JawaPos.com - Kalau kamu Gen Z atau Milenial, besar kemungkinan kamu juga bagian dari tren ini. Menurut survei terbaru dari Jakpat, 88% generasi produktif ini menyatakan minat tinggi terhadap aktivitas pengembangan diri atau biasa dikenal self development.
Bukan cuma untuk karier, pengembangan diri dianggap penting secara personal. Mulai dari gaya hidup sehat sampai ikut kursus atau kerja paruh waktu, semuanya masuk dalam upaya upgrade diri.
Survei ini melibatkan 1549 responden dari kalangan Gen Z dan Milenial. Tujuannya jelas yakni menggali lebih dalam minat, tujuan, dan bentuk usaha yang mereka lakukan demi berkembang.
Hasilnya, 55% responden bilang mereka berencana mulai kegiatan pengembangan diri. Sedangkan 32% sudah melakukannya sekarang. Sisanya, sekitar 13%, mengaku belum tertarik sama sekali.
Menariknya, tiga dari lima orang menyebut mereka ingin menambah wawasan dan pengetahuan sebagai motivasi utama. Alasan lainnya, terutama di kalangan Milenial, adalah meningkatkan kualitas hidup dan skill.
Sementara itu, Gen Z cenderung tertarik untuk eksplorasi hal baru dan membangun kepercayaan diri. Mereka lebih aktif dan terbuka terhadap berbagai kursus atau pelatihan.
"Gen Z lebih aktif dalam aktivitas pengembangan diri dibanding Millenial. Mereka terbuka untuk mengeksplorasi berbagai kursus demi memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, dan membangun rasa percaya diri," ujar Farida Hasna, Lead Researcher Jakpat.
Di sisi lain, Milenial lebih fokus pada peningkatan kualitas hidup dan pengembangan profesional. Tantangan mereka adalah soal manajemen waktu yang sering jadi kendala.
Dalam konteks aktivitas yang lebih spesifik, 61% responden mengaku meningkatkan ibadah sebagai bentuk pengembangan diri. Praktik bersyukur (56%) dan hidup teratur (51%) juga cukup populer.
Ikut kursus jadi pilihan favorit lainnya, dengan 41% responden melakukannya. Menariknya, setengah dari pria rutin berolahraga, sementara dua dari lima perempuan memilih kerja paruh waktu.
Soal kursus, minatnya juga cukup tinggi. Sebanyak 45% Gen Z dan 37% Milenial menunjukkan ketertarikan ikut kursus yang menunjang pengembangan diri.
Jenis kursusnya pun beragam, bidang seperti bahasa asing, komputer, dan desain menarik minat 90% responden. Sementara itu, 70% tertarik kursus keterampilan seperti memasak, fotografi, atau menulis. Bahasa asing menjadi jenis kursus paling populer, diminati oleh setengah dari total responden atau sekitar 50%.
Kursus public speaking juga nggak kalah diminati. Secara keseluruhan, 48% responden menyatakan tertarik untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum.
Milenial banyak yang tertarik dengan kursus digital marketing, angkanya mencapai 56%. Sedangkan Gen Z lebih condong ke public speaking dengan persentase 54%.
"Minat terhadap kursus pengembangan diri menunjukkan bahwa generasi muda lebih selektif dalam memilih skill yang relevan dengan karier dan kehidupan mereka," tambah Hasna.
Soal sumber informasi, sosial media jadi andalan. Sekitar 40% responden mengandalkan iklan di platform seperti TikTok.
Buat Gen Z, TikTok jadi pilihan utama cari info seputar pengembangan diri. Entah dari akun resmi penyedia kursus (26%) atau dari profesional dan reviewer (30%).
Sementara itu, satu dari tiga Milenial lebih percaya rekomendasi teman atau keluarga. Jalur tradisional ini masih dianggap ampuh untuk cari referensi terpercaya. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah