Dilansir dari YouTube Ahli Riwayat, di pintu masuk makam, kita dapat melihat sejumlah makam wali yang merupakan keturunan langsung dari Sunan Gunung Jati, termasuk Syekh Syarif Hidayatullah dan keluarga serta kerabatnya. Salah satu area penting adalah makam Pangeran Cakra Buana, yang dikenal sebagai Radenungsang, yang terletak dekat dengan makam Kanjeng Sinuhun.
Makam-makam yang ada di sekitar kawasan ini sangat khas dan memiliki nilai sejarah yang tinggi. Di antaranya, terdapat juga makam Syekh Maulana Datul Kahfi, guru besar dari Syekh Syarif Hidayatullah, yang di tempat ini banyak dikunjungi oleh masyarakat yang ingin mendoakan para aulia. Selain itu, makam ini juga menjadi tempat pertemuan para wali dan hadiah dari Prabu Siliwangi yang terhubung erat dengan sejarah penyebaran Islam di tanah Jawa.
Selain makam utama, terdapat pula beberapa makam keluarga besar dari Sunan Gunung Jati, termasuk makam Nyai Ratu Rarasantang, istri dari Kanjeng Sinuhun, dan makam Pangeran Walasungsang. Kawasan ini tidak hanya dikenal karena maknanya yang mendalam dalam agama, tetapi juga karena keindahan arsitekturnya. Banyak pengunjung yang datang untuk berziarah dan memperoleh berkah serta memanjatkan doa di depan makam para wali, dengan harapan mendapatkan barokah dari Allah.
Masjid Syarif Abdurrahman, yang juga terletak di kawasan ini, merupakan salah satu masjid yang megah dan sering menjadi tempat ibadah bagi masyarakat. Pada bulan suci Ramadan, masjid ini dipenuhi dengan umat yang datang untuk beribadah dan berdoa. Ziarah di kawasan makam ini memiliki keistimewaan tersendiri, karena pengunjung yang ingin masuk ke area makam utama harus memperoleh izin terlebih dahulu dari juru pelihara atau mujawir yang menjaga kawasan ini.
Selain itu, di sekitar makam terdapat banyak simbol dan nisan yang memiliki makna tersendiri, menunjukkan betapa pentingnya tempat ini bagi para pengikut dan keturunan Sunan Gunung Jati. Beberapa juru pelihara yang menjaga makam ini juga memberikan informasi dan penjelasan tentang sejarah dan makna dari setiap makam yang ada. Pintu masuk menuju makam utama membutuhkan waktu yang cukup lama, dan hanya dengan izin serta pemandu yang berpengalaman, pengunjung dapat masuk untuk berdoa di hadapan makam Kanjeng Sinuhun Syekh Syarif Hidayatullah.
Di balik pintu utama, kita dapat melihat makam-makam yang sangat sakral dan penuh dengan cerita sejarah. Di sinilah para wali dan aulia dari berbagai zaman dimakamkan, meninggalkan warisan spiritual yang mendalam bagi generasi penerus. Ziarah ke makam ini bukan hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa dan penghormatan kepada para wali.
Keseluruhan area ini memiliki atmosfer yang penuh ketenangan, dan bagi mereka yang datang dengan niat tulus, tempat ini menawarkan kedamaian batin dan rasa syukur yang mendalam atas keberkahan yang diberikan oleh Allah melalui para wali-Nya. Makam Keramat Sunan Gunung Jati, dengan segala kisah dan sejarahnya, tetap menjadi salah satu tujuan utama bagi umat yang ingin memperdalam keimanan dan mendapatkan berkah.
Editor : Candra Mega Sari