JawaPos.com - Cirebon memiliki peran penting dalam sejarah Islam di Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Warisan sejarah ini menjadikan Cirebon kaya akan tempat-tempat bersejarah yang layak untuk dijelajahi.
Mari kita telusuri tempat-tempat bersejarah yang menjadi saksi bisu perkembangan Islam di tanah Cirebon, sebagaimana dilansir dari laman cirebonkota.go.id.
1. Keraton Kasepuhan
Keraton Kasepuhan, dahulu bernama Keraton Pakungwati, merupakan objek wisata unggulan di Kota Cirebon. Didirikan pada 1529 M oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II, cicit Sunan Gunung Jati, yang menggantikan tahta pada 1506.
Nama Pakungwati berasal dari Ratu Dewi Pakungwati, istri Sunan Gunung Jati, yang dikenal berbudi luhur dan berperan penting dalam pemerintahan.
Keraton Kasepuhan memiliki berbagai daya tarik wisata, seperti Kirab Budaya dalam acara Pesisir Cirebon yang menampilkan atraksi budaya dari beberapa kabupaten di Jawa Barat. Selain itu, terdapat Festival Topeng Nusantara, Festival Keraton Nusantara, serta Grebeg Syawal yang menambah keunikan tempat ini.
2. Keraton Kanoman
Simbol tahun pada prasasti terdiri dari dua jenis, yaitu Surya Sangkala dengan gambar matahari dan Chandra Sangkala dengan gambar bulan. Matahari melambangkan angka 1, Wayang Darma Kusumah melambangkan angka 5, Bumi melambangkan angka 1, dan Bintang Kemangmang melambangkan angka 0. Gabungan simbol ini membentuk angka 1510 Saka, yang setara dengan tahun 1588 Masehi.
Akses masuk ke Keraton Kanoman melalui sebuah lubang tembok tinggi berbentuk lengkung yang berada di dalam area pasar. Setelah melewati pasar, terdapat area hijau luas dengan tembok tinggi di sebelah kiri. Pengunjung kemudian akan melewati gerbang yang dihiasi ukiran indah sebelum memasuki area utama keraton.
3. Keraton Kecirebonan
Paseban terletak di sisi kiri dan kanan keraton, berbentuk semi terbuka dengan atap joglo dan berfungsi sebagai tempat menerima tamu serta latihan tari topeng khas Cirebon. Sementara itu, Tajug digunakan sebagai mushola untuk beribadah. Keraton ini juga menyimpan berbagai peninggalan sejarah, seperti Keris Wayang, perabotan kayu asli, foto-foto kesultanan, serta koleksi benda berharga seperti pedang, guci, uang kuno, gamelan, dan baju pengantin.
4. Keraton Keprabon
Keraton ini terletak di Jalan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Jaraknya hanya 500 meter dari Tugu Afstandpaal, titik nol kilometer Kota Cirebon.
5. Masjid Agung Sang Cipta Rasa
Di beranda utara masjid, terdapat sumur zamzam atau Banyu Cis Sang Cipta Rasa yang ramai dikunjungi, terutama saat bulan Ramadhan. Sumur yang terdiri dari dua kolam ini diyakini berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit dan digunakan untuk menguji kejujuran seseorang. Keberadaan sumur ini menambah daya tarik spiritual Masjid Agung Sang Cipta Rasa.
6. Situs Kalijaga
7. Gua Sunyaragi
Selain memiliki nilai historis dan estetika tinggi, Gua Sunyaragi juga menyimpan makna spiritual mendalam. Gagasan pembangunannya pada tahun 1703 berasal dari Patih Keraton Kasepuhan, Pangeran Arya Cirebon, yang juga dikenal sebagai sejarawan dan budayawan. Salah satu karyanya yang terkenal adalah kitab sejarah Purwaka Caruban, yang disusun pada tahun 1720.
Editor : Candra Mega Sari