JawaPos.com - Meningkatkan karier membutuhkan energi—baik secara fisik maupun mental. Namun, jika Anda sering merasa lelah dan tidak bersemangat, bisa jadi ada kebiasaan yang tanpa disadari menguras energi Anda.
Beberapa kebiasaan ini mungkin tampak sepele, tetapi jika dibiarkan terus-menerus, bisa menghambat produktivitas dan membuat Anda sulit mencapai potensi terbaik dalam pekerjaan.
Dilansir dari laman Geediting, Jumat (21/02), berikut adalah 9 kebiasaan buruk yang sebaiknya Anda tinggalkan agar karier bisa lebih maju tanpa rasa lelah yang berkepanjangan.
1. Mengabaikan Kesehatan Fisik
Banyak orang berpikir bahwa kesehatan fisik tidak ada hubungannya dengan karier. Faktanya, kondisi fisik sangat berpengaruh terhadap tingkat energi dan produktivitas.
Kurang tidur, pola makan tidak sehat, serta jarang berolahraga bisa membuat tubuh terasa lemas dan kurang fokus dalam bekerja. Bayangkan tubuh seperti mesin; jika tidak dirawat dan diberi bahan bakar yang tepat, maka performanya akan menurun.
Mulailah dengan pola hidup sehat: tidur cukup, konsumsi makanan bergizi, dan rutin berolahraga agar energi tetap stabil dan karier semakin berkembang.
2. Terlalu Banyak Pekerjaan dalam Daftar To-Do List
Memaksakan diri untuk menyelesaikan banyak tugas sekaligus sering kali justru berujung pada stres dan kelelahan. Banyak profesional ambisius berpikir bahwa semakin banyak yang dilakukan, semakin cepat mereka sukses. Namun, ini bisa berdampak sebaliknya.
Terlalu banyak tugas membuat Anda terus terburu-buru dan tidak memiliki waktu untuk istirahat. Akibatnya, energi cepat habis dan produktivitas menurun. Coba prioritaskan tugas yang paling penting dan lakukan dengan lebih fokus agar hasilnya lebih optimal.
3. Melewatkan Waktu Istirahat
Sering kali, ketika pekerjaan menumpuk, kita memilih untuk melewatkan istirahat dengan harapan bisa menyelesaikan lebih banyak tugas. Padahal, otak manusia tidak dirancang untuk bekerja tanpa henti.
Otak bekerja dalam siklus 90–120 menit yang disebut ultradian rhythm. Setelah periode tersebut, fokus dan energi mulai menurun. Jika Anda terus memaksakan diri tanpa istirahat, energi akan terkuras lebih cepat dan hasil kerja tidak maksimal.
Cobalah untuk mengambil jeda setiap 90 menit. Gunakan waktu ini untuk meregangkan tubuh, berjalan sebentar, atau sekadar menarik napas dalam-dalam agar energi kembali segar.
4. Mengabaikan Waktu Pribadi
Dalam mengejar karier, banyak orang mengorbankan waktu pribadi mereka. Padahal, bekerja terus-menerus tanpa waktu untuk diri sendiri dapat menyebabkan burnout.
Waktu pribadi bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan. Meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang Anda sukai, seperti membaca, berkebun, atau sekadar bersantai, dapat membantu mengisi ulang energi dan meningkatkan kebahagiaan.
Menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi sangat penting agar Anda tetap produktif dan bersemangat dalam mencapai tujuan karier.
5. Terlalu Banyak Mengonsumsi Kafein
Banyak orang mengandalkan kopi untuk tetap berenergi sepanjang hari. Namun, konsumsi kafein yang berlebihan bisa berakibat buruk bagi tubuh.
Meskipun kafein memberikan dorongan energi sementara, efeknya bisa berbalik menjadi kelelahan yang lebih besar setelahnya. Selain itu, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan tidur, kegelisahan, dan menurunkan konsentrasi.
Cobalah untuk mengurangi konsumsi kafein dan menggantinya dengan alternatif yang lebih sehat, seperti air putih atau teh herbal, agar energi tetap stabil sepanjang hari.
6. Mengabaikan Kesehatan Emosional
Dalam kesibukan mengejar karier, sering kali kita mengabaikan kesehatan emosional. Padahal, menekan perasaan atau mengabaikan stres justru bisa menguras energi lebih cepat.
Menjaga kesehatan emosional sangat penting untuk menjaga produktivitas. Jika merasa cemas atau tertekan, luangkan waktu untuk berbicara dengan orang terdekat atau mencari bantuan profesional jika diperlukan.
7. Tidak Menetapkan Batasan
Banyak pekerja yang merasa harus selalu siap sedia, bahkan di luar jam kerja. Hal ini bisa membuat Anda kelelahan dan kehilangan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional.
Menetapkan batasan, seperti tidak mengecek email kerja di malam hari atau menetapkan jam kerja yang jelas, dapat membantu menjaga energi dan mengurangi stres berlebihan.
8. Multitasking Berlebihan
Multitasking sering dianggap sebagai cara untuk bekerja lebih efisien. Namun, berpindah-pindah dari satu tugas ke tugas lain justru membuat otak lebih cepat lelah dan produktivitas menurun.
Lebih baik fokus pada satu tugas dalam satu waktu. Teknik ini, yang disebut single-tasking, terbukti lebih efektif dalam meningkatkan produktivitas dan menghemat energi.
9. Mengabaikan Tanda-Tanda Burnout
Burnout adalah kondisi kelelahan fisik dan mental yang dapat berdampak serius pada karier dan kesehatan. Jika Anda sering merasa lelah, tidak termotivasi, atau kurang puas dengan pekerjaan, bisa jadi Anda mengalami burnout.
Jangan abaikan tanda-tanda ini. Luangkan waktu untuk beristirahat, cari dukungan, dan evaluasi kembali keseimbangan kerja agar tetap sehat dan produktif.
Dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan di atas, Anda bisa menjaga energi tetap tinggi dan memastikan perjalanan karier berjalan dengan lebih lancar. Prioritaskan kesehatan fisik dan mental agar dapat mencapai kesuksesan yang lebih besar!
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah