JawaPos.com - Mengunjungi tempat wisata menjadi salah satu aktivitas yang tak pernah absen dari daftar liburan banyak orang. Menyaksikan keanekaragaman budaya dan sejarah di suatu destinasi dipercaya mampu mengusir penat dari rutinitas harian. Jika Anda mulai bosan berwisata ke tempat yang itu-itu saja, tidak ada salahnya mencoba datang ke Cirebon, tepatnya ke Keraton Kasepuhan.
Keraton ini merupakan salah satu dari sekian banyak keraton yang ada di Cirebon, namun bisa dibilang Keraton Kasepuhan adalah yang terbesar dan terluas. Sebagai keraton utama di kota yang dijuluki Kota Wali ini, Keraton Kasepuhan menyimpan segudang sejarah dan peninggalan budaya yang menarik untuk dieksplorasi.
Dilanisr dari YouTube ITripId, Keraton Kasepuhan mulai dibangun pada abad ke-15 dan awalnya dikenal dengan nama Keraton Pakungwati, yang diambil dari nama istri Sunan Gunung Jati, salah satu Wali Songo penyebar Islam di Nusantara. Seiring berjalannya waktu, keraton ini menjadi pusat pemerintahan sekaligus simbol kejayaan Islam di Cirebon.
Di dalam kompleks keraton, pengunjung dapat menjumpai berbagai peninggalan sejarah yang tertata rapi. Bangunan-bangunan kuno yang masih terawat serta benda-benda pusaka peninggalan ratusan tahun menjadi daya tarik utama. Oleh karena itu, berwisata ke Keraton Kasepuhan bukan hanya sekadar jalan-jalan, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang bermanfaat, terlebih jika mengajak anak-anak.
Daya tarik Keraton Kasepuhan tak hanya memikat wisatawan lokal, tetapi juga turis mancanegara. Banyak dari mereka datang untuk mengenal lebih jauh sejarah penyebaran Islam dan budaya lokal Cirebon. Di dalam kompleks keraton, pengunjung bisa bebas berkeliling menyusuri bangunan-bangunan klasik yang memiliki nilai sejarah tinggi. Anda juga bisa berswafoto dengan latar belakang arsitektur kuno yang megah.
Selain itu, terdapat ribuan artefak dan benda pusaka yang menjadi bukti kejayaan masa lalu, termasuk peninggalan Sunan Gunung Jati. Menariknya, pengaruh budaya dan agama tidak hanya dari Islam saja, tetapi juga tercermin dari keberadaan ornamen dan furnitur bergaya Tionghoa, seperti penggunaan keramik asli China. Salah satu ikon paling menarik adalah Kereta Kencana Singa Barong, yang menjadi simbol akulturasi budaya di masa itu.
Lokasi Keraton Kasepuhan sangat mudah dijangkau, baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum seperti bus atau kereta. Keraton ini terletak di Jalan Kasepuhan No. 43, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat. Fasilitas yang tersedia di Keraton Kasepuhan pun cukup lengkap. Pengunjung dapat menemukan musala, kamar mandi, dan area parkir yang memadai di sekitar kompleks wisata.
Selain itu, berbagai bangunan menarik seperti Museum Benda Kuno, Taman Dewandaru, dan Siti Inggil turut melengkapi pengalaman berwisata Anda. Di beberapa sudut, juga tersedia tempat duduk untuk beristirahat, sehingga pengunjung bisa bersantai sambil menikmati suasana khas keraton.
Salah satu spot unik di Keraton Kasepuhan adalah Sumur Agung Kasepuhan, yang dipercaya memiliki keistimewaan. Tak sedikit pengunjung yang datang hanya untuk mengambil air dari sumur ini, baik untuk mencuci muka maupun sekadar menyegarkan diri.
Melalui kunjungan ke Keraton Kasepuhan, wisatawan tidak hanya disuguhkan dengan bangunan bersejarah, tetapi juga bisa menambah wawasan dan pengetahuan tentang sejarah, budaya, serta nilai spiritual yang terkandung di dalamnya. Datang bersama keluarga atau rekan tentu akan menambah keseruan dan kenangan tak terlupakan saat menjelajahi Keraton terluas di Cirebon ini.
Editor : Candra Mega Sari