Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Menjelajahi 7 Destinasi Bersejarah di Cirebon yang Sarat Makna dan Budaya

Muhammad Rayhan Satria Aji • Minggu, 23 Februari 2025 | 12:00 WIB
Keraton Kasepuhan
Keraton Kasepuhan

JawaPos.com - Cirebon memiliki peran penting dalam sejarah Islam di Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Warisan sejarah ini menjadikan Cirebon kaya akan tempat-tempat bersejarah yang layak untuk dijelajahi.

Mari kita telusuri tempat-tempat bersejarah yang menjadi saksi bisu perkembangan Islam di tanah Cirebon, sebagaimana dilansir dari laman cirebonkota.go.id.

1. Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan, dahulu bernama Keraton Pakungwati, merupakan objek wisata unggulan di Kota Cirebon. Didirikan pada 1529 M oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II, cicit Sunan Gunung Jati, yang menggantikan tahta pada 1506.

Nama Pakungwati berasal dari Ratu Dewi Pakungwati, istri Sunan Gunung Jati, yang dikenal berbudi luhur dan berperan penting dalam pemerintahan.

Keraton Kasepuhan memiliki berbagai daya tarik wisata, seperti Kirab Budaya dalam acara Pesisir Cirebon yang menampilkan atraksi budaya dari beberapa kabupaten di Jawa Barat. Selain itu, terdapat Festival Topeng Nusantara, Festival Keraton Nusantara, serta Grebeg Syawal yang menambah keunikan tempat ini.

2. Keraton Kanoman

Keraton Kanoman
Keraton Kanoman
Keraton Kanoman didirikan pada tahun 1588 M oleh Sultan Kanoman I (Sultan Badridin), keturunan ketujuh Sunan Gunung Jati. Tahun pendiriannya tercatat pada prasasti di pintu Pandopa Jinem yang menuju ruangan Perbayaksa. Prasasti ini memuat angka Surya Sangkala dan Chandra Sangkala yang menunjukkan tahun 1510 Saka atau 1588 Masehi.

Simbol tahun pada prasasti terdiri dari dua jenis, yaitu Surya Sangkala dengan gambar matahari dan Chandra Sangkala dengan gambar bulan. Matahari melambangkan angka 1, Wayang Darma Kusumah melambangkan angka 5, Bumi melambangkan angka 1, dan Bintang Kemangmang melambangkan angka 0. Gabungan simbol ini membentuk angka 1510 Saka, yang setara dengan tahun 1588 Masehi.

Akses masuk ke Keraton Kanoman melalui sebuah lubang tembok tinggi berbentuk lengkung yang berada di dalam area pasar. Setelah melewati pasar, terdapat area hijau luas dengan tembok tinggi di sebelah kiri. Pengunjung kemudian akan melewati gerbang yang dihiasi ukiran indah sebelum memasuki area utama keraton.

3. Keraton Kecirebonan

Keraton Kecirebonan
Keraton Kecirebonan
Keraton Kecirebonan dibangun pada tahun 1800 oleh Ratu Raja Resminingpuri menggunakan uang pensiunannya. Pembangunan dimulai dengan bangunan induk, paseban, dan tajug, yang memiliki fungsi berbeda. Bangunan induk digunakan sebagai tempat tinggal sultan dan keluarganya, terdiri dari ruang tidur, ruang kerja, pecira (ruang penyimpanan benda kuno), kamar jimat, prabayasa, dapur, dan teras.

Paseban terletak di sisi kiri dan kanan keraton, berbentuk semi terbuka dengan atap joglo dan berfungsi sebagai tempat menerima tamu serta latihan tari topeng khas Cirebon. Sementara itu, Tajug digunakan sebagai mushola untuk beribadah. Keraton ini juga menyimpan berbagai peninggalan sejarah, seperti Keris Wayang, perabotan kayu asli, foto-foto kesultanan, serta koleksi benda berharga seperti pedang, guci, uang kuno, gamelan, dan baju pengantin.

4. Keraton Keprabon

Keraton Keprabon
Keraton Keprabon
Dibangun pada tahun 1703 M oleh Adipati Peguron, Peguron Keprabon menjadi tempat tinggal beliau setelah meninggalkan dunia keraton untuk mendalami ilmu agama dan tarekat. Kompleks ini memiliki nuansa religius yang kuat dengan bangunan sederhana dan nyaman yang dipisahkan oleh tembok. Didalamnya juga terdapat pesantren yang berfungsi sebagai tempat menimba dan mengajarkan ilmu agama.

Keraton ini terletak di Jalan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Jaraknya hanya 500 meter dari Tugu Afstandpaal, titik nol kilometer Kota Cirebon.

5. Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Masjid Agung Sang Cipta Rasa
Masjid Agung Sang Cipta Rasa
Masjid Agung Sang Cipta Rasa didirikan pada tahun 1498 M atas prakarsa Sunan Gunung Jati dengan melibatkan para sunan lainnya. Menurut cerita rakyat Cirebon, masjid ini dibangun hanya dalam satu malam dan langsung digunakan untuk shalat subuh keesokan harinya. Arsitekturnya cukup unik dan indah, dengan makna religius yang dalam.

Di beranda utara masjid, terdapat sumur zamzam atau Banyu Cis Sang Cipta Rasa yang ramai dikunjungi, terutama saat bulan Ramadhan. Sumur yang terdiri dari dua kolam ini diyakini berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit dan digunakan untuk menguji kejujuran seseorang. Keberadaan sumur ini menambah daya tarik spiritual Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

6. Situs Kalijaga

Situs Kalijaga
Situs Kalijaga
Situs Kalijaga adalah tempat bersejarah yang menjadi petilasan (persinggahan) Sunan Kalijaga saat menyebarkan Islam di Cirebon. Dahulu, lokasi ini merupakan hutan lebat yang kemudian diubah menjadi taman asri untuk mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat. Selain suasananya yang sejuk dan menenangkan, situs ini juga unik karena menjadi habitat sekumpulan kera jinak yang sering berinteraksi dengan pengunjung.

7. Gua Sunyaragi

Gua Sunyaragi
Gua Sunyaragi
Tamansari Gua Sunyaragi, atau lebih dikenal sebagai Gua Sunyaragi, merupakan bekas taman sari pesanggrahan Keraton Kasepuhan yang digunakan sebagai tempat menyepi atau berkhawalat. Nama "Sunyaragi" sendiri berasal dari kata "sunya" yang berarti sepi dan "ragi" yang berarti raga. Dibangun pada tahun 1526 M oleh Panembahan Gusti Ratu Pakungwati I, kompleks ini memiliki arsitektur unik menyerupai gua buatan yang dihiasi elemen air, menjadikannya daya tarik utama.

Selain memiliki nilai historis dan estetika tinggi, Gua Sunyaragi juga menyimpan makna spiritual mendalam. Gagasan pembangunannya pada tahun 1703 berasal dari Patih Keraton Kasepuhan, Pangeran Arya Cirebon, yang juga dikenal sebagai sejarawan dan budayawan. Salah satu karyanya yang terkenal adalah kitab sejarah Purwaka Caruban, yang disusun pada tahun 1720.

Editor : Candra Mega Sari
#cirebon #Tempat Bersejarah #wisata sejarah