JawaPos.com - Bagi sebagian orang, minum kopi justru membuat mereka merasa mengantuk, bukannya segar. Menurut Hayley Miller, seorang ahli gizi bersertifikat dari Physician's Choice di Denver, hal ini bisa terjadi karena tubuh setiap orang memproses kafein dengan cara yang berbeda.
Faktor genetik, seberapa sering kita mengonsumsi kopi, bahkan kondisi kesehatan tertentu bisa mengubah efek kafein yang biasanya bikin melek jadi sebaliknya. Dilansir dari laman Well and Good, Senin (21/4), yuk kita bahas lebih lanjut penjelasannya.
1. Tubuh Sudah Terbiasa dengan Kafein
Kalau kamu rutin minum kopi setiap hari, tubuhmu bisa jadi sudah terbiasa dengan kafein. Amy Brownstein, ahli gizi dari MyNetDiary, menjelaskan bahwa orang yang sering mengonsumsi kafein bisa menjadi kurang peka terhadap efeknya.
Artinya, satu cangkir kopi yang dulu terasa ‘nendang’, kini mungkin tidak lagi berpengaruh. Malah, kamu butuh lebih banyak kopi untuk bisa merasa segar. Tapi ini bisa jadi bumerang, karena semakin banyak konsumsi bisa memperparah toleransi atau bahkan mengganggu tidurmu.
2. Efek Rebound
Sepanjang hari, otak kita menghasilkan senyawa bernama adenosin yang membuat kita merasa mengantuk saat jumlahnya menumpuk. Kafein bekerja dengan menghalangi reseptor adenosin itu, jadi kita merasa lebih terjaga.
Tapi, saat efek kafein hilang, semua adenosin yang ‘tertahan’ bisa langsung menyerbu otak sekaligus. Hasilnya? Rasa kantuk datang dengan cepat. Bahkan, jika kamu sering minum kopi, otakmu bisa membentuk lebih banyak reseptor adenosin, membuatmu makin sensitif terhadap rasa kantuk saat kafein habis.
3. Masalah Tidur yang Lebih Dalam
Kadang, rasa ngantuk setelah minum kopi justru menjadi petunjuk bahwa ada gangguan tidur yang belum terdeteksi, seperti sleep apnea. Menurut Dr. William Lu, pakar tidur dari Dream Health, kalau kamu selalu merasa lelah meski sudah minum kopi, mungkin ada hal lain yang perlu diperiksa lebih dalam oleh spesialis tidur.
4. Dehidrasi
Kafein punya efek diuretik ringan, artinya bisa membuat kamu lebih sering buang air kecil. Walau efek dehidrasi dari kopi masih diperdebatkan, jika kamu kurang minum air, konsumsi kopi bisa memperburuk kondisi tubuh yang kekurangan cairan. Dan salah satu tanda dehidrasi adalah rasa lelah.
Jadi kalau kamu mulai ngantuk setelah minum kopi kedua, bisa jadi itu bukan karena kopinya, tapi karena tubuhmu haus.
5. Gula dan Efek Crash
Banyak orang menikmati kopi dengan tambahan krimer manis, sirup, atau gula. Meski rasanya nikmat, tambahan gula ini bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang diikuti dengan penurunan drastis (sugar crash). Saat gula darah turun, kamu bisa merasa lesu dan mengantuk. Jadi, rasa ngantukmu mungkin bukan karena kopinya, tapi karena terlalu banyak gula di dalamnya.
6. Stres yang Menumpuk
Ketika kamu stres, tubuhmu secara alami memproduksi hormon adrenalin. Ini adalah stimulan alami, jadi tubuh sudah dalam kondisi siaga. Saat kamu menambahkan kopi ke dalam situasi ini, kamu sebenarnya sedang menumpuk efek stimulan. Awalnya kamu mungkin merasa sangat waspada, tapi setelah efeknya reda, tubuh bisa terasa semakin lelah karena energi sudah terkuras habis.
7. Gangguan Pola Tidur
Penelitian menunjukkan bahwa kafein bisa membuat tidur jadi lebih sulit dan kualitasnya menurun. Meski begitu, orang yang rutin minum kopi biasanya tidak terlalu terpengaruh selama mereka tidak minum kopi terlalu dekat dengan jam tidur (idealnya 4–6 jam sebelumnya).
Namun, rata-rata orang yang minum kafein kehilangan sekitar 45 menit waktu tidur dan cenderung sering terbangun di malam hari. Tidurnya pun lebih dangkal, sehingga walaupun tidur cukup lama, tetap merasa lelah saat bangun. Brownstein menyebut ini sebagai "siklus setan" kamu lelah, lalu minum kopi, tapi tidur jadi terganggu, dan besoknya makin lelah, lalu butuh kopi lagi.
8. Gejala Putus Kafein
Mengurangi konsumsi kopi secara tiba-tiba, atau bahkan hanya menunda jadwal minum kopi biasa, bisa memicu gejala putus kafein. Gejalanya mirip seperti kelelahan dan mengantuk. Gejala ini bisa muncul dalam 12–24 jam setelah kamu mengurangi asupan kafein.
Kalau kamu biasanya minum kopi beberapa kali sehari tapi tiba-tiba menguranginya, rasa kantuk itu mungkin bukan dari kopinya, melainkan dari gejala withdrawal.
9. Metabolisme Kafein yang Cepat
Faktor genetik juga berperan. Beberapa orang memiliki gen yang memproses kafein dengan sangat cepat. Artinya, efek kopi akan lebih cepat hilang dari tubuh mereka, dan mereka kembali merasa mengantuk lebih cepat daripada orang lain.
Cara Lain untuk Tetap Berenergi tanpa Kopi
Jika kopi membuatmu ngantuk, para ahli punya beberapa tips alami untuk meningkatkan energi tanpa harus bergantung pada kafein:
- Tidur yang Berkualitas – Pastikan kamu cukup tidur setiap malam, karena energi alami dimulai dari sana.
- Jaga Rutinitas Tidur – Tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, hindari layar menjelang tidur, dan buat suasana kamar yang nyaman.
- Cukupi Cairan Tubuh – Rasa lelah bisa jadi pertanda tubuh kekurangan air. Jadi, jangan lupa minum air putih.
- Berjemur dan Bergerak – Luangkan waktu di luar ruangan, jalan-jalan sebentar sambil menikmati sinar matahari bisa bikin semangat meningkat.
- Ganti Kopi dengan Teh – Teh hijau atau teh hitam mengandung kafein lebih rendah dan bisa memberi dorongan energi yang lebih lembut.
- Makan Seimbang – Konsumsi makanan dengan karbohidrat kompleks dan protein agar energi stabil sepanjang hari.
- Kurangi Gula Tambahan – Hindari terlalu banyak pemanis dalam kopi atau makanan agar terhindar dari sugar crash.
- Tidur Siang Singkat – Cobalah power nap 20 menit jika tubuh benar-benar butuh istirahat, tapi jangan sampai menggantikan tidur malam.
- Jangan Minum Kopi Menjelang Tidur – Batasi konsumsi kafein setidaknya 9 jam sebelum tidur. Hindari juga suplemen tinggi kafein menjelang malam.
- Kurangi Kopi cecara Bertahap – Kalau ingin mengurangi kopi, lakukan perlahan agar terhindar dari gejala withdrawal seperti sakit kepala atau kelelahan.
Baca Juga: Apakah Aman Minum Kopi saat Sahur? Begini Kata Dokter Tirta!
Editor : Candra Mega Sari