JawaPos.com - Banyak yang beranggapan bahwa produk dari supermarket adalah pilihan yang baik untuk kesehatan. Namun, tak sedikit makanan yang terlihat sehat ternyata dapat membawa risiko kesehatan yang serius.
Dikutip dari dailymail.co.uk pada Senin (17/2), Dr. Naheed Ali, seorang dokter yang tinggal di Turki sekaligus kontributor senior di Klinik Vera, mengungkapkan bahwa beberapa makanan tersebut dapat memicu peradangan kronis dan gangguan pencernaan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk gangguan jantung dan beberapa jenis kanker.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pola makan berperan sebagai faktor risiko utama dalam kasus kanker. Sekitar empat dari 10 kasus kanker diduga terkait dengan gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan yang buruk dan kurangnya aktivitas fisik.
Dr. Ali juga menekankan pentingnya mempertimbangkan dampak jangka panjang dari makanan yang dikonsumsi. Ia menyarankan para pembeli untuk lebih selektif dalam memilih produk dan memahami bagaimana makanan tersebut dapat memengaruhi kesehatan mereka di masa mendatang.
Ada lima jenis produk yang sering dianggap sehat, tetapi sebenarnya tidak. Dr. Ali mengaku selalu menghindari produk-produk ini saat berbelanja di supermarket. Lima produk yang dimaksud, antara lain:
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Zodiak Leo yang Belum Banyak Diketahu, Salah Satunya Setia seperti Singa
1. Yogurt Berperisa
Yogurt dengan rasa buah atau tambahan lain sering dianggap sebagai sarapan atau camilan sehat. Akan tetapi, yogurt jenis ini kerap kali mengandung gula tambahan yang tinggi. Gula tersembunyi ini dapat mengganggu bakteri baik dalam usus dan meningkatkan risiko masalah kesehatan.
Mikrobioma usus yang tidak sehat telah dikaitkan dengan peradangan yang lebih tinggi dan risiko kanker usus, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
2. Protein Bar Olahan
Protein bar sering dipilih sebagai camilan praktis bagi mereka yang aktif atau ingin meningkatkan asupan protein. Namun, banyak varian olahan justru mengandung gula tambahan dan aditif buatan yang kurang baik bagi kesehatan.
Kandungan gula tambahan dan aditif dapat berdampak negatif jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk lebih selektif dalam memilih produk dan membatasi konsumsi gula serta bahan tambahan buatan.
3. Minyak Sayur
Minyak sayur, seperti minyak bunga matahari dan kanola, umum digunakan dalam masakan sehari-hari. Namun, beberapa ahli kesehatan memperingatkan tentang potensi risiko minyak sayur tertentu. Minyak ini diduga terkait dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker. Minyak sayur tertentu sebaiknya dibatasi penggunaannya dalam memasak.
4. Alternatif Daging Vegan
Produk alternatif daging vegan semakin populer sebagai pilihan makanan sehat dan ramah lingkungan. Meskipun demikian, beberapa produk vegan olahan tinggi garam dan bahan tambahan lain. Kandungan garam dan aditif yang tinggi dapat mengurangi manfaat kesehatan dari produk vegan tersebut. Penting untuk membaca label nutrisi produk vegan dengan cermat.
5. Tambahan Gula dan Aditif Buatan
Secara umum, makanan yang mengandung tambahan gula dan aditif buatan perlu diwaspadai. Bahan-bahan ini sering kali tersembunyi dalam produk-produk yang dipasarkan sebagai 'sehat'. Konsumsi rutin makanan dengan kandungan gula dan aditif tinggi dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk lebih teliti dalam memilih makanan.
Dokter tersebut menyarankan untuk lebih selektif dalam memilih makanan 'sehat' di supermarket. Membaca label nutrisi dan kandungan bahan menjadi langkah penting.
Dengan demikian, kita dapat membuat pilihan makanan yang benar-benar menyehatkan dan terhindar dari risiko penyakit. Pilihlah makanan yang alami dan minim proses untuk kesehatan yang optimal.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah