Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Mapag Sri, Tradisi Menyambut Datangnya Musim Panen Oleh Para Petani

Lania Monica • Rabu, 2 Oktober 2024 | 05:59 WIB
Tradisi Mapag Sri. (Diskominfo Indramayu)
Tradisi Mapag Sri. (Diskominfo Indramayu)

JawaPos.com–Tradisi Mapag Sri biasanya dilaksanakan menyambut musim panen, sebagai wujud rasa syukur para petani kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang melimpah.

Kata Mapag dalam bahasa Jawa halus berarti menjemput, sedangkan Sri merujuk pada Dewi Sri, dewi kesuburan dan padi dalam mitologi Jawa. Mapag Sri bisa diartikan sebagai menjemput Dewi Padi.

Pelaksanaan Mapag Sri biasanya diawali dengan musyawarah antara kepala desa, sesepuh desa, dan para petani, untuk menentukan waktu dan lainnya. Momen musyawarah ini mencerminkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan kekeluargaan, yang masih kuat dalam masyarakat pedesaan.

Prosesi upacara Mapag Sri melibatkan berbagai ritual, termasuk tarian, doa-doa, dan penyajian makanan tradisional, yang dibawa ke sawah. Sebagai bentuk rasa syukur, para petani mengantarkan sesaji ke sawah-sawah mereka. Sesaji ini bisa berupa hasil bumi seperti buah-buahan, nasi, ayam panggang, serta aneka jajanan pasar. Prosesi ini menjadi wujud penghormatan kepada alam dan usaha yang telah dilakukan selama musim tanam.

Selain itu, Mapag Sri juga menjadi ajang untuk menjaga keharmonisan antara manusia dan alam. Dalam beberapa daerah, pementasan kesenian tradisional seperti wayang kulit atau tarian rakyat menjadi bagian dari upacara ini, memberikan hiburan sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal.

Tidak semua desa dapat melaksanakan upacara ini setiap tahun. Faktor cuaca, kondisi ekonomi, hingga hasil panen yang kurang memadai bisa menjadi alasan mengapa Mapag Sri tidak dapat dilakukan. Namun, ketika panen berhasil dan hasilnya melimpah, Mapag Sri akan menjadi sebuah pesta rakyat yang penuh kegembiraan dan rasa syukur.

Tradisi Mapag Sri sejatinya merupakan salah satu wujud dari rasa syukur masyarakat petani terhadap berkah yang mereka terima. Dalam pelaksanaannya, banyak nilai-nilai kehidupan yang diajarkan, seperti kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Di era modern, upacara Mapag Sri juga menjadi daya tarik wisata budaya yang mengundang minat para wisatawan untuk belajar tentang budaya agraris Indonesia.

Tradisi ini juga bisa dilihat sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur. Seiring perkembangan zaman, upacara ini telah mengalami berbagai penyesuaian, tetapi esensi dan maknanya tetap terjaga. Dalam banyak komunitas, tradisi Mapag Sri masih menjadi ajang untuk mempererat hubungan antarwarga dan memperkuat identitas budaya lokal.

Mapag Sri bukan sekadar ritual tahunan. Ini adalah bukti bagaimana kearifan lokal masyarakat melestarikan tradisi dengan tetap relevan di tengah perubahan zaman. Tradisi ini mengingatkan pada semua untuk selalu bersyukur dan menghargai setiap hasil dari kerja keras yang telah kita lakukan.

Upacara Mapag Sri merupakan refleksi dari hubungan yang harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Dengan tetap melestarikan tradisi ini, masyarakat tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menunjukkan bahwa rasa syukur dan gotong royong adalah nilai-nilai yang akan selalu relevan dalam kehidupan kita.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#tradisi #indramayu #hasil bumi #panen