Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Sejarah Masjid Merah Pasalakan, Bukti Penting Penyebaran Islam di Cirebon

Risaldi Mattotorang • Rabu, 2 Oktober 2024 | 15:12 WIB
Situs Makam di Masjid Merah Pasalakan. (facebook.com/Muhamad Rinaldi Yusup)
Situs Makam di Masjid Merah Pasalakan. (facebook.com/Muhamad Rinaldi Yusup)

JawaPos.com–Cirebon dikenal sebagai tempat berkumpulnya ulama atau wali yang menyebarkan Islam sejak abad ke-14 di Jawa Barat. Salah satunya ada Masjid Merah Pasalakan yang menjadi masjid tertua dan bersejarah di Cirebon. Masjid ini menjadi saksi awal penyebaran Islam di Cirebon. Masjid ini berlokasi di Kelurahan Pasalakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Masjid ini merupakan jejak Syekh Syarief Abdurahman Al-Usmani yang datang ke tanah Jawa. Tokoh ulama terkemuka asal Banten itu pernah tinggal dan menyairkan agama Islam di Pasalakan, Cirebon, kurang lebih sembilan ratus tahun yang lalu.

Kawasan masjid ini disebut juga sebagai pasolehan, yang berarti tempat orang-orang saleh. Sejak dahulu masjid ini digunakan sebagai tempat berkumpulnya para tokoh ulama di Cirebon, termasuk para Wali Songo. Mereka berkumpul membahas berbagai masalah mengenai penyiaran agama Islam.

Pada awalnya, Syekh Syarief Abdurahman Al-Usmani mendirikan bangunan sebagai padepokan. Tidak hanya sebagai tempat mencari ilmu agama, sekarang, bangunan yang dulu adalah padepokan kita kenal sebagai Masjid Merah Pasalakan. Warna bangunan merah yang dominan. Berdasar cerita turun-temurun, warna merah dipilih dengan maksud melambangkan keberanian dan perlawanan umat Islam pada waktu itu.

Terdapat situs makam di kawasan Masjid Merah Pasalakan. Yakni makam Syekh Syarief Abdurahman Al-Usmani beserta para santrinya.

Sampai sekarang, masjid ini dikeramatkan oleh warga sekitar sebagai sejarah dan bukti penyebaran Islam di Cirebon waktu itu.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#cirebon #islam #masjid #wali #ulama