Setibanya di bawah tangga pesawat, Presiden Prabowo disambut secara resmi oleh Deputi Perdana Menteri Rusia, Denis Manturov. Turut hadir menyambut, Wakil Kepala Protokol Negara Federasi Rusia Alexander Prusov dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono.
Suasana penyambutan berlangsung dengan penuh kehangatan dan nuansa kehormatan tinggi. Sambutan tersebut mencerminkan eratnya hubungan diplomatik yang telah terjalin antara Indonesia dan Rusia selama ini.
Sebagai bagian dari prosesi kenegaraan, Presiden Prabowo didampingi DPM Manturov berjalan melewati pasukan jajar kehormatan. Dalam prosesi tersebut, kedua tokoh berhenti sejenak untuk menyimak lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Federasi Rusia yang diperdengarkan secara khidmat.
Setelahnya, Presiden Prabowo dan DPM Manturov memperkenalkan delegasi masing-masing negara kepada satu sama lain. Dari pihak Rusia, tampak hadir Senator Dagestan Ilyas Umakhanov, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov, serta Gubernur St. Petersburg Alexander Beglov.
Sementara itu, dari pihak Indonesia, turut mendampingi Presiden Prabowo antara lain Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Duta Besar RI untuk Federasi Rusia Jose Tavares, serta Atase Pertahanan KBRI Moskow Marsekal Pertama Jatmiko Adi. Pertemuan para pejabat tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh persahabatan.
Sebelum meninggalkan area bandara, Presiden Prabowo menyaksikan defile kehormatan yang ditampilkan oleh pasukan militer Rusia. Tontonan tersebut menambah semarak penyambutan dan memberikan penghormatan simbolis kepada kepala negara Indonesia.
Setelah seluruh rangkaian penyambutan selesai, Presiden Prabowo dan rombongan terbatas langsung bertolak menuju tempat penginapan di kawasan St. Petersburg. Kunjungan kenegaraan ini menjadi momen penting dalam mempererat kerja sama bilateral antara kedua negara.
Agenda utama dari kunjungan ini adalah pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Vladimir Putin yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Juni 2025. Dalam pertemuan tersebut, kedua kepala negara akan membahas sejumlah isu strategis dan peluang kerja sama di berbagai sektor.
Mulai dari sektor pertahanan, energi, hingga pendidikan dan budaya, Indonesia dan Rusia diharapkan dapat meningkatkan kolaborasi yang saling menguntungkan. Kunjungan ini juga menjadi simbol kesinambungan hubungan yang telah lama dibangun sejak era kepemimpinan sebelumnya.
"Di Rusia, Presiden Prabowo, yang diundang langsung oleh Presiden Putin, akan diterima secara resmi sambutan kenegaraan, dan akan melakukan pertemuan bilateral pada 19 Juni 2025," ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya, dilansir dari setneg.go.id pada Minggu (15/6).
Kehadiran Presiden Prabowo di Rusia mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, mengingat pentingnya posisi strategis Rusia sebagai mitra global Indonesia. Pertemuan antara dua kepala negara ini diharapkan mampu mendorong terciptanya stabilitas dan kerja sama internasional yang lebih solid.
Kunjungan resmi ini pun menjadi bagian dari langkah diplomatik aktif Indonesia dalam menjalin hubungan luar negeri yang lebih dinamis dan seimbang, sejalan dengan arah politik luar negeri bebas aktif yang terus dikedepankan.