Keraton Kaprabonan ini merupakan salah satu keraton pecahan dari Keraton Kasepuhan Cirebon dan berkaitan erat dengan Keraton Kanoman. Dilansir dari batiqa.com, Keraton Kaprabonan didirikan oleh seorang pangeran yang berasal dari Keraton Kanoman yang memiliki tujuan untuk memperdalam agama Islam dan menolak untuk menjadi raja.
Dilansir dari nabarentcar.com, Keraton Kaprabonan merupakan salah satu keraton yang besarnya tidak seperti keraton-keraton pada umumnya. Keraton Kaprabonan memiliki luas kurang lebih satu hektar saja dan letaknya berada di belakang pertokoan Pasar Kanoman.
Walaupun begitu, keraton ini memiliki keunikannya sendiri. Tempatnya yang bersih dan juga rapi menawarkan sudut pandang yang berbeda dari keramaian Pasar Kanoman. Untuk bisa masuk ke keraton ini, kamu perlu melewati jalan atau gang yang cukup sempit dan akan melewati Gapura Dalung Darma.
Baca Juga: Menelusuri Beragam Mitos di Gua Sunyaragi Cirebon, Warisan Sejarah yang Penuh dengan Cerita Mistis
Keraton yang berada di Jalan Lemahwungkuk, Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat ini juga masih aktif dalam melakukan hal-hal tradisi adat, seperti pencucian benda pusaka ketika Maulid Nabi Muhammad SAW dan juga ikut dalam festival budaya keraton nusantara.
Selain berlaku sebagai sebuah kerajaan, Keraton Kaprabonan juga merupakan sebuah tempat pendidikan Agama Islam atau biasa disebut dengan peguron untuk masyarakat ataupun keluarga keraton yang ingin memperdalam agama.
Dilansir dari hiacetransport.com, aktivitas lain yang sering dilakukan di Keraton Kaprabonan salah satunya adalah Panjang Jimat di bulan Mulud. Tradisi ini berisi sebuah upacara untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini dimulai dengan adanya pembacaan shalawat kepada Nabi. Dalam tradisi ini, prosesi-prosesi yang dilakukan melambangkan representasi kelahiran Nabi Muhammad. Pada awalnya acara ini cukup eksklusif untuk keluarga keraton, tetapi sekarang dibuka untuk umum.
Untuk bisa berkunjung ke Keraton Kaprabonan, kamu tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam bahkan kamu tidak perlu mengeluarkan uang alias gratis. Keraton Kaprabonan juga memiliki jam buka yang tidak terpaku dengan waktu alias buka selama 24 jam. Editor : Candra Mega Sari