JawaPos.com - Tahukah Anda bahwa manfaat air putih tidak hanya bergantung pada seberapa banyak yang kita minum, tapi juga bagaimana cara kita meminumnya?
Kebanyakan orang mengabaikan aspek penting seperti waktu dan kecepatan minum karena hanya mengejar target liter harian.
Padahal, kualitas hidrasi sangat menentukan tingkat kebugaran dan kelancaran pencernaan. Dengan sedikit penyesuaian pada kebiasaan minum, Anda bisa merasakan tubuh yang lebih sehat.
Melansir dari NDTV, ada 7 kesalahan minum air putih yang sering dilakukan dan langkah-langkah untuk memperbaikinya.
Baca Juga: 5 Manfaat Minum Jus Tomat Setiap Pagi untuk Kesehatan Tubuh, Ampuh Cegah Penyakit Kronis!
1. Meneguk Air dengan Cepat Alih-Alih Menyeruput
Mungkin tampak bahwa minum air putih dalam jumlah banyak akan menghidrasi Anda dengan cepat.
Namun, hal ini tidak mungkin karena sebagian besar air hanya melewati sistem tubuh tanpa diserap.
Cara terbaik adalah dengan menyesap air sedikit demi sedikit sepanjang hari daripada meminumnya dalam jumlah besar sekaligus.
2. Mengabaikan Waktu Minum Air Putih
Jika Anda minum air putih secara tidak teratur, tubuh Anda mungkin mengalami dehidrasi, yang dapat menyebabkan kelelahan dan kurang konsentrasi.
Waktu minum air sangat penting untuk menjaga keseimbangan dalam tubuh.
Konsumsi air di pagi hari, sebelum dan sesudah makan, serta setelah aktivitas fisik memastikan tingkat energi yang stabil dan hidrasi yang cukup.
3. Minum Terlalu Banyak Air saat Makan
Minum air putih dalam jumlah berlebihan saat makan dapat memengaruhi asam dan enzim lambung, yang memengaruhi proses pencernaan dan menyebabkan kembung.
Disarankan untuk hanya minum air putih dalam jumlah minimal selama makan dan meningkatkan asupan air sebelum dan sesudah makan.
4. Tidak Menyertakan Elektrolit jika Diperlukan
Dalam kondisi cuaca panas atau aktivitas fisik, tubuh kehilangan mineral seperti natrium sekaligus kehilangan air.
Mengandalkan hanya air putih mungkin tidak sepenuhnya mengembalikan keseimbangan ini, yang dapat membuat Anda merasa lelah atau dehidrasi meski telah minum cukup cairan.
Mengonsumsi minuman seperti air lemon dan air kelapa akan bantu mengembalikan elektrolit yang hilang dan menjaga tubuh tetap terhidrasi.
5. Selalu Memilih Air Dingin
Air dingin yang membekukan memang dapat menyegarkan, tetapi bukan berarti selalu merupakan pilihan terbaik.
Air dingin terkadang dapat memperlambat proses pencernaan sehingga bukan pilihan terbaik untuk diminum saat perut kosong atau bersamaan dengan makan.
Air dengan suhu ruangan akan lebih mudah diserap oleh tubuh Anda sekaligus mudah dicerna dan dikonsumsi.
6. Tunggu Sampai Haus
Ketika Anda merasa haus, itu adalah tanda bahwa tubuh sudah mengalami dehidrasi, dan kemudian Anda minum air saat haus.
Karena itu, tubuh Anda mungkin mengalami periode kering.
Artinya, Anda harus terus minum air secara teratur, meskipun tidak merasa haus karena hal itu akan bantu menjaga keseimbangan dalam tubuh.
7. Tidak Menyediakan Akses Air yang Mudah
Sulit untuk mengingat minum air yang cukup ketika air tidak mudah dijangkau.
Jadwal yang padat dan gangguan sering kali menyebabkan penurunan asupan air tanpa disadari.
Menyimpan botol air di dekat Anda, seperti di tempat kerja, bepergian, atau berolahraga akan bantu mengingatkan diri sendiri untuk minum air tanpa perlu terlalu memikirkannya.
Baca Juga: Redakan Kram Tanpa Obat, Kenali 5 Manfaat Luar Biasa Nanas untuk Wanita Haid
Editor : Candra Mega Sari