JawaPos.com - Bunga matahari memiliki daya tarik tersendiri, salah satunya adalah warna cerah yang dapat membangkitkan suasana hati. Hanya dengan melihatnya, seseorang bisa merasa lebih bahagia.
Dilansir dari home.howstuffworks.com, Raleigh Wasser, manajer hortikultura di Kebun Raya Atlanta, mengatakan bahwa bunga matahari memiliki pesona yang mampu menarik perhatian banyak orang.
"Kelopak cerah yang mengelilingi bagian tengahnya membuat bunga ini begitu menarik," ujarnya melalui email.
Dengan warna kuning cerah yang menyerupai matahari, bunga ini sering dijuluki sebagai "bunga kebahagiaan". Namun, di balik tampilannya yang menceriakan, masih banyak fakta menarik lainnya tentang bunga ini.
1. Beragam Jenis dan Warna
Ketika mendengar nama bunga matahari, kebanyakan orang membayangkan bunga berwarna kuning. Padahal, bunga ini hadir dalam berbagai ukuran dan warna, termasuk merah. Ada lebih dari 70 jenis kultivar Helianthus, dengan spesies yang paling umum adalah Helianthus annuus, yang berasal dari kata "helios" (matahari) dan "anthus" (bunga).
"Berbagai spesies ini memiliki variasi bentuk dan warna, mulai dari kecil hingga sangat besar, dengan kelopak kuning, merah, mahoni, perunggu, putih, bahkan kombinasi dua warna," jelas Wasser.
Berkat proses persilangan dan hibridisasi, kini terdapat banyak kultivar dengan warna dan bentuk kepala bunga yang semakin beragam.
Bunga matahari juga memiliki ukuran yang bervariasi, dari varietas kerdil setinggi 2,5 cm hingga varietas raksasa yang bisa mencapai 4,5 meter. Kepala bunga dari varietas raksasa bahkan dapat berdiameter hingga 30 cm dan menghasilkan biji bunga matahari yang umum kita konsumsi.
2. Mudah Ditanam
Bunga matahari merupakan tanaman yang mudah tumbuh, bahkan terkadang bisa muncul di sekitar tempat makan burung akibat biji yang jatuh.
Untuk menanamnya, sebaiknya benih langsung ditanam di tanah setelah musim dingin berakhir. Alternatifnya, benih bisa ditanam di dalam ruangan terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke tanah. Bunga matahari jenis tahunan biasanya mulai bertunas dalam waktu 7–10 hari, dan bergantung pada varietasnya, akan berbunga dalam beberapa bulan dengan masa pertumbuhan sekitar 80–120 hari.
Tanaman ini tidak memerlukan pupuk khusus, kecuali jika tanahnya sangat miskin nutrisi. Bunga matahari juga tahan terhadap kekeringan dan hanya membutuhkan penyiraman sesekali di cuaca kering. Namun, tanaman ini mungkin perlu ditopang jika masih muda, terutama varietas yang tinggi dengan kepala bunga besar.
3. Bunga Matahari Tertinggi Mencapai 9 Meter
Pada tahun 2014, Guinness World Records mencatat bahwa seorang pria bernama Hans-Peter Schiffer berhasil menumbuhkan bunga matahari setinggi lebih dari 9 meter, menjadikannya bunga matahari tertinggi di dunia.
4. Umur Bunga yang Terbatas
Sayangnya, setelah bunga matahari berbunga, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk memperpanjang umurnya. Jika tanaman memiliki banyak batang, bunga yang sudah layu dapat dipangkas agar pertumbuhan berfokus pada kuncup yang tersisa.
Jika ingin memotong bunga untuk dijadikan hiasan dalam vas, pastikan mengganti air setiap dua hingga tiga hari. Selain itu, potong pangkal batang pada sudut 45 derajat di bawah air hangat yang mengalir dan hindari meletakkan bunga di tempat yang terkena cahaya matahari langsung atau memiliki kelembapan tinggi.
5. Membutuhkan Banyak Sinar Matahari
Bunga matahari idealnya menerima sinar matahari langsung minimal delapan jam per hari. Dengan paparan cahaya yang cukup, bunga ini akan terus berbunga sepanjang musim panas dan bahkan bisa bertahan hingga musim gugur.
Varietas bunga matahari yang tinggi, seperti ‘Sunzilla’ yang bisa tumbuh hingga 4,8 meter, juga membutuhkan perlindungan dari angin agar tidak mudah roboh.
6. Dapat Melacak Matahari
Salah satu keunikan bunga matahari adalah kemampuannya untuk mengikuti pergerakan matahari. Kuncup yang belum matang akan bergerak dari timur ke barat sepanjang hari dan kembali menghadap ke timur saat fajar tiba. Namun, begitu bunga matang, batangnya akan mengeras dan tidak lagi bergerak, tetap menghadap ke timur.
Menariknya, bunga matahari liar yang sering ditemukan di pinggir jalan tidak selalu mengikuti matahari.
Baca Juga: 4 Zodiak Paling Percaya Diri tapi Rawan Overconfident, Hati-Hati Bisa Jadi Sombong dan Egois
7. Mitologi Yunani tentang Bunga Matahari
Dalam mitologi Yunani, ada kisah tentang bidadari Clytie yang mencintai dewa matahari, Helios. Awalnya, Helios juga mencintainya, tetapi kemudian ia jatuh hati pada Leucothea. Karena cemburu, Clytie mengadukan hubungan mereka kepada ayah Leucothea, yang akhirnya menghukum putrinya.
Helios yang marah meninggalkan Clytie, tetapi sang bidadari tetap setia menatap matahari selama sembilan hari tanpa makan atau minum. Pada hari kesembilan, tubuhnya berubah menjadi bunga matahari, yang selalu menghadap ke matahari sebagai simbol cintanya yang abadi.
8. Sumber Pangan yang Penting
Sejak sekitar 3000 SM, suku Indian di Amerika Utara telah membudidayakan bunga matahari sebagai sumber makanan. Bahkan, beberapa arkeolog percaya bahwa bunga matahari mungkin telah dibudidayakan sebelum jagung.
Bijinya bisa ditumbuk menjadi tepung, dicampur dengan sayuran seperti kacang dan labu, atau dimakan langsung sebagai camilan. Selain itu, suku Indian juga mengekstrak minyak dari biji bunga matahari untuk memasak.
9. Setiap Bunga Bisa Menghasilkan Ribuan Biji
Satu kepala bunga matahari dapat menghasilkan sekitar 1.000 hingga 2.000 biji, tergantung pada varietasnya. Biji yang umum dikonsumsi memiliki pola hitam-putih di kulitnya, sementara jenis lainnya biasanya digunakan untuk pembuatan minyak bunga matahari.
10. Bisa Dipanen untuk Dikonsumsi
Jika ingin memanen biji bunga matahari, pilih varietas tahunan seperti Helianthus annuus. Biji sebaiknya dipanen setelah daunnya layu tetapi sebelum musim hujan tiba. Kepala bunga yang sudah dipanen bisa digantung di tempat kering selama sebulan sebelum bijinya diekstrak.
Setelah dipanen, biji bunga matahari bisa dipanggang untuk dikonsumsi.
11. Dapat Diolah Menjadi Minyak
Minyak biji bunga matahari memiliki banyak kegunaan, baik untuk memasak maupun produk kecantikan. Untuk menghasilkan sekitar 11 liter minyak, dibutuhkan sekitar 15,8 kg biji minyak, yang berarti sekitar 140 tanaman bunga matahari diperlukan untuk mendapatkan jumlah tersebut.
Baca Juga: Apa Itu Miopia? Mengenal Lebih Jauh tentang Kondisi Mata Minus dan Penyebab yang Sering Terabaikan
12. Bunga Nasional Ukraina
Ukraina dikenal sebagai salah satu pengekspor minyak bunga matahari terbesar di dunia. Bunga ini pertama kali diperkenalkan ke Eropa oleh bangsa Spanyol pada abad ke-17 dan mulai tersebar luas di Ukraina pada abad ke-18, hingga akhirnya menjadi tanaman khas negara tersebut.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah