Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

10 Tanda Komunikasi Buruk yang Diam-Diam Merusak Hubungan, Salah Satunya Sering Mengkritik dan Menghindar

Khairunnisa Al-Araf • Kamis, 13 Februari 2025 | 17:00 WIB
Ilustrasi tanda komunikasi buruk yang diam-diam merusak cinta
Ilustrasi tanda komunikasi buruk yang diam-diam merusak cinta

JawaPos.com - Komunikasi yang buruk dalam sebuah hubungan dapat membawa dampak negatif yang tidak disadari. Kebiasaan mengkritik pasangan secara terus-menerus dan menghindari pembicaraan penting merupakan 2 dari 10 tanda komunikasi yang buruk yang bisa merusak hubungan. 

Dilansir dari laman The Black Swan, Rabu (12/2), Don Fieselman, seorang instruktur dan pelatih personal relationship di The Black Swan Group, melalui laman resminya menjelaskan bahwa komunikasi yang buruk dapat menyebabkan kegagalan dalam menyampaikan emosi dalam hubungan.

"Emosi negatif kemudian menjadi seperti jamur. Awalnya tidak terlihat, tetapi kemudian membusuk dan berkembang. Karena emosi negatif yang tidak terselesaikan tidak pernah mati, mereka terus ada bahkan setelah masalah utama berlalu. Korban terbesar dari situasi ini adalah hubungan itu sendiri," jelas Don.

Lebih lanjut, Don juga mengungkapkan bahwa kebiasaan dan distraksi digital menjadi faktor utama dalam buruknya komunikasi dalam hubungan saat ini. "Kita telah dikondisikan untuk berbicara dengan orang lain dengan cara tertentu sepanjang hidup kita. Komunikasi menjadi transaksional. Namun, di era digital ini, komunikasi tertulis sering kali disalahartikan dan tidak selalu diterima dengan baik. Hal ini membuat hubungan semakin sulit," tambah Don.

Lalu, apa saja tanda komunikasi buruk yang dapat merusak hubungan secara diam-diam? Mengutip dari laman SimplyPsychology, Anna Drescher, seorang hipnoterapis, menjelaskan ada 10 tanda yang sebaiknya diwaspadai dalam hubungan. 

1. Kurangnya Kemampuan Mendengarkan

Kurangnya kemampuan mendengarkan dalam hubungan dapat menyebabkan pasangan merasa tidak dihargai. Ketika seseorang lebih fokus pada ponselnya saat pasangannya berbicara, hal ini menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif tidak terjadi. Tanpa adanya perhatian penuh, hubungan dapat mengalami ketegangan dan kehilangan keintiman emosional. 

2. Gaya Komunikasi yang Tidak Sehat

Gaya komunikasi yang tidak sehat, seperti pasif, agresif, atau pasif-agresif, dapat menciptakan ketidakseimbangan dalam hubungan. Pasangan yang merasa tidak nyaman atau takut untuk berbicara akan kesulitan mengekspresikan perasaannya secara jujur. Akibatnya, hubungan menjadi tegang dan penuh dengan kesalahpahaman.

3. Kritik Berlebihan

Kritik berlebihan terhadap pasangan dapat memicu perasaan defensif dan sakit hati dalam hubungan. Ketika kritik diberikan tanpa solusi yang membangun, pasangan bisa kehilangan rasa percaya diri dan merasa tidak dihargai. Jika terus berlanjut, hal ini dapat merusak kepercayaan dan memperlebar jarak emosional yang diam-diam merusak cinta yang telah terbangun. 

4. Sikap Defensif

Sikap defensif dalam komunikasi membuat seseorang lebih fokus pada membela diri daripada memahami sudut pandang pasangan. Akibatnya, konflik dalam hubungan semakin sulit diselesaikan dan berpotensi menimbulkan perasaan frustrasi. Jika tidak diatasi, sikap ini bisa menciptakan jurang pemisah antara pasangan.

5. Sikap Merendahkan (Contempt)

Sikap merendahkan dalam hubungan dapat mengikis rasa hormat dan kasih sayang antara pasangan. Menggunakan sarkasme, mengejek, atau mempermalukan pasangan hanya akan memperburuk komunikasi. Jika hal ini terjadi terus-menerus, hubungan bisa kehilangan rasa saling menghargai dan cenderung berakhir dengan perpisahan.

6. Menghindari Percakapan (Stonewalling)

Menghindari percakapan dalam hubungan bisa membuat pasangan merasa diabaikan dan tidak penting. Ketika seseorang menolak untuk membahas suatu masalah, pasangan akan merasa frustrasi dan kesepian dan tanpa sadar merusak cinta yang ada. Sikap ini bisa menimbulkan jarak emosional yang sulit diperbaiki.

7. Meremehkan Perasaan Pasangan

Meremehkan perasaan pasangan dengan mengatakan "Kamu terlalu berlebihan" atau "Itu bukan masalah besar" dapat merusak komunikasi dalam hubungan. Pasangan yang merasa diabaikan akan kesulitan untuk terbuka dan berbagi perasaannya. Jika terus berlanjut, hubungan bisa kehilangan kedekatan emosional.

8. Kurangnya Empati

Kurangnya empati dalam komunikasi membuat hubungan terasa hampa dan kurang berarti. Pasangan yang tidak berusaha memahami perasaan satu sama lain akan kesulitan membangun kedekatan emosional. Tanpa empati, hubungan bisa terasa dingin dan kurang harmonis.

9. Kurangnya Kejujuran dalam Berkomunikasi

Kurangnya kejujuran dalam berkomunikasi dapat menciptakan ketidakpercayaan dalam hubungan. Menyembunyikan perasaan atau informasi penting hanya akan memperburuk situasi dan menimbulkan kecurigaan. Hubungan yang sehat membutuhkan keterbukaan dan transparansi agar dapat bertahan lama.

10. Kurangnya Waktu Berkualitas dalam Berkomunikasi

Kurangnya waktu berkualitas dalam komunikasi dapat menyebabkan pasangan merasa tidak diprioritaskan. Ketika seseorang terlalu sibuk dengan pekerjaan atau media sosial, hubungan bisa kehilangan momen kebersamaan yang berharga. Untuk menjaga hubungan tetap harmonis, pasangan perlu meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan penuh perhatian agar cinta yang tumbuh tetap bisa terjaga dengan baik.

Jika tanda-tanda komunikasi buruk mulai muncul dalam hubungan, segera cari cara untuk memperbaikinya agar cinta tetap terjaga. Meluangkan waktu untuk mendengarkan dengan empati, berbicara secara jujur, dan menghindari sikap defensif dapat memperkuat komunikasi dalam hubungan. Dengan komunikasi yang sehat, pasangan bisa menghindari kesalahpahaman dan mempertahankan hubungan yang harmonis.

Editor : Candra Mega Sari
#tanda #merusak hubungan #kebiasaan #komunikasi yang buruk #pasangan