Selasa, 21 Juli 2026
Logo

Pemkot Cirebon Gencarkan Program GPM Jaga Keterjangkauan Pangan

Kamis, 24 Jul 2025 | 09:27 WIB
Warga membeli beras SPHP pada kegiatan GPM di Kelurahan Kalijaga, Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
Warga membeli beras SPHP pada kegiatan GPM di Kelurahan Kalijaga, Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Pemerintah Kota Cirebon menggencarkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Hal itu sebagai langkah untuk menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok, khususnya beras.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon Elmi Masruroh mengatakan, GPM menjadi sarana intervensi pasar yang efektif. Terutama setelah pemerintah pusat kembali membuka penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

”Melalui GPM ini kami kembali salurkan beras SPHP sebanyak 10 ton, yang sebelumnya sempat tertunda penyalurannya,” kata Elmi seperti dilansir dari Antara di Cirebon.

Dia menuturkan, penyaluran beras SPHP, sebelumnya sempat dihentikan sementara sesuai arahan dari pemerintah pusat. Namun sejak Juli 2025, Bulog kembali diizinkan menyalurkan beras tersebut melalui berbagai kanal, termasuk pasar dan kegiatan GPM.

Menurut dia, langkah ini dinilai penting karena harga beras medium di pasaran mulai melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Berdasar pantauan DKP3, harga beras medium di beberapa titik pasar di Kota Cirebon sudah mencapai Rp 13.000 per kilogram atau di atas HET Rp 12.500.

”Dengan adanya SPHP yang dijual di bawah HET, daya beli masyarakat bisa tetap terjaga. Ini diharapkan turut menekan harga pasar,” ujar Elmi Masruroh.

Dia menilai pelaksanaan GPM menjadi instrumen yang efektif untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga. Sebab, menyasar langsung konsumen serta mempersingkat rantai distribusi bahan pokok.

Selain beras, lanjut Elmi, GPM yang digelar di Kelurahan Kalijaga tersebut juga menyediakan 11 komoditas lainnya seperti minyak goreng, telur, cabai, bawang, daging ayam, dan daging sapi dengan harga di bawah pasar.

”Contohnya, telur ayam kami jual Rp 25.000 per kilogram dan daging ayam Rp 27.000. Harga itu lebih murah dibanding pasar umum yang bisa mencapai Rp 30.000 per kilogram,” terang Elmi Masruroh.

Dia menyebutkan antusiasme masyarakat terhadap GPM sangat tinggi. Termasuk terhadap ketersediaan beras SPHP yang sebelumnya sempat ditunda penyalurannya.

”Banyak warga maupun pedagang yang menanyakan kapan SPHP tersedia kembali. Sekarang sudah bisa disalurkan lagi dan responnya sangat baik,” ujar Elmi Masruroh.

Pemkot Cirebon akan kembali menggelar GPM setidaknya satu kali pada Agustus 2025, sebagai upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Pemkot Sebut Pelabuhan Cirebon Dapat Lengkapi Peran Pelabuhan Patimban

Pemkot Sebut Pelabuhan Cirebon Dapat Lengkapi Peran Pelabuhan Patimban

Pemkot Cirebon menyebutkan, Pelabuhan Cirebon dapat melengkapi peran Pelabuhan Patimban dalam mendukung distribusi logistik dan perdagangan antarpulau

Pemkot Cirebon Catat 14.892 Investor Ajukan Rencana Investasi

Pemkot Cirebon Catat 14.892 Investor Ajukan Rencana Investasi

Pemkot Cirebon mencatat sebanyak 14.892 investor mengajukan rencana investasi dengan total nilai sekitar Rp 3,23 triliun sepanjang Januari-Juni 2026

Pemkot Cirebon Luncurkan Mol Pangling Bantu kendalikan Inflasi

Pemkot Cirebon Luncurkan Mol Pangling Bantu kendalikan Inflasi

Pemkot Cirebon luncurkan layanan Mobil Pangan Keliling (Mol Pangling) uuntuk membantu pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia