JawaPos.com - Hormon itu rumit. Di satu sisi, kamu sangat membutuhkannya agar tubuhmu bisa bekerja dengan normal karena hormon adalah 'pembawa pesan' yang mengatur segala hal, mulai dari pertumbuhan, emosi, energi, sampai metabolisme. Tapi di sisi lain, hormon juga bisa bikin tubuhmu seperti roller coaster, suasana hati naik-turun, muncul jerawat tiba-tiba, rambut jadi sulit diatur, dan masih banyak lagi.
Hormon seperti FSH dan LH, serta peran ovarium dan kelenjar adrenal, punya pengaruh besar bahkan sampai ke setiap sel dalam tubuhmu. Penelitian juga menunjukkan bahwa hormon bisa menyebabkan lima perubahan mengejutkan dalam penampilanmu. Dilansir dari laman Your Tango, yuk kenali satu per satu.
Baca Juga: Penelitian Terbaru: Orang dengan Golongan Darah Ini Terbukti Lebih Lambat Menua, Apa Rahasianya?
1. Kulitmu Bisa Tiba-Tiba Terlihat Glowing atau Sebaliknya
Pernah tidak kamu merasa kulitmu lagi bagus banget tanpa perawatan ekstra? Atau malah sebaliknya, tiba-tiba kusam dan berminyak padahal nggak ganti produk apa pun?
Hal ini bisa terjadi karena naik turunnya hormon. Di paruh pertama siklus menstruasi, misalnya, kadar estrogen meningkat dan bikin kamu lebih ekspresif secara verbal dan juga lebih bersinar secara fisik. Cahaya sehat yang sering terlihat saat kehamilan juga disebabkan oleh lonjakan progesteron yang juga meningkat di fase luteal (setelah ovulasi).
Fakta menariknya, di masa kamu paling subur, kulitmu memang cenderung lebih bercahaya dan kamu pun merasa lebih percaya diri. Alam memang seakan 'merancang' kamu agar merasa paling menarik saat masa subur.
2. Jerawat Datang Tanpa Diundang
Menurut dr. David E. Bank, hormon estrogen cenderung mengurangi jerawat, sementara progesteron malah merangsangnya. Saat hormon berfluktuasi seperti menjelang menstruasi kelenjar minyak di kulit bisa jadi terlalu aktif. Hasilnya? Produksi minyak meningkat, pori-pori tersumbat, dan jerawat pun muncul. Untungnya, terapi hormonal seperti pil KB dan spironolakton bisa membantu mengontrol efek hormon terhadap kulit.
3. Berat Badan Naik Padahal Pola Makan Sama Saja
Hormon tiroid, kortisol (hormon stres), leptin (hormon kenyang), dan ghrelin (hormon lapar) semuanya berperan besar. Misalnya, kalau hormon tiroidmu rendah (hipotiroidisme), metabolisme tubuh jadi melambat sehingga energi yang masuk lebih banyak disimpan sebagai lemak.
Sementara itu, kadar kortisol yang tinggi karena stres bisa membuat tubuh “berpikir” bahwa kamu sedang dalam masa sulit, jadi ia akan menyimpan cadangan energi lebih banyak. Tidur yang kurang juga bisa memperparah kondisi ini karena kadar ghrelin meningkat, membuat kamu merasa lapar terus.
4. Kulit Jadi Sangat Kering dan Gatal
Kulit yang kering mungkin kamu pikir hanya karena cuaca atau usia. Tapi ternyata hormon juga bisa jadi penyebabnya.
Hipotiroidisme bisa membuat kulitmu jadi sangat kering, bahkan terasa gatal dan mudah iritasi. Di usia menopause, penurunan kadar estrogen juga bisa menyebabkan kulitmu jadi lebih tipis, rapuh, dan makin kering. Jadi, bukan cuma soal pelembap kadang kamu juga perlu cek keseimbangan hormonmu.
5. Rambutmu Mulai Menipis dan Kehilangan Elastisitas
Kamu merasa rambutmu makin rontok, tipis, atau kehilangan kilau alaminya? Bisa jadi hormon berperan di baliknya. Hipotiroidisme sering jadi penyebab rambut rontok yang nggak wajar.
Tapi tidak hanya kekurangan vitamin, stres berkepanjangan, dan ketidakseimbangan hormon seperti estrogen dan testosteron juga bisa memicu kerontokan, terutama pola rambut rontok seperti pada pria dan wanita. Stres juga meningkatkan kadar kortisol, yang berdampak langsung ke siklus rambutmu.
Perubahan pada penampilanmu bukan semata soal perawatan luar. Hormon memainkan peran penting di balik kulit, berat badan, bahkan rambutmu. Jadi kalau kamu merasa ada yang berubah secara tiba-tiba dan tidak bisa dijelaskan, mungkin sudah saatnya kamu lebih memperhatikan keseimbangan hormonmu.