JawaPos.com - Kesibukan kerja, aktivitas belajar, hingga kemacetan jalanan sering kali menyita fokus dan mengalihkan perhatian dari hal terpenting dalam hidup: ibadah kepada Allah SWT. Padahal, sholat lima waktu adalah fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim. Menyegerakan sholat saat waktu tiba adalah bentuk ketaatan yang akan membawa ketenangan jiwa.
Sebagai pengingat bagi masyarakat Kota Bandung, berikut ini adalah jadwal sholat untuk hari Senin, 9 Juni 2025, berdasarkan data resmi dari laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).
- Imsak: 04:26 WIB
- Subuh: 04:36 WIB
- Terbit: 05:49 WIB
- Dhuha: 06:23 WIB
- Zuhur: 11:52 WIB
- Asar: 15:13 WIB
- Maghrib: 17:48 WIB
- Isya: 18:58 WIB
Sholat bukan hanya kewajiban ritual, tetapi juga fondasi keimanan dan solusi dari berbagai persoalan hidup. Allah dan Rasul-Nya memberikan penekanan kuat tentang pentingnya menjaga waktu sholat, serta dampaknya terhadap kehidupan spiritual dan sosial seseorang.
1. Surah Al-Baqarah Ayat 238
"Peliharalah semua sholat dan (peliharalah) sholat Wusta. Berdirilah karena Allah (dalam sholatmu) dengan khusyuk."
Ayat ini menekankan bahwa seluruh waktu sholat wajib dijaga, apalagi sholat Wusta (Zuhur atau Ashar menurut sebagian ulama). Menjaga waktu menunjukkan kualitas iman seorang hamba.
2. Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim
“Sholatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku sholat.”
Hadist ini menunjukkan pentingnya mencontoh Rasulullah dalam menjalankan sholat, termasuk menjaga waktunya, tata caranya, dan kekhusyukannya.
3. Surah Al-Mu’minun Ayat 1–2
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya.”
Kekhusyukan dalam sholat hanya bisa diraih jika seseorang mempersiapkan diri dan tidak menunda-nunda pelaksanaannya. Sholat yang dilakukan dalam waktu yang tepat akan lebih memungkinkan hati hadir dalam sujud dan doa.
Sholat adalah tali penghubung antara hamba dan Rabb-nya. Waktu-waktu yang telah ditetapkan bukanlah beban, melainkan undangan penuh cinta dari Allah untuk kembali menata hati, menyucikan diri, dan memperkuat keimanan. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah