Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Pembentukan Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa

Fawwaz Ralli Perdana • Kamis, 12 Juni 2025 | 13:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas pembentukan Giant Sea Wall di Istana Merdeka (Dok. setneg.go.id)
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas pembentukan Giant Sea Wall di Istana Merdeka (Dok. setneg.go.id)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (10/06/2025). Rapat ini dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih yang membahas kesiapan pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di sepanjang pantai utara Pulau Jawa.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya menjelaskan, proyek ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata. Khususnya, naiknya permukaan air laut yang mengancam kawasan pesisir Indonesia.
 
Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Komitmen Transparansi Soal Tambang di Raja Ampat
 
Menurut Teddy, pembangunan Giant Sea Wall menjadi upaya penting untuk melindungi kawasan pesisir yang selama ini rentan terhadap abrasi dan banjir rob. Keberadaan tanggul ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan dalam menjaga stabilitas wilayah pesisir.
 
"Pembentukan tanggul ini diharapkan dapat mencegah air rob, meredam penurunan permukaan pantai, dan menjadi reservoir air bersih," ujar Seskab Teddy, dikutip dari laman setneg.go.id.
 
Tak hanya berfungsi sebagai penahan air laut, Giant Sea Wall juga dirancang sebagai bagian dari solusi penyediaan air bersih bagi masyarakat di daerah pesisir. Reservoir yang dibangun di dalam sistem tanggul akan menjadi sumber cadangan air bersih.
 
Pembangunan Giant Sea Wall tidak hanya dilihat sebagai proyek fisik semata, melainkan bagian dari program besar ketahanan lingkungan nasional. Pemerintah menilai proyek ini akan menopang keberlangsungan hidup masyarakat pesisir untuk jangka panjang.
 
Selain itu, proyek ini juga akan melibatkan integrasi lintas sektor, mulai dari pengelolaan lingkungan, penyediaan air bersih, hingga perlindungan ekosistem pesisir. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, serta pihak swasta menjadi kunci keberhasilan pembangunan ini.
 
Presiden Prabowo menegaskan pentingnya memastikan seluruh aspek teknis, lingkungan, dan sosial diperhatikan dalam setiap tahap perencanaan. Pemerintah tidak ingin pembangunan Giant Sea Wall menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.
 
"Perencanaan yang matang, kolaborasi lintas sektor, serta partisipasi masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam proyek ini," tegas Presiden dalam rapat.
 
Seskab Teddy menambahkan, pembangunan Giant Sea Wall juga diharapkan dapat menjadi bagian dari warisan pembangunan berkelanjutan yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim secara konkret. Proyek ini direncanakan akan dimulai dalam beberapa tahun mendatang setelah kajian menyeluruh selesai.
 
Sebagai bagian dari komitmen pemerintah terhadap mitigasi perubahan iklim, Giant Sea Wall menjadi simbol keseriusan Indonesia dalam menjaga wilayah pesisir dari kerusakan lingkungan. Dengan langkah ini, Indonesia ingin memastikan masa depan yang lebih aman bagi generasi mendatang.
 
Proyek ini menjadi salah satu prioritas penting dalam agenda ketahanan nasional. Pemerintah akan terus memantau dan memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai rencana.
 
Baca Juga: Dirjen PHU: Program Safari Wukuf Tidak Memungut Biaya dari Jemaah Haji
Editor : Candra Mega Sari
presiden prabowo subianto pantai utara Jawa giant sea wall rapat