JawaPos.com – Melihat bulu kucing rontok di mana-mana bisa bikin panik, apalagi kalau sampai muncul pitak atau disertai garukan terus-menerus. Meski kerontokan bulu adalah proses alami, jika terjadi secara berlebihan, bisa jadi menandakan masalah kesehatan.
Lalu, apa saja penyebab bulu kucing bisa rontok parah? Berikut 15 penyebab yang paling umum menurut North Kenny Veterinary Hospital, Best Friends, dan Arrowhead Animal Hospital:
1. Infestasi Parasit seperti Kutu dan Tungau
Kutu atau tungau bisa membuat kucing merasa gatal luar biasa. Kucing jadi terus menggaruk atau menjilat area tertentu sampai bulunya rontok bahkan botak.
2. Alergi Makanan
Bahan makanan seperti ayam, ikan, atau biji-bijian bisa memicu alergi pada kucing. Gejalanya antara lain gatal-gatal, kulit meradang, dan kerontokan di wajah atau leher.
3. Alergi Lingkungan
Debu, serbuk sari, hingga bahan kimia rumah tangga juga bisa menyebabkan alergi. Biasanya disertai bersin, mata berair, atau telinga memerah.
4. Infeksi Jamur atau Bakteri
Kurap (ringworm) atau infeksi bakteri pada kulit bisa membuat area tertentu jadi merah, bersisik, dan botak. Perlu perawatan dari dokter hewan.
5. Stres atau Kecemasan
Kucing yang stres sering menjilat tubuhnya berlebihan (overgrooming), terutama di perut, paha, dan ekor. Ini disebut psychogenic alopecia.
Baca Juga: Jadwal Sholat di Sumedang Hari Sabtu 26 Juli 2025
6. Perubahan Lingkungan
Pindah rumah, datangnya hewan baru, atau perubahan rutinitas bisa membuat kucing stres dan memicu kerontokan.
7. Kekurangan Nutrisi
Makanan yang kurang bergizi membuat bulu mudah rontok. Kucing butuh protein, serta omega-3 dan omega-6 untuk kesehatan kulit dan bulunya.
8. Gangguan Hormon
Penyakit seperti hipertiroidisme atau Cushing’s syndrome dapat mengganggu keseimbangan hormon dan menyebabkan kerontokan tak biasa, terutama di area punggung dan pinggul.
9. Penyakit Sistemik
Masalah seperti diabetes atau gangguan ginjal bisa memengaruhi kebiasaan grooming kucing dan akhirnya memicu kerontokan.
10. Overgrooming
Jika kucing menjilat tubuhnya secara kompulsif, biasanya muncul area botak yang simetris, seperti di perut, paha dalam, atau kaki depan.
11. Usia
Semakin tua usia kucing, folikel rambutnya melemah, sehingga bulu jadi lebih tipis dan gampang rontok secara alami.
12. Faktor Genetik
Beberapa ras seperti Sphynx, Devon Rex, dan Cornish Rex memang cenderung memiliki bulu tipis atau mudah rontok karena faktor bawaan.
13. Masalah Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih bisa membuat kucing menjilat area genital secara berlebihan, hingga menyebabkan bulu rontok di sekitar area itu.
14. Kulit Kering
Udara dingin, AC, atau kurang kelembapan bisa bikin kulit kucing jadi kering dan gatal, lalu memicu kerontokan.
15. Produk Grooming yang Tak Cocok
Shampo dengan bahan keras atau tidak sesuai jenis kulit kucing bisa menyebabkan iritasi, gatal, dan akhirnya rontok.
Jika bulu kucing rontok disertai gejala lain seperti luka, muntah, diare, atau nafsu makan menurun, sebaiknya segera periksakan ke dokter hewan. Pemeriksaan seperti tes darah, tes alergi, atau tes kulit mungkin dibutuhkan untuk diagnosis lebih tepat.
Tips Mengurangi Kerontokan Bulu Kucing:
1. Berikan makanan bernutrisi lengkap, kaya protein dan lemak sehat.
2. Sisir bulu secara rutin dengan sisir khusus untuk angkat bulu mati.
3. Gunakan sampo hypoallergenic yang aman untuk kulit sensitif.
Ciptakan suasana rumah yang tenang untuk cegah stres.
4. Gunakan diffuser feromon seperti Feliway agar kucing lebih rileks.
Penyebab bulu kucing rontok sangat beragam, mulai dari hal sepele hingga masalah medis yang serius. Makin cepat kamu mengenali gejalanya, makin mudah pula menanganinya. Jadi, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter hewan kalau kamu khawatir dengan kondisi Si Mpus, ya! (*)
Editor : Siti Nur Qasanah