Kondisi ini terjadi saat mereka tak bisa mengontrol masalah yang dihadapi, lalu mereka akan selalu menganggap orang lain atau situasi yang terjadi sebagai biang masalahnya.
Dilansir dari Alodokter.com, victim mentality bisa dialami oleh siapa saja baik di lingkungan keluarga, pekerjaan hingga pertemanan. Penyebab kemunculannya sangat beragam, namun yang paling mendominasi adalah adanya trauma masa lalu yang berkaitan dengan hal negatif dan kurang mengenakkan bagi penderitanya.
Dimana orang dengan mentalitas korban akan merasa seolah-olah hal buruk itu terus terjadi di kehidupannya. Mereka merasa bahwa semua bertentangan dengan dirinya dan seolah-olah di luar kendali karena sejatinya mereka tidak memiliki strategi untuk menghadapi keadaan.
Pada dasarnya, mentalitas korban ini bukan menjadi suatu kondisi yang dapat didiagnosis secara pasti, hanya saja istilah ini sudah dikenal dan dimegerti oleh masyarakat luas.
Pola pikir mentalitas korban berakar pada trauma, tekanan, dan ingatan akan rasa sakit pada suatu waktu. Hal itu menimbulkan rasa takut dan memilih untuk tidak mengambil tanggung jawab atas dirinya dan menyalahkan orang lain jika menghadapi kondisi di luar kendalinya.
Dilansir dari laman verywellmind.com, berikut tanda-tanda seseorang mengalami mentalitas korban:
- Seringkali menyalahkan orang lain atas hidup yang dijalani dirinya sendiri
- Merasa segala bertentangan dengannya
- Seringkali memiliki sifat negatif setiap menghadapi segala kondisi
- Merasa marah saat ada orang lain yang menolongnya
- Cenderung suka bergaul dengan orang lain yang juga suka mengeluh dan menyalahkan orang lain
- Kurang empati terhadap masalah orang lain
- Selalu berpikir bahwa dunia tidak adil
- Selalu merasa bahwa orang lain memiliki kehidupan yang lebih baik
Dampak yang terjadi akibat seseorang memiliki mentalitas korban bisa saja membuatnya terus-terusan dihantui rasa bersalah, malu dan depresi, bahkan parahnya akan merasa frustasi.
Jika sudah teridentifikasi beberapa tanda yang mempengaruhi pola pikir korban, maka sudah semestinya melakukan tindakan untuk mengatasinya agar pola pikir korban menjadi lebih baik.
Berikut tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi mentalitas korban:
- Mulai mencoba untuk memaafkan diri sendiri atau orang lain yang telah menyakiti
- Bicara pada diri sendiri (self talk) untuk mendapatkan kekuatan diri kembali agar mampu mengubah situasi
- Berlatih untuk mengembangkan kecerdasan emosional
- Ambil tanggung jawab atas apa yang dapat dikendalikan dalam suatu kondisi
- Mencoba untuk selalu mencintai diri sendiri dengan merawatnya
- Menjadikan diri sendiri sebagai prioritas utama
- Berlatih bersyukur atas apa yang sudah dimiliki dalam hidup
Semoga beberapa tips di atas bisa membantu siapapun yang terjerat dalam kondisi mentalitas korban.
Editor : Candra Mega Sari