji sejumlah solusi untuk mengurangi dampak perubahan iklim terhadap layanan pendidikan di sekolah-sekolah pesisir

Pemkab Cirebon Sebut TPS 3R Ciawigajah Mampu Serap Tenaga Kerja

Pemkab Cirebon Sebut TPS 3R Ciawigajah Mampu Serap Tenaga Kerja

Pemkab Cirebon menyebut Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Ciawigajah Berkah di Kecamatan Beber mampu menyerap tenaga kerja lokal melalui pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia