Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Jangan Panik saat Melihat Orang Kejang! Ini Langkah Pertolongan Pertama pada Epilepsi yang Tepat

Amanda Zakiya Mufidatul Khoiroh • Jumat, 7 Februari 2025 | 17:00 WIB

Ilustrasi seseorang menderita epilepsi
Ilustrasi seseorang menderita epilepsi
JawaPos.com - Epilepsi adalah kondisi yang menyebabkan kejang berulang karena gangguan pada aktivitas listrik di otak. Penyakit ini tidak menular dan dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat. Seseorang dianggap menderita epilepsi jika telah mengalami lebih dari satu kejang tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini bisa terjadi pada semua usia, tetapi umumnya muncul saat anak-anak atau di atas 60 tahun.

Kejang adalah gejala utama epilepsi, dibagi menjadi kejang total dan kejang parsial. Kejang total terjadi di seluruh tubuh dan dibagi lagi menjadi beberapa jenis yakni kejang tonik-klonik, kejang absans, kejang tonik, dan kejang mioklonik. Kejang parsial hanya terjadi di bagian tertentu dan terbagi menjadi kejang parsial sederhana dan kejang parsial kompleks.

Epilepsi disebabkan oleh aktivitas listrik yang tidak normal di otak. Sebagian besar penyebab terjadinya epilepsi masih dalam penelitian, tetapi diduga terkait dengan sejumlah faktor seperti yang dilansir dari laman alodokter.com, yakni:

Selain itu, ada kondisi atau penyakit yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami epilepsi, antara lain: 

Melansir dari laman siloamhospitals.com, terdapat prosedur pertolongan pertama saat epilepsi kambuh yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Memindahkan Penderita Epilepsi ke Tempat yang Aman

Jika Anda menemukan penderita epilepsi yang kejang di tempat berbahaya, tetap tenang dan perlahan pindahkan ke tempat yang aman. Singkirkan benda tajam di sekitar untuk mencegah cedera. Mintalah orang di sekitar untuk menjauh agar penderita memiliki ruang untuk bernapas.

2. Melindungi Kepala

Melindungi kepala penderita epilepsi dari benturan sangat penting. Letakkan bantal atau tumpukan pakaian di kepala penderita. Baringkan penderita dalam posisi miring untuk membuka jalan napas dan mencegah tersedak air liur atau muntah.

3. Melonggarkan Pakaian

Melonggarkan pakaian, terutama di bagian leher, penting agar penderita dapat bernapas dengan mudah saat kejang.

4. Memperhatikan Durasi Kejang

Penting untuk memperhatikan durasi kejang untuk menentukan perlunya bantuan medis. Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, terjadi kembali setelah yang pertama, penderita tidak sadar setelah berhenti, atau mengalami cedera, segera hubungi tenaga medis.

5. Tidak Memasukan Benda Asing ke Dalam Mulut Penderita Epilepsi

Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut penderita saat kejang, karena bisa menyebabkan kerusakan gigi, tersedak, atau gagal napas. Jangan pula menahan tubuh penderita saat kejang, karena bisa meningkatkan risiko cedera fatal.

Pengobatan epilepsi bertujuan untuk mengendalikan gejala yang muncul melalui berbagai metode. Obat anti kejang dapat diberikan untuk mengurangi frekuensi dan intensitas kejang, seperti asam valproate, lamotrigine, levetiracetam, topiramate, dan carbamazepine.

Selain obat, penderita juga disarankan untuk menjalani terapi seperti stimulasi saraf vagus, deep brain stimulation, dan neurostimulasi responsif. Diet ketogenik, yang tinggi lemak dan rendah karbohidrat, juga dapat membantu, terutama pada anak-anak di bawah pengawasan dokter.

Jika pengobatan lain tidak efektif, operasi mungkin dilakukan untuk mengangkat bagian otak yang menjadi sumber kejang, tanpa mempengaruhi fungsi vital. Operasi bisa dilakukan dengan teknik minimal invasif seperti operasi lubang kunci dengan laser dan bantuan MRI.

Editor : Candra Mega Sari
#epilepsi #pertolongan pertama #penyebab #kejang