Senin, 20 Juli 2026
Logo

Menko PM Muhaimin Iskandar Serap Aspirasi Nelayan dan Pekerja Rentan di Cirebon

Sabtu, 19 Jul 2025 | 18:43 WIB
Menko PM Muhaimin Iskandar berdialog dengan warga pesisir di Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
Menko PM Muhaimin Iskandar berdialog dengan warga pesisir di Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyerap aspirasi nelayan dan pekerja rentan di Kabupaten Cirebon. Terutama terkait kebutuhan bantuan jaminan sosial serta dukungan pemberdayaan ekonomi.


”Bantuan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Ketenagakerjaan itu penting, baik dari pemerintah maupun swasta. Kita dorong perusahaan-perusahaan juga ikut membantu,” kata Muhaimin seperti dilansir dari Antara.

Dia mengatakan, bagi warga yang tergolong mampu atau masuk sebagai pekerja informal, pemerintah mendorong agar mereka mengikuti program jaminan sosial secara mandiri dengan iuran terjangkau sebesar Rp 16.800 per bulan.

Selain itu, Muhaimin juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memberdayakan perempuan pesisir yang tidak melaut, melalui program pendampingan usaha dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Bank BRI. Program tersebut akan mencakup peningkatan kapasitas, pelatihan keterampilan, akses permodalan, hingga pemasaran produk usaha agar mereka dapat mandiri secara ekonomi.

”PNM dan BRI akan mendampingi perempuan-perempuan nelayan, mulai dari peningkatan skill sampai mereka bisa menghasilkan. Pendampingannya dilakukan sampai sukses,” tutur Muhaimin Iskandar.

Dalam kesempatan itu, Menko PM pun menyoroti kebutuhan pendidikan warga yang belum menyelesaikan jenjang formal, termasuk di kawasan pesisir Kabupaten Cirebon. Dia memastikan pemerintah sedang mengupayakan bantuan, agar masyarakat yang putus sekolah bisa mengikuti program paket C dan memperoleh ijazah setara SMA.

”Soal ijazah, kalau kapasitasnya masih paket C, akan saya usahakan supaya bisa dapat kiriman bantuan,” ucap Muhaimin Iskandar.

Lebih lanjut, Muhaimin mengaku telah menerima keluhan soal masalah gizi dan anemia yang dialami oleh sejumlah santri di pondok pesantren Cirebon. Masalah itu bisa diatasi dengan digulirkannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cirebon.

Dia memastikan program ini agar segera direalisasikan, setelah pembangunan dapur umum MBG di pesantren diselesaikan. Kebutuhan nutrisi yang cukup sangat penting untuk menunjang kesehatan anak-anak pesantren, terutama yang kekurangan vitamin.

 “Saya sangat bersyukur ada program MBG. Gizi santri masih rendah, jadi mari kita dukung program ini agar dapur-dapur segera terwujud,” ucap dia.


Artikel Terkait

Pemkab Cirebon Perkuat Deteksi Dini untuk Cegah KLB Penyakit

Pemkab Cirebon Perkuat Deteksi Dini untuk Cegah KLB Penyakit

Pemkab Cirebon perkuat sistem deteksi dini penyakit dengan mengoptimalkan peran puskesmas dan kader kesehatan guna mencegah potensi wabah maupun lonjakan kasus menjadi Kejadian Luar Biasa

Bapperida Cirebon Kaji Solusi Dampak Iklim pada Sekolah Pesisir

Bapperida Cirebon Kaji Solusi Dampak Iklim pada Sekolah Pesisir

Bapperida Kabupaten Cirebon mengkaji sejumlah solusi untuk mengurangi dampak perubahan iklim terhadap layanan pendidikan di sekolah-sekolah pesisir

Pemkab Cirebon Sebut TPS 3R Ciawigajah Mampu Serap Tenaga Kerja

Pemkab Cirebon Sebut TPS 3R Ciawigajah Mampu Serap Tenaga Kerja

Pemkab Cirebon menyebut Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Ciawigajah Berkah di Kecamatan Beber mampu menyerap tenaga kerja lokal melalui pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia