Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Mengenal Bulak Kupa, Kampung Tradisional di Kuningan yang Mempertahankan Adat Nenek Moyang

Lania Monica • Rabu, 16 Oktober 2024 | 08:34 WIB
Kampung Bulak Kupa Kuningan. (Tangkap Layar Youtube LEBAKHERANG TV)
Kampung Bulak Kupa Kuningan. (Tangkap Layar Youtube LEBAKHERANG TV)

JawaPos.com–Kampung Bulak Kupa di Kuningan, kampung tradisional yang masih mempertahankan tradisi nenek moyang. Masyarakat menjalani kehidupan yang selaras dengan alam, menolak penggunaan semen dalam membangun tempat tinggal mereka.

Terletak di Dusun Buhun, Desa Mandapajaya, Kecamatan Cilebak, Bulak Kupa dihuni sembilan keluarga yang memiliki hubungan kekerabatan erat. Keunikan struktur sosial ini menciptakan kekompakan dan kehangatan dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan desa ini lebih dari sekadar tempat tinggal.

Bangunan di Kampung Bulak Kupa terbuat dari kayu, memberikan nuansa klasik yang menunjukkan komitmen masyarakat terhadap pelestarian lingkungan. Dengan rumah panggung sederhana yang tertata rapi, kampung ini menjadi contoh harmoni antara manusia dan alam di tengah modernisasi.

Warga kampung sangat menjunjung tinggi adat istiadat nenek moyang, termasuk larangan untuk menggunakan semen dalam bangunan. Mereka percaya bahwa penggunaan semen adalah tabu yang bisa mendatangkan sial, seperti sakit berkepanjangan dan kesulitan hidup.

Mitos yang beredar di kalangan penduduk juga menegaskan bahwa membangun rumah dengan semen dapat membawa malapetaka yang berkepanjangan. Keyakinan ini membuat masyarakat lebih memilih untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada, seperti kayu, dalam menjalani rutinitas sehari-hari.

Keasrian Dusun Buhun menambah daya tarik Kampung Bulak Kupa sebagai tempat yang masih bersih dan alami. Di sini, warga desa tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga merawat lingkungan dengan baik.

Kampung Bulak Kupa tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai simbol dari kepercayaan dan nilai-nilai yang dipegang oleh masyarakat. Gaya hidup tradisional ini menjadi modal sosial bagi penduduknya, memperkuat ikatan kekeluargaan.

Dengan hanya sembilan kepala keluarga, kehidupan di kampung ini terasa sangat intim. Mereka saling mengenal dan berinteraksi dalam keseharian, menciptakan suasana keakraban yang hangat.

Kampung ini menjadi contoh bagaimana tradisi dan alam dapat berjalan beriringan, meskipun dunia di luar sana semakin modern. Penduduk Bulak Kupa tetap setia pada cara hidup yang diwariskan nenek moyang mereka.

Kampung Bulak Kupa di Kuningan menunjukkan bahwa meski terpinggirkan oleh modernitas, tradisi tetap hidup dan berfungsi sebagai jembatan antara generasi. Dengan tetap berpegang pada nilai-nilai luhur, mereka menunjukkan bahwa keindahan dan harmoni dapat dicapai melalui kesederhanaan.

Dengan berbagai keunikan dan mitos yang melingkupinya, Bulak Kupa mengundang minat banyak orang untuk mengenal lebih dalam tentang kehidupan masyarakat yang selaras dengan alam.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#kuningan #alam #nenek moyang #tradisional #Adat