JawaPos.com - Psikologi menjelaskan bahwa menilai siapa yang layak dipercaya bukanlah perkara mudah dalam sebuah hubungan.
Pujian berlebihan dan cerita yang terdengar meyakinkan terkadang hanya topeng dari niat yang tidak tulus.
Untungnya, sejumlah kebiasaan harian dapat menjadi petunjuk untuk mengenali orang yang sulit dipercaya.
Dilansir dari laman YourTango pada Minggu (19/7), inilah enam kebiasaan yang biasa muncul pada orang dengan kecenderungan sulit dipercaya dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Suka Malu Mengambil Potongan Makanan Terakhir? Ini 7 Tipe Kepribadian Anda Menurut Psikologi
1. Gemar Membicarakan Keburukan Orang Lain
Seseorang yang terus-menerus membicarakan keburukan orang lain kemungkinan besar juga melakukan hal serupa terhadap kamu.
Kebiasaan bergosip cenderung memunculkan penilaian sepihak terhadap orang yang sebenarnya tidak melakukan kesalahan apa pun.
Orang yang gemar bergosip biasanya mengalihkan topik pembicaraan begitu suasana dianggap membosankan bagi mereka.
Mereka tidak ingin menjadi bahan pembicaraan, namun tetap saja membicarakan orang-orang yang dianggap dekat.
Perilaku ini sering menjadi taktik untuk menutupi rasa tidak aman dengan mengalihkan perhatian kepada orang lain.
Dengan cara ini, sulit bagi orang lain untuk benar-benar memahami apa yang sedang terjadi dalam hidup mereka.
Pola semacam ini menjadi salah satu tanda awal yang perlu diwaspadai dalam sebuah pertemanan.
Baca Juga: 10 Hal Kecil yang Bikin Introvert Bahagia Menurut Psikologi, Bukan Cuma Menyendiri!
2. Sering Menceritakan Kisah yang Tidak Konsisten
Cerita yang sama kerap diulang-ulang dengan detail yang menarik perhatian banyak orang di sekitarnya.
Namun ketika fakta yang disampaikan mulai tidak sesuai satu sama lain, kejanggalan pun mulai terlihat.
Saat dikoreksi, mereka cenderung gugup dalam berbicara atau buru-buru mengalihkan pembicaraan ke topik lain.
Kondisi ini biasanya terjadi karena mereka memang sedang berbohong kepada lawan bicaranya.
Kebohongan seperti ini sering dilakukan demi mendapatkan perhatian atau kesan yang lebih menarik.
Detail yang disembunyikan biasanya berkaitan dengan hal yang dapat membuat mereka terlihat buruk di mata orang lain.
Pada akhirnya, orang lain sering dijadikan pihak yang disalahkan agar diri mereka tetap terlihat aman.
3. Enggan Menjawab Pertanyaan Pribadi secara Terbuka
Orang yang sulit dipercaya biasanya sangat mengetahui banyak rahasia milik orang lain di sekitarnya.
Namun mereka hanya memberikan informasi terbatas ketika ditanya tentang kehidupan pribadinya sendiri.
Mereka cenderung mengatur dengan cermat citra diri yang ingin ditunjukkan kepada dunia luar.
Di sisi lain, kamu justru sering merasa nyaman berbagi cerita pribadi dengan mereka.
Rahasia yang dibagikan bahkan bisa kembali terdengar melalui rantai pertemanan yang tidak terduga.
Hal ini terjadi karena mereka membangun kesan kedekatan palsu yang membuat orang lain merasa aman.
Padahal kenyataannya, kepercayaan tersebut justru tidak pantas diberikan kepada mereka.
4. Bersikap Tidak Sopan terhadap Orang Asing
Orang yang tidak menghargai temannya sendiri biasanya juga bersikap kurang baik kepada orang asing.
Mereka cenderung mengeluh kepada pelayan restoran atau bersikap kasar tanpa alasan yang jelas.
Bertabrakan dengan orang lain di tempat umum tanpa meminta maaf juga menjadi kebiasaan yang umum.
Sikap ini muncul dari rasa superioritas yang membuat mereka minim empati terhadap perasaan orang lain.
Akibatnya, mereka tidak mampu memahami bagaimana perasaan seseorang saat dijadikan bahan pembicaraan.
Perilaku tidak sopan ini juga mencerminkan kecenderungan untuk selalu ingin mendominasi situasi sosial.
Mereka yang melampiaskan sikap buruk kepada orang asing biasanya berusaha menunjukkan kekuasaan demi merasa lebih penting.
5. Sering Mengingkari Janji yang Telah Diucapkan
Janji merupakan bentuk konfirmasi verbal dari sebuah kepercayaan yang dibangun antara dua orang.
Ketika janji terus-menerus diingkari, kepercayaan yang ada pun ikut runtuh secara perlahan.
Kepercayaan yang sudah rusak akan sangat sulit dipulihkan apabila pola ini terus berulang.
Orang yang gemar mengingkari janji biasanya menganggap kata-kata mereka tidak memiliki arti penting.
Itulah sebabnya mereka tidak merasa bersalah ketika gagal menepati apa yang telah dijanjikan.
Sikap ini juga menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap kepercayaan yang telah diberikan orang lain.
Ketika kamu terus memberikan usaha namun tidak mendapatkan hal yang setara, hubungan tersebut patut dipertanyakan.
6. Memanfaatkan Rasa Bersalah demi Keinginan Pribadi
Orang yang sulit dipercaya umumnya pandai merangkai kata untuk memengaruhi orang di sekitarnya.
Mereka tahu persis cara berbicara atau bersikap agar keinginan pribadinya tercapai dengan mudah.
Manipulasi semacam ini sering muncul dalam bentuk membuat orang lain merasa bersalah.
Tekanan tersebut digunakan agar orang lain bersedia berkorban demi kepentingan mereka sendiri.
Sikap egois seperti ini sebaiknya tidak lagi ditoleransi dalam sebuah hubungan pertemanan.
Sebaliknya, teman yang tulus akan selalu mengutamakan kebutuhan kamu dan bersedia berkompromi.
Ketika seseorang terus memaksa lewat rasa bersalah, itu menjadi tanda bahwa mereka tidak layak dipercaya.
Baca Juga: Menurut Psikologi, Ini 10 Kebiasaan Orang yang Benar-Benar Bahagia
Editor : Candra Mega Sari