Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Waspada Infeksi Jamur Kulit di Musim Hujan, Kenali 5 Jenisnya dan Cara Mencegahnya

Rabbany Wanadriani • Jumat, 16 Januari 2026 | 19:30 WIB

Ilustrasi infeksi jamur yang umum terjadi di musim hujan (Dok. Freepik)
Ilustrasi infeksi jamur yang umum terjadi di musim hujan (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Peningkatan kelembapan selama musim hujan membuat tubuh kita menjadi lebih rentan terhadap infeksi jamur.

Hal ini dikarenakan jamur dapat berkembang biak dengan sangat cepat di lingkungan yang basah dan lembap, serta mampu menyerang siapa saja tanpa memandang usia.

Beberapa area tubuh yang paling sering terdampak meliputi bagian lipatan (seperti ketiak, selangkangan, sela paha, dan bokong) hingga area terbuka (seperti wajah, kaki, dan kulit kepala).

Gejalanya biasanya ditandai dengan munculnya bercak merah yang terasa gatal, pembengkakan, lepuhan, hingga perubahan warna kulit yang menghitam.

Mengutip dari Healthshots, berikut adalah lima jenis infeksi jamur yang umum terjadi di musim hujan beserta panduan cara menanganinya:

Baca Juga: Ingin Diet Berhasil? Lakukan 5 Kebiasaan Sehat Ini Sebelum Pukul 9 Pagi

1. Tinea Pedis

Tinea pedis atau kutu air menjadi infeksi jamur yang menyerang kaki, terutama di sela-sela jari kaki.

Kelembapan selama musim hujan menjadi lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan jamur.

Untuk mencegah kutu air, jaga agar kaki Anda tetap bersih dan kering serta hindari mengenakan sepatu ketat yang tidak menyerap keringat.

2. Onkomikosis

Onkomikosis atau jamur kuku lebih umum terjadi selama musim hujan. 

Kotoran yang terperangkap di bawah kuku selama musim hujan menarik kuman yang menyebabkan infeksi kuku. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kuku tetap bersih dan rapi.

3. Tinea Corporis

Tinea corporis atau infeksi jamur yang biasanya menyerang kulit badan, lengan, kaki, leher, dan ketiak. Mengenakan pakaian basah dalam waktu lama dapat menjadi faktor penyebabnya.

Untuk mencegah kurap, sebaiknya kenakan pakaian longgar dan nyaman yang memungkinkan sirkulasi udara. 

4. Tinea Capitis

Tinea capitis merupakan kondisi infeksi jamur yang menyerang kulit kepala, jenggot, alis, dan bulu mata.

Tidak seperti infeksi jamur lainnya, tinea capitis dapat menyebar melalui kontak orang ke orang atau berbagi perlengkapan seperti sisir, handuk, topi, dan bantal.

5. Dermatitis Seboroik

Pada musim hujan, eczema atau eksim dapat bertambah parah. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan bakteri, serta kondisi dan kulit yang lembap.

Jika memiliki riwayat eksim seboroik atau dermatitis seboroik, sebaiknya hindari terkena air hujan.

Tips Menghindari Infeksi Jamur di Musim Hujan

Menjaga kebersihan pribadi, menjaga tubuh tetap kering, mengenakan pakaian yang menyerap keringat, dan melakukan perawatan kaki merupakan langkah penting dalam mencegah infeksi jamur.

Jika semakin parah, kunjungi dokter untuk memastikan penanganan yang berkelanjutan dan tepat waktu.

Editor : Candra Mega Sari
#cara mencegah #cara menangani #musim hujan #infeksi jamur