JawaPos.com - Selingkuh menjadi satu di antara momok yang menakutkan dalam hubungan asmara. Pengkhianatan ini bisa menghancurkan kepercayaan dan meninggalkan luka mendalam bagi korbannya.
Banyak faktor kompleks melatarbelakangi perselingkuhan, mulai dari masalah komunikasi hingga kebutuhan emosional yang tak terpenuhi.
Namun, tahukah kamu bahwa ternyata kepribadian seseorang juga memiliki peran besar dalam potensi berselingkuh? Studi terbaru mengungkap bahwa ada beberapa ciri kepribadian yang lebih rentan melakukan pengkhianatan.
Dikutip dari YourTango.com pada Selasa (11/2), berikut adalah beberapa tipe kepribadian yang rentan berselingkuh.
1. Narsisme
Narsisme menjadi satu di antara ciri kepribadian yang paling sering dikaitkan dengan perselingkuhan. Orang dengan narsisme tinggi cenderung memiliki rasa ego yang besar dan kebutuhan validasi diri yang kuat. Mereka haus perhatian dan pujian, sehingga mencari kepuasan di luar hubungan utama jika merasa kurang diperhatikan.
Dalam hubungan, individu narsistik sering kali manipulatif dan kurang empati terhadap pasangannya. Mereka melihat hubungan sebagai ajang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri, bukan sebagai kemitraan yang setara. Ketika kebutuhan narsistik tidak terpenuhi, perselingkuhan bisa menjadi jalan pintas untuk mencari validasi eksternal.
2. Implusif
Selain narsisme, impulsivitas juga menjadi faktor pendorong perselingkuhan yang signifikan. Orang impulsif cenderung bertindak tanpa banyak pertimbangan dan sulit menahan godaan sesaat. Mereka kurang mampu mengontrol diri, terutama dalam situasi yang memicu hasrat atau kesempatan untuk berselingkuh.
Sifat impulsif ini membuat seseorang mudah tergiur dengan hal baru dan tantangan, termasuk dalam urusan romansa. Mereka mungkin tidak berpikir panjang tentang konsekuensi perselingkuhan dan lebih fokus pada kepuasan instan. Kecenderungan ini membuat mereka lebih rentan terjerumus dalam perselingkuhan.
3. Conscientiousness atau Kesadaran Diri Rendah
Ciri kepribadian lain yang perlu diwaspadai adalah tingkat conscientiousness atau kesadaran diri yang rendah. Individu dengan conscientiousness rendah cenderung kurang bertanggung jawab, kurang terorganisir, dan kurang disiplin.
Orang dengan conscientiousness rendah mungkin kurang peduli terhadap norma sosial dan komitmen dalam hubungan. Mereka cenderung mengabaikan janji dan kewajiban, termasuk kesetiaan pada pasangan. Kurangnya rasa tanggung jawab ini membuka peluang lebih besar untuk melakukan perselingkuhan.
4. Agreeableness atau Keramahan yang rendah
Agreeableness atau keramahan yang rendah juga dikaitkan dengan potensi selingkuh. Orang yang kurang ramah cenderung lebih egois, kurang kooperatif, dan sulit berempati. Sifat-sifat ini ternyata dapat meningkatkan risiko perselingkuhan dalam hubungan.
Individu dengan agreeableness rendah mungkin kurang memprioritaskan kebutuhan dan perasaan pasangan. Mereka lebih fokus pada diri sendiri dan kurang peduli terhadap dampak tindakan mereka pada orang lain. Kecenderungan ini membuat mereka lebih mungkin untuk berselingkuh tanpa merasa bersalah atau menyesal.
Penting untuk diingat bahwa kepribadian bukanlah satu-satunya faktor penentu perselingkuhan. Faktor situasional seperti masalah dalam hubungan, kurangnya kepuasan emosional, atau kesempatan juga berperan besar. Perselingkuhan adalah masalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai aspek.
Oleh karena itu, fokus utama tetaplah pada membangun hubungan yang sehat dan kuat dengan komunikasi terbuka dan komitmen yang jelas. Membangun kepercayaan dan keintiman emosional adalah kunci untuk mencegah perselingkuhan, terlepas dari jenis kepribadian pasangan. Hubungan yang kokoh dibangun atas dasar saling pengertian dan dukungan.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah