Pemkab Indramayu Sebut Budi Daya Rumput Laut Sebagai Potensi Ekonomi

JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Indramayu menyebut budi daya rumput laut di wilayah pesisir utara daerah itu memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi baru masyarakat, seiring meningkatnya produksi dan permintaan pasar.
Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan, pengembangan rumput laut telah menjadi tumpuan ekonomi bagi pembudi daya tambak. Terutama di Kecamatan Cantigi yang menjadi salah satu sentra budi daya komoditas tersebut.
”Rumput laut memiliki nilai ekonomi tinggi dan relatif mudah dibudidayakan. Sekali tebar bibit bisa panen berkali-kali dalam waktu singkat,” kata Lucky seperti dilansir dari Antara.
Dia menjelaskan, hingga 2024 luas lahan budi daya rumput laut di Kabupaten Indramayu telah mencapai 485 hektare. Total produksi mencapai 37.860,38 ton dalam setahun.
Menurut dia, sistem budi daya yang diterapkan juga dinilai efisien karena menggabungkan rumput laut dengan ikan bandeng dalam skema polikultur. Sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani tambak.
”Ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat pesisir,” ujar Lucky Hakim.
Lucky menuturkan pemerintah daerah saat ini terus mendorong penguatan rantai pasok, akses pasar, serta peningkatan sarana produksi agar hasil panen dapat dimaksimalkan dan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi.
Namun, dia juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan seperti keterbatasan bibit unggul, sarana pengeringan, mesin pengepres, serta minimnya gudang penyimpanan dan infrastruktur pendukung lain.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Rokhmin Dahuri menyampaikan potensi rumput laut di Indramayu sangat besar untuk menjadi lokomotif ekonomi pesisir. Itu juga bisa jadi contoh pengembangan sektor kelautan secara nasional.
Rokhmin menilai pengelolaan rumput laut secara optimal tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan petani, tetapi juga bisa membuka lapangan kerja baru dan memperkuat industri hilir berbasis kelautan.
”Kami akan mendorong dukungan kebijakan dan anggaran dari pemerintah pusat agar pengembangan rumput laut di Indramayu bisa berkelanjutan dan naik kelas,” ungkap Rokhmin Dahuri.




