JawaPos.com–Sega Jamblang atau nasi Jamblang, merupakan kuliner khas Cirebon yang memadukan nasi dengan berbagai lauk pauk lalu dibungkus dengan daun. Yang menjadikan nasi Jamblang berbeda dengan nasi bungkus pada umumnya terletak pada daun yang membungkusnya, yaitu memakai daun jati.
Jika menengok sejarah, awal kemunculan nasi Jamblang di Cirebon bermula di Desa Jamblang. Pada saat dijajah Belanda, sekitar 1809-1810, daerah Cirebon menjadi target pekerja paksa untuk membangun Jalan Raya Daendels atau yang biasa kita kenal Jalan Anyer-Panarukan.
Pada saat itu, akibat dari kerja paksa tersebut banyak pekerja yang ditemukan tewas, salah satunya tewas akibat kelaparan bekal yang mereka bawa dari rumah basi. Oleh karena itu, entah ide dari mana, warga Jamblang mengetahui jika membungkus nasi menggunakan daun jati bisa lebih bertahan lama.
Berbeda dengan daun pisang, daun jati diyakini bisa mencegah nasi berkeringat dan jadi basi. Selain itu, daun jati juga dikenal sebagai daun yang bertekstur keras dan tidak mudah sobek.
Sebenarnya terdapat beberapa riwayat sejarah mengenai asal usul nasi Jamblang. Mulai dari Perang Kedondong (1753–1773) hingga cerita tentang pembangunan pabrik gula oleh Belanda (1847). Namun, terlepas dari berbagai sejarahnya, nasi Jamblang telah menjadi ikon kuliner khas Cirebon.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah