JawaPos.com–Bosan dengan olahan mi yang begitu-begitu saja? Saatnya mengeksplor cara-cara baru dalam mengolah mi dan menemukan cita rasa baru yang tidak membosankan dengan Mi Petruk.
Kuliner olahan tepung khas dari kota Cirebon ini terkenal dengan tekstur mi yang kenyal, kuah yang berempah, dan kaya rasa dari kuah kaldu. Menjadikannya pilihan sempurna bagi kamu yang sedang menginginkan hidangan hangat di saat hujan.
Jangan khawatir, resep Mi Petruk ini sangatlah sederhana juga mudah untuk dibuat di rumah. Sehingga, memungkinkan kamu merasakan kelezatan otentik hidangan khas Kota Cirebon dari rumah! Berikut resep Mi Petruk Gareng yang dilansir dari website Cookpad.com milik Mita.
Bahan-bahan
1 bungkus mi instan
5 tangkai sayur pokcoy (potong-potong)
2 buah bawang merah (iris)
1 batang daun bawang (rajang)
½ sdt bawang putih halus
⅓ sdt jahe halus
1 sdt cabai merah halus
3 buah cabai rawit utuh
1 butir telur
1 genggam kerupuk kulit matang
Air secukupnya
Cara Membuat
Siapkan bahan-bahan irisan. Kemudian, panaskan minyak dan tumis bawang merah hingga wangi. Jika sudah wangi, masukan bawang putih halus dan jahe halus, lalu tumis sebentar. Jika sudah, masukan cabai merah yang telah dihaluskan dan tumis hingga wangi. Tuangkan air dan masak hingga mendidih
Jika sudah mendidih, Anda bisa memasukkan cabai rawit utuh, sayur pokcoy yang telah dipotong-potong. Masak hingga sayuran layu. Jika sayuran sudah layu, langkah selanjutnya yaitu memasukkan mi instan yang sudah disiapkan lalu masak hingga seperempat matang.
Selanjutnya, masukkan telur dan kerupuk kulit sapi yang sudah matang ke dalam masakan. Tuang kecap manis sesuai selera, lalu aduk masakan dengan rata.
Taburi daun bawang yang telah dirajang, lalu matikan api. Terakhir, kamu dapat memasukkan bumbu-bumbu yang sudah tersedia di dalam bungkus mi instan, lalu aduk kembali masakan hingga tercampur rata. Mi Petruk Gareng khas Cirebon buatan rumah sudah siap untuk disantap!
Resep ini sangat bisa disesuaikan dengan selera masing-masing, ya! Selamat mencoba dan menyantap kehangatan Mi Petruk Gareng.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah