Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Paseban Tri Panca Tunggal, Pusat Sejarah, Budaya, dan Spiritual Sunda di Kuningan

Lania Monica • Selasa, 8 Oktober 2024 | 08:05 WIB
Paseban Tri Panca Tunggal, Kuningan. (Google Photo/Reynardthan P)
Paseban Tri Panca Tunggal, Kuningan. (Google Photo/Reynardthan P)

JawaPos.com–Paseban Tri Panca Tunggal adalah salah satu bangunan bersejarah di Kabupaten Kuningan, yang sarat dengan nilai budaya dan spiritual. Dibangun Pangeran Sadewa Madrais pada awal abad ke-20, paseban ini menjadi pusat spiritual serta tempat berkumpulnya para penganut ajaran Sunda Wiwitan.

Keunikan arsitektur dan filosofi di balik setiap bagian bangunan menjadikan Paseban Tri Panca Tunggal sebagai salah satu situs budaya yang penting di wilayah tersebut. Paseban ini terletak di Kampung Wage, Kelurahan Cigugur, Kuningan. Berdiri sejak 1840, bangunan ini tidak hanya memiliki makna sejarah, tetapi juga berfungsi sebagai tempat pelaksanaan upacara adat, khususnya upacara Seren Taun, yaitu ritual syukur masyarakat Sunda atas hasil panen.

Setiap tahunnya, ruang Sri Manganti di dalam paseban digunakan sebagai pusat persiapan acara tersebut. Nama Paseban Tri Panca Tunggal mengandung makna filosofis yang mendalam.

Paseban berarti tempat berkumpul, sementara Tri merujuk pada tiga unsur yaitu rasa, budi, dan pikir. Panca mengacu pada panca indera, dan Tunggal menggambarkan Tuhan Yang Maha Esa. Secara keseluruhan, Paseban Tri Panca Tunggal dapat diartikan sebagai tempat untuk mempersatukan cipta, rasa, dan karsa dalam perilaku kehidupan sehari-hari.

Bangunan ini memiliki pendopo yang ditopang 11 pilar, dengan simbol burung Garuda mengepakkan sayap yang berdiri di atas lingkaran bertulis Purna Wisada dalam aksara Sunda. Garuda ini diapit sepasang naga yang ekornya saling mengait, mencerminkan simbol kekuatan dan keabadian. Simbol tersebut mewakili nilai-nilai yang dipegang ajaran Sunda Wiwitan.

Selain menjadi tempat spiritual, Paseban Tri Panca Tunggal juga berfungsi sebagai padepokan. Di padepokan ini, masyarakat sekitar diajarkan berbagai seni dan budaya Sunda, termasuk seni batik dan tari tradisional. Hal ini dilakukan untuk melestarikan warisan budaya lokal yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Kain batik khas Paseban kerap menghiasi berbagai sudut ruangan, memperlihatkan kreativitas masyarakat setempat. Bahkan, pengunjung juga dapat melihat langsung proses pembuatan batik yang masih dilakukan secara tradisional di area sekitar paseban. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengetahui lebih jauh tentang seni batik Sunda.

Sebagai salah satu tujuan wisata sejarah, Paseban Tri Panca Tunggal menawarkan pengalaman unik. Selain menikmati arsitektur tradisional Sunda, pengunjung bisa merasakan suasana damai dan mistis yang menyelimuti tempat ini. Keindahan alam sekitar dengan latar belakang pegunungan menambah kesan spiritual bagi siapa pun yang datang berkunjung.

Tak hanya berfungsi sebagai tempat pelestarian budaya, Paseban Tri Panca Tunggal juga menyimpan nilai spiritual yang masih dilestarikan masyarakat setempat. Hingga kini, berbagai upacara adat dan ritual keagamaan tetap dilakukan secara rutin di tempat ini, menjaga tradisi leluhur yang sudah berlangsung selama ratusan tahun.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#kuningan #Paseban #budaya