Mereka tidak selalu terlihat berbahaya, namun seringkali menjadi penyebab utama hubungan yang penuh drama dan menguras emosi. Dilansir dari Your Tango, berikut 5 tipe orang yang tanpa sadar dapat membawa kekacauan dalam kehidupan cinta Anda:
1. Orang yang Masih Terikat Hubungan dengan Orang Lain
Sering mendengar janji manis dari seseorang yang sudah memiliki pasangan, bahwa mereka akan segera menyelesaikan urusan dengan pasangannya saat ini? Sayangnya, situasi ini lebih sering berakhir dengan patah hati daripada kisah cinta sejati.
Mitzi Bockmann, seorang life coach, menegaskan bahwa seseorang yang belum benar-benar lajang pasti akan mengecewakan Anda, meskipun mereka telah berjanji tidak akan melakukannya. Langkah terbaik adalah menjauhi mereka dan biarkan mereka menyelesaikan hidupnya terlebih dahulu sebelum Anda mempertimbangkan untuk memulai hubungan.
2. Orang yang Belum Move On dari Hubungan Sebelumnya
Seseorang yang baru saja putus cenderung belum siap untuk membuka hati sepenuhnya. Anda bisa jadi hanya berfungsi sebagai pelarian emosional mereka, bukan pasangan yang setara. Mereka mungkin orang baik, tapi sayangnya, mereka belum selesai dengan masa lalu, dan Anda hanya menjadi pengisi kekosongan sementara.
Ciri-ciri rebound meliputi:
- Terlalu cepat ingin menjalin hubungan.
- Masih sering membicarakan mantan.
- Emosinya naik turun dan tidak stabil.
Berhati-hatilah agar Anda tidak hanya menjadi "tambalan luka" yang belum sembuh.
3. Orang yang Tidak Mandiri
Ini bukan tentang apakah mereka masih tinggal bersama orang tua, melainkan tentang ketergantungan secara emosional dan finansial. Mereka belum siap menjalani kehidupan dewasa dan sering membuat Anda merasa seperti orang tua, bukan pasangan.
Mereka mungkin menyenangkan, tapi jika mereka belum bisa bertanggung jawab atas hidupnya sendiri, hubungan Anda akan selalu terasa timpang. Anda membutuhkan rekan yang setara, bukan beban tambahan.
4. Si "Burung Patah Sayap" yang Ingin Anda Perbaiki
Orang yang sedang terluka seringkali menarik simpati. Namun, berhati-hatilah jika Anda merasa seperti penyelamat. Bisa jadi Anda menjalin hubungan bukan karena cinta, melainkan karena dorongan untuk "memperbaiki" mereka.
Sayangnya, dalam banyak kasus, Anda justru kehilangan diri sendiri dalam proses menyembuhkan orang lain. Hubungan yang sehat adalah tentang dua orang yang saling menguatkan, bukan satu pihak yang terus-menerus memperbaiki pihak lain.
5. Si Manipulatif Emosional
Mereka pandai memutarbalikkan fakta dan membuat Anda merasa bersalah atas hal yang sebenarnya bukan kesalahan Anda. Ciri-ciri mereka antara lain:
- Sering menyembunyikan kebenaran.
- Mengatakan Anda terlalu sensitif saat mereka menyakiti Anda.
- Selalu punya alasan untuk kesalahan yang mereka lakukan.
- Memutar cerita agar mereka selalu jadi korban.
Lisa Newman, seorang health coach, menyebut ini sebagai "semantic stop sign"—cara licik untuk menghentikan pembicaraan dan membuat Anda mempertanyakan validitas perasaan Anda sendiri.
Dalam cinta, intuisi dan kewaspadaan itu penting. Jangan hanya fokus pada rasa suka, perhatikan juga pola perilaku yang bisa merusak mental dan emosi Anda.
Editor : Candra Mega Sari