JawaPos.com - Menjelajahi Cirebon tak lengkap tanpa mencicipi kekayaan kulinernya. Di balik hiruk pikuk kota dan jejeran restoran modern, terselip sederet warung makan sederhana yang menyajikan hidangan lezat dengan harga bersahabat. Tak hanya menjadi favorit warga lokal, warung-warung ini juga kerap direkomendasikan oleh wisatawan sebagai tempat makan enak tanpa perlu merogoh kocek dalam.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa warung makan murah di Cirebon yang patut Anda kunjungi.
1. Nasi Jamblang Ibu Nur
Terletak di Jl. Cangkring 2 No.34, Kejaksan, Nasi Jamblang Ibu Nur menyajikan nasi jamblang dengan berbagai pilihan lauk seperti rendang, perkedel, dan sambal goreng. Warung ini buka setiap hari pukul 07.00–21.00 WIB, dengan harga per porsi mulai dari Rp15.000.
2. Empal Gentong Haji Apud
Berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda No.24, Battembat, Empal Gentong Haji Apud menawarkan empal gentong dan empal asem yang kaya rempah. Tempat makan ini buka setiap hari pukul 09.00–21.00 WIB, dengan harga per porsi mulai dari Rp22.000.
3. Nasi Lengko Haji Barno
Terletak di Jl. Pagongan No.15B, Kejaksan, Nasi Lengko Haji Barno menyajikan nasi lengko dengan lauk seperti tempe, tahu, tauge, dan kucai, disiram saus kacang khas. Warung ini buka setiap hari pukul 06.00–21.00 WIB, dengan harga per porsi mulai dari Rp15.000.
4. Bubur M Toha
Berlokasi di Jl. Moh. Toha, Kejaksan, Bubur M Toha menawarkan berbagai menu bubur seperti bubur ayam, bubur ketan hitam, dan bubur kacang hijau. Tempat ini buka Selasa–Minggu, 00.01–24.00 WIB (Senin tutup), dengan harga per porsi mulai dari Rp7.000.
5. Warung Sego Bude
Terletak di Jl. Sisingamangaraja, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Warung Sego Bude menawarkan menu nasi dengan berbagai lauk sederhana namun lezat. Warung ini dikenal dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp4.000 per porsi.
Menikmati kuliner khas Cirebon tidak harus mahal. Warung-warung di atas menawarkan cita rasa autentik dengan harga yang bersahabat, cocok bagi Anda yang ingin berwisata kuliner tanpa khawatir menguras dompet. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah