Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Penelitian Terbaru: Orang dengan Golongan Darah Ini Terbukti Lebih Lambat Menua, Apa Rahasianya?

Khairunnisa Al-Araf • Kamis, 20 Februari 2025 | 18:40 WIB

Ilustrasi orang dengan golongan darah yang lebih lambat menua
Ilustrasi orang dengan golongan darah yang lebih lambat menua
JawaPos.com - Awet muda menjadi impian semua manusia, baik pria maupun wanita. Tak heran jika banyak dokter kecantikan menawarkan teknologi anti-aging untuk memperlambat proses penuaan. 

Meski demikian, penuaan tetap merupakan proses alami yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk genetika dan gaya hidup. Menariknya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa golongan darah juga dapat berperan dalam menentukan seberapa cepat seseorang menua. 

Temuan ini membuka wawasan baru mengenai hubungan antara faktor biologis dan proses penuaan. Lantas, golongan darah manakah yang dikaitkan dengan penuaan yang lebih lambat dan apa rahasia di balik fenomena ini?

Golongan Darah dan Penuaan

Dilansir dari laman Earth.com, Kamis (20/2), Tony Wyss-Coray dari Stanford University telah melakukan penelitian panjang mengenai faktor darah dan kaitannya dengan proses penuaan. 

Penelitiannya menemukan bahwa individu dengan golongan darah B mungkin memiliki tingkat penuaan yang lebih lambat dibandingkan golongan darah lainnya.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Dr. Daniel Belsky dan Dr. Terrie Moffitt dari Duke University turut memperkuat temuan ini. Dilansir dari laman National Institutes of Health mereka mengembangkan metode "speedometer penuaan" yang mengukur perubahan biologis pada tubuh seiring bertambahnya usia. 

Dengan menganalisis metilasi DNA dan berbagai biomarker dalam darah, mereka menemukan bahwa orang dengan tingkat penuaan lebih cepat memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit kronis dan kematian dini.

Menariknya, penelitian Blesky menemukan bahwa penuaan di setiap organ tubuh dapat terjadi dengan kecepatan yang berbeda. Bahkan, kadar protein tertentu dalam darah dapat menjadi indikator percepatan atau perlambatan penuaan seseorang. 

Hal ini semakin menegaskan bahwa darah memainkan peran penting dalam proses penuaan. Jika penelitian Belsky menyoroti bagaimana kadar protein dalam darah dapat memperlambat penuaan, Wyss-Coray menyoroti bagaimana darah dapat memberikan petunjuk penting tentang kerusakan tubuh seiring bertambahnya usia.

Lalu, bagaimana bisa golongan darah B menjadi golongan darah yang lebih lambat menua?

Memahami Golongan Darah B

Menurut Wyss-Coray, golongan darah ditentukan oleh penanda khusus pada sel darah merah serta antibodi yang beredar dalam aliran darah. Dalam sistem ABO, individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dan menjadi rahasia mengapa mereka bisa lebih lambat menua.

Hanya sekitar 10% populasi dunia yang memiliki golongan darah ini. Para peneliti telah meneliti apakah penanda unik ini berkontribusi pada efisiensi metabolisme yang lebih baik, yang memungkinkan individu dengan golongan darah B menua lebih lambat.

Faktor Panjang Umur

Para ilmuwan telah lama meneliti hubungan antara golongan darah dan usia panjang. Selain Wyss-Coray, penelitian lain juga dilakukan oleh Shimizu dan kolega dari Tokyo pada tahun 2004 menyimpulkan bahwa golongan darah B mungkin memiliki keterkaitan dengan umur panjang yang luar biasa.

Beberapa teori bahkan menunjukkan bahwa individu dengan golongan darah B memiliki mekanisme regenerasi sel yang lebih baik. Selain itu, tubuh mereka cenderung lebih efisien dalam menangani stres metabolik, yang dapat melindungi mereka dari penyakit terkait usia.

Potensi Risiko

Meski demikian, orang dengan golongan darah B tidak sepenuhnya kebal terhadap risiko kesehatan menurut Wyss-Coray. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mereka memiliki kemungkinan sedikit lebih tinggi mengalami masalah kardiovaskular.

Namun, pola makan sehat, olahraga teratur, dan manajemen stres dapat membantu mengurangi risiko ini. Selain itu, individu dengan golongan darah B juga dikaitkan dengan sensitivitas emosional yang lebih tinggi, sehingga memerlukan sistem pendukung yang kuat untuk menjaga kesehatan mental mereka.

Wawasan tentang Penuaan Organ

Lebih lanjut, bukti lain yang bermunculan juga semakin menunjukkan bahwa penuaan terjadi secara tidak merata di berbagai bagian tubuh. Beberapa organ dapat mengalami penuaan lebih cepat dibandingkan yang lain sebagaimana yang ditemukan oleh Belsky dan Moffit, sehingga meningkatkan risiko penyakit meskipun seseorang tampak sehat secara keseluruhan.

Sebuah studi besar lain juga dijelaskan oleh Wyss-Coray yang melibatkan lebih dari 5.000 sukarelawan mengukur usia biologis 11 organ dengan menganalisis lebih dari 4.000 protein dalam darah. Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 20% populasi mengalami penuaan yang dipercepat di setidaknya satu organ.

Metode yang ada saat ini biasanya mengukur perubahan epigenetik pada DNA untuk memprediksi penuaan secara keseluruhan. Namun, metode ini sering memerlukan sampel jaringan, yang sulit diperoleh dari setiap organ.

Darah, di sisi lain, lebih mudah diakses dan dapat memberikan gambaran tentang tingkat protein yang terkait dengan berbagai sistem internal. Dengan bantuan pembelajaran mesin, ribuan protein dalam darah dapat dianalisis untuk mengidentifikasi organ mana yang mungkin menua lebih cepat dari yang seharusnya. Informasi ini dapat digunakan untuk merancang strategi yang lebih personal dalam memperlambat penuaan.

Pertimbangan Praktis

Mengetahui bahwa suatu organ menua lebih cepat sebelum gejala muncul terdengar menarik, tetapi juga menimbulkan pertanyaan penting.

Mengetahui bahwa seseorang memiliki risiko tinggi terhadap penyakit ginjal atau jantung bisa mendorong kewaspadaan ekstra, tetapi juga bisa memicu kecemasan jika tidak ada obat langsung untuk kondisi tersebut.

Para ahli merekomendasikan pendekatan yang seimbang: menggunakan informasi ini sebagai alat pencegahan. Untuk individu dengan golongan darah B, pemeriksaan kardiovaskular yang lebih ketat mungkin merupakan ide yang baik, selain mengelola tingkat stres yang dapat memengaruhi kesejahteraan emosional mereka.

Meskipun statistik penelitian dari ahli dapat memberikan wawasan berharga, kenyataannya kebiasaan sehari-hari tetap menjadi faktor utama dalam menerapkan temuan ini dalam kehidupan nyata. 

Pola makan yang baik, aktivitas fisik, istirahat yang cukup, serta menjalin hubungan sosial yang sehat semuanya berperan dalam menjaga keseimbangan kesehatan fisik dan emosional.

Penelitian ini semakin memperjelas bahwa golongan darah tidak hanya berperan dalam transfusi darah, tetapi juga dalam bagaimana tubuh kita menua dan bagaimana kita dapat mengoptimalkan kesehatan kita seiring bertambahnya usia.

Pada akhirnya, penelitian terbaru ini memang menunjukkan bahwa golongan darah B mungkin memiliki faktor biologis yang membantu memperlambat proses penuaan. Meski demikian, gaya hidup sehat tetap menjadi kunci utama untuk menjaga tubuh tetap awet muda seiring bertambahnya usia.

Rahasia penuaan lebih lambat pada individu dengan golongan darah ini masih terus diteliti oleh para ahli. Namun, memahami hubungan antara golongan darah dan kesehatan dapat menjadi wawasan berharga dalam upaya memperpanjang usia dan meningkatkan kualitas hidup.

Editor : Candra Mega Sari
#penelitian #penuaan #golongan darah b #golongan darah