Ternyata hipoglikemia tidak hanya dialami oleh penderita diabetes. Individu yang memiliki riwayat penyakit ginjal, atau hati, serta mereka yang melakukan aktivitas fisik berat secara berulang, juga dapat berisiko mengalami kondisi ini.
Berdasarkan penelitian berjudul 'Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Kadar Glukosa Darah pada Mahasiswa Prodi Gizi FIK UNM', yang dilakukan oleh Sarifin, Rusli, dan Darul Husnul pada jurnal ojs.unm.ac.id, menemukan bahwa aktivitas fisik dapat mempengaruhi kadar glukosa dalam darah. Ketika kondisi tubuh tidak dapat memenuhi kadar glukosa akibat aktivitas fisik yang berlebihan, maka kadar glukosa tubuh akan menurun dan dapat berisiko hipoglikemia.
Melansir dari laman p2ptm.kemkes.go.id, beberapa gejala umum yang muncul pada penderita hipoglikemia adalah rasa lelah, kepala pusing, wajah pucat, bibir kesemutan, badan gemetar, berkeringat, jantung berdebar-debar, merasa lapar, sulit berkonsentrasi, dan mudah marah. Sedangkan resiko terburuk dari hipoglikemia adalah kejang, gangguan jantung, pingsan, koma, bahkan dapat berujung kematian
Untuk menghindari resiko fatal akibat hipoglikemia, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan. Melansir dari laman hackensackmeridianhealth.org, berikut ini adalah cara-cara efektif untuk mencegah hipoglikemia.
1. Kurangi Aktivitas yang Berat
Cara menghindari hipoglikemia adalah mengurangi pekerjaan fisik yang berat. Aktivitas fisik di lapangan dapat memicu tubuh untuk mengeluarkan banyak energi. Aktivitas berat yang dilakukan secara terus menerus tanpa jeda, seperti mengangkat galon, mengangkat perabot berat, mencangkul, menanam, berdiri lama di luar, menaiki tangga dengan membawa barang besar, dapat berisiko menyebabkan hipoglikemia. Beri jeda istirahat pada tubuh Anda untuk mengurangi penurunan gula darah yang ekstrem.
2. Jangan Lewatkan Makan Malam
Konsumsi makanan dapat membantu kadar gula darah Anda menjadi stabil. Apabila Anda melewatkan makan, maka dapat memicu hipoglikemia malam terutama pada pasien diabetes. Anda bisa memantau kadar glukosa Anda setiap malam. Jika kadar gula Anda mendekati 70 mg/dL saat tidur maka Anda berisiko mengalami hipoglikemia malam hari.
3. Konsumsi Glukosa
Apabila kondisinya cukup ringan Ada hanya perlu memberikan makanan atau minuman berkadar gula tinggi seperti teh manis atau jus buah. Mengkonsumsi makanan manis seperti permen, lollipop, madu, sirup, kurma, teh manis, ataupun tablet glukosa dapat menjadi solusi mengobati kadar gula darah yang turun akibat hipoglikemia. Penting bagi Anda untuk membawa setidaknya permen atau snack yang mengandung karbohidrat kompleks seperti roti gandum atau crackers selai kacang, untuk berjaga-jaga apabila Anda mengalami hipoglikemia.
Selain itu, sarapan karbohidrat kompleks seperti gandum, oatmeal dengan madu, dan kacang-kacangan dapat membantu menaikkan gula darah dengan stabil. Apabila Anda sudah merasakan gejala hipoglikemia, maka segera konsumsi makanan yang mengandung glukosa atau 15 gram karbohidrat, kemudian tunggu selama 15 menit. Apabila kadar gula belum stabil atau kurang dari 70 mg/dL , ulangi konsumsi makanan manis hingga stabil.
4. Konsumsi Jus Buah
Apabila Anda sudah terlanjur mengalami hipoglikemia karena aktivitas fisik yang berlebih, maka solusi untuk menaikkan kadar gula darah Anda selain mengkonsumsi makanan yang manis, Anda dapat meminum 4 ons jus buah setiap 15 menit, sampai kadar gula darah Anda mencapai lebih dari 70 mg/dL.
5. Sesuaikan Rutinitas Olahraga
Sesuaikan aktivitas fisik sesuai dengan tubuh Anda, dengan memilih aktivitas olahraga yang sesuai. Perlu diperhatikan olahraga seperti berlari marathon, berenang, dan berlari di treadmill dapat menurunkan gula darah. Sebagai pemula, Anda bisa mengambil olahraga anaerobik (basket, sepakbola, lompat tali, sprint, atau angkat beban) sebelum nantinya beralih pada olahraga aerobik. Tips berikutnya, sebelum berolahraga periksa kadar gula darah Anda. jika kadar gula darah berada di bawah 80 mg/dL, maka konsumsi setidaknya 10-15 gram karbohidrat, seperti ¾ apel sebelum berolahraga, kemudian 10-15 gram setelahnya.
6. Memahami Faktor Resiko
Orang dewasa dan orang tua yang memiliki penyakit ginjal, hati, atau diabetes berpotensi lebih tinggi untuk mengalami hipoglikemia. Sesuaikan aktivitas fisik dengan kemampuan Anda, dan apabila kondisinya sudah sangat parah hubungi dokter untuk penanganan.
Editor : Candra Mega Sari