Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Diet Gagal Terus? Ternyata 7 Kebiasaan Sepele Ini Jadi Biang Keroknya

Ajilan Fauza Fathayanie • Kamis, 14 Agustus 2025 | 13:30 WIB
Ilustrasi kebiasaan yang menjadi pemicu makan berlebihan (Dok. Freepik)
Ilustrasi kebiasaan yang menjadi pemicu makan berlebihan (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Banyak orang merasa bertekad untuk berdiet, namun akhirnya gagal karena sulit mengendalikan nafsu makan. Jika Anda mengalaminya, Anda tidak sendirian.

Faktanya, banyak orang kesulitan menjaga pola makan sehat bukan karena kurangnya niat, melainkan karena adanya kebiasaan tersembunyi yang tanpa disadari mendorong mereka untuk makan berlebihan. Kebiasaan ini bisa berasal dari pola hidup sehari-hari.

Jika Anda bertanya-tanya mengapa diet selalu gagal meski sudah mencoba berbagai cara, mungkin sudah saatnya untuk mengevaluasi kembali kebiasaan-kebiasaan sepele yang selama ini Anda jalani.

Artikel ini akan membahas beberapa kebiasaan yang diam-diam menjadi pemicu utama Anda makan berlebihan, serta cara mengatasinya agar diet Anda bisa berjalan lebih efektif.

Dilansir dari laman Baseline, berikut adalah 7 kebiasaan yang memicu Anda untuk makan berlebihan:

1. Makan Tanpa Sadar

Sering kali kita makan dalam keadaan tidak fokus, misalnya sambil menonton TV, bermain ponsel, atau mengobrol. Tangan terus mengambil camilan dan sebelum kita sadar, makanan sudah habis. Kebiasaan ini berbahaya karena kita tidak memperhatikan jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh, sehingga lebih mudah makan berlebihan.

Untuk mengatasinya, mulailah mengonsumsi makanan dengan penuh kesadaran. Matikan TV, simpan ponsel, dan nikmati makanan Anda dengan fokus. Rasakan tekstur, aroma, dan rasa makanan di setiap suapan. Dengan cara ini, Anda akan lebih cepat merasa kenyang dan bisa mengontrol porsi makan dengan lebih baik.

2. Makan Terlalu Cepat

Ketika makan terburu-buru, tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk menyadari bahwa ia sudah kenyang. Otak membutuhkan sekitar 20 menit untuk menerima sinyal dari perut bahwa makanan sudah cukup. Jika Anda menghabiskan makanan dalam waktu singkat, kemungkinan besar Anda akan makan lebih banyak dari yang sebenarnya dibutuhkan.

Untuk mengatasinya, biasakan makan dengan perlahan. Kunyah makanan secara menyeluruh dan letakkan sendok atau garpu di antara setiap suapan. Dengan makan lebih lambat, Anda bisa menikmati makanan lebih baik dan menghindari kebiasaan makan berlebihan.

3. Menggunakan Piring dan Mangkuk Besar

Ukuran piring dan mangkuk yang Anda gunakan bisa memengaruhi jumlah makanan yang Anda konsumsi. Piring besar membuat porsi makanan terlihat kecil, sehingga Anda cenderung mengambil lebih banyak agar terlihat 'cukup'. Akibatnya, Anda makan lebih banyak dari yang sebenarnya dibutuhkan.

Sebaliknya, menggunakan piring dan mangkuk yang lebih kecil dapat menciptakan ilusi optik yang membuat makanan terlihat lebih banyak. Ini adalah trik sederhana namun efektif untuk membantu Anda mengontrol porsi makan tanpa merasa kekurangan.

4. Melewatkan Waktu Makan

Banyak orang berpikir bahwa melewatkan makan bisa membantu menurunkan berat badan, padahal kebiasaan ini justru bisa menyebabkan efek sebaliknya. Saat Anda melewatkan makan, tubuh masuk ke dalam 'mode kelaparan' dan menyimpan lebih banyak lemak sebagai cadangan energi. Selain itu, rasa lapar berlebihan akibat melewatkan makan dapat membuat Anda makan lebih banyak di waktu berikutnya.

Lebih baik makan secara teratur dengan porsi yang cukup untuk menjaga keseimbangan energi dalam tubuh.

5. Kurang Minum Air

Banyak orang salah mengartikan rasa haus sebagai rasa lapar, sehingga mereka mencari makanan padahal yang sebenarnya dibutuhkan tubuh hanyalah air. Ketika tubuh kekurangan cairan, Anda bisa merasa lemas dan ingin makan sesuatu untuk meningkatkan energi. Padahal, minum air yang cukup bisa membantu mengurangi rasa lapar palsu ini.

Minum segelas air sebelum makan juga bisa membantu mengisi perut sehingga Anda tidak makan terlalu banyak. Selain itu, hidrasi yang baik sangat penting untuk metabolisme tubuh, pencernaan, dan kesehatan secara keseluruhan. Jika merasa lapar di luar jam makan, cobalah minum air terlebih dahulu sebelum mengonsumsi makanan.

6. Makan Karena Emosi

Banyak orang makan bukan karena benar-benar lapar, tetapi karena ingin mengatasi emosi tertentu seperti stres, sedih, bosan, atau bahkan bahagia. Makanan sering dijadikan pelarian atau sebagai bentuk hadiah bagi diri sendiri. Mengonsumsi makanan karena emosi dapat menyebabkan kebiasaan makan berlebihan, terutama jika yang dikonsumsi adalah makanan tinggi gula dan lemak.

Untuk mengatasi kebiasaan ini, cobalah mencari cara lain untuk mengelola emosi, seperti berjalan-jalan, bermeditasi, menulis jurnal, atau berbicara dengan teman. Dengan menyadari penyebab sebenarnya dari keinginan makan, Anda bisa lebih bijak dalam mengontrol pola makan dan menghindari makan berlebihan.

7. Kurang Tidur Berkualitas

Kurang tidur bisa berdampak besar pada pola makan. Saat tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup, hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang menjadi tidak seimbang. Hormon ghrelin, yang merangsang nafsu makan, akan meningkat, sementara hormon leptin, yang memberi sinyal kenyang, akan berkurang. Akibatnya, Anda cenderung merasa lebih lapar dan lebih sulit mengontrol porsi makan.

Pastikan tidur cukup setiap malam, sekitar 7-9 jam, dan usahakan memiliki jadwal tidur yang teratur. Dengan tidur yang berkualitas, Anda bisa menjaga keseimbangan hormon dan mengontrol pola makan dengan lebih baik.

Editor : Candra Mega Sari
#makan berlebihan #kebiasaan #pemicu #diet