Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Mengenal 8 Kuliner Legendaris Khas Majalengka yang Kaya Cita Rasa

Siti Nahdia Usman • Jumat, 1 November 2024 | 15:11 WIB
Ilustrasi Tekso. (Gmaps/Kedai Texso Mah Indri)
Ilustrasi Tekso. (Gmaps/Kedai Texso Mah Indri)

JawaPos.com–Majalengka adalah sebuah kabupaten di Jawa Barat yang terkenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tapi juga karena kekayaan kuliner yang legendaris. Beragam hidangan khas yang disajikan memanjakan lidah juga mencerminkan budaya dan tradisi masyarakat.

Berikut adalah beberapa kuliner legendaris yang wajib dicoba saat berkunjung ke Majalengka.

  1. Lotek

Lotek mirip dengan rujak atau gado-gado terdiri atas lontong, sayur-sayuran, dan bumbu kacang. Makanan ini menjadi salah satu kuliner populer di Majalengka. Bumbu kacang dalam lotek memiliki cita rasa khas Majalengka sehingga memberikan keunikan tersendiri pada hidangan ini. Lotek biasanya disajikan dalam porsi besar, cocok dinikmati sebagai makanan ringan maupun hidangan utama.

  1. Gula Cakar

Gula Cakar adalah gula khas dari Majalengka yang memiliki bentuk unik dengan warna merah muda. Gula ini terbuat dari campuran gula pasir, soda kue, dan pewarna makanan. Gula ini dikenal karena kemudahan larutnya dalam air, menjadikannya pilihan populer untuk dicampurkan dalam teh atau kopi. Gula Cakar memiliki tekstur yang padat dan berongga, serta sering kali dijadikan camilan yang bisa digigit.

  1. Jalakotek

Jalakotek adalah makanan khas Majalengka yang menyerupai pastel yang terbuat dari tepung aci yang dicampur dengan bumbu khusus. Makanan ini biasanya dibentuk bulat pipih dan digoreng hingga kecokelatan. Jalakotek sangat populer sebagai camilan atau oleh-oleh dan sering dijajakan di pasar atau toko oleh-oleh di daerah Majalengka.

Rasa jalakotek yang gurih membuatnya menjadi pilihan favorit bagi banyak orang, baik sebagai makanan ringan sehari-hari maupun sebagai hidangan dalam acara-acara tertentu. Jalakotek biasanya disajikan hangat dan dapat dinikmati dengan sambal atau saus sesuai selera.

  1. Durian Sinapeul

Durian Sinapeul adalah varietas durian lokal yang berasal dari Dusun Sinapeul, Desa Ujungberung, Kecamatan Sindangwangi. Durian ini dikenal memiliki karakteristik unik, seperti rasa dan aroma yang khas, serta daging buah yang tebal dan manis. Sinapeul merupakan salah satu dari beberapa varietas durian unggulan yang dibudidayakan, termasuk varietas Perwira, Siriwig, dan Bokor.

  1. Oncom Goreng

Oncom goreng adalah hidangan dari ampas tahu yang biasanya disajikan sebagai camilan atau lauk pendamping nasi. Proses pembuatannya melibatkan potongan oncom yang dicelupkan ke dalam adonan tepung dan kemudian digoreng hingga kecokelatan dan renyah. Hidangan ini memiliki rasa gurih dan tekstur yang lembut di dalam, serta sering kali disajikan dengan sambal atau bumbu pelengkap lainnya. Oncom goreng menjadi pilihan populer karena harganya yang terjangkau dan kaya akan gizi.

  1. Kecap Majalengka

Kecap Majalengka adalah kecap tradisional yang terkenal dari Kabupaten Majalengka. Kecap ini dibuat secara manual dengan mempertahankan proses pembuatan yang tradisional sejak 1940. Terdapat dua merek legendaris, yaitu Kecap Cap Maja Menjangan dan Kecap Segi Tiga. Tersedia dalam tiga jenis rasa yaitu asin, manis sedang, dan manis. Kecap Majalengka sering dijadikan oleh-oleh bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.

  1. Bakpia Kolang Kaling

Bakpia Kolang Kaling adalah jajanan khas dari Majalengka yang memiliki ciri khas unik jika dibandingkan dengan bakpia pada umumnya. Berbeda dengan bakpia yang biasanya diisi dengan kacang hijau atau keju, Bakpia Kolang Kaling diisi dengan campuran kolang kaling yang dihaluskan dan tepung sehingga memberikan tekstur yang lebih kenyal. Makanan ini sangat cocok dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Majalengka. Rasanya yang unik dan kenyal membuat Bakpia Kolang Kaling menjadi pilihan menarik untuk dinikmati, terutama sebagai camilan manis.

  1. Tekso Weragati

Tekso adalah kuliner unik yang hanya bisa kamu temui di Desa Weragati, Majalengka. Nama tekso merupakan akronim dari lotek dan soun, tidak ada bakso di dalamnya. Makanan ini terdiri atas campuran sayuran rebus seperti kangkung, kol, dan toge yang disiram dengan bumbu kacang khas. Yang membedakan tekso dengan lotek biasa adalah terdapat tambahan gorengan seperti tempe atau tahu yang dipotong kecil dan diberi bumbu. Perpaduan rasa gurih dari bumbu kacang, pedas dari sambal, dan segarnya sayuran membuat tekso menjadi hidangan yang sangat menggugah selera.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#budaya #kuliner #majalengka