Dilansir dari laman Psych2Go, Selasa (04/02), berikut adalah berbagai jenis kebahagiaan dan bagaimana kita bisa mencapainya.
1. Kebahagiaan Hedonis
Menurut psikolog Emma Sapala, kebahagiaan hedonis adalah kebahagiaan dari kenikmatan sesaat, seperti menikmati makanan enak, berbelanja, atau berpesta. Sensasi bahagia ini cepat hilang dan sering kali membuat kita ingin mencari pengalaman baru lagi, yang dikenal sebagai hedonic treadmill. Inilah mengapa kebahagiaan dari konsumsi semata tidak pernah benar-benar memuaskan dalam jangka panjang.
2. Kebahagiaan Flow State
Flow state terjadi saat kita sepenuhnya tenggelam dalam aktivitas yang kita sukai, seperti melukis, menulis, atau bermain olahraga. Psikolog Mihaly Csikszentmihalyi menyatakan bahwa momen terbaik dalam hidup terjadi ketika tubuh atau pikiran kita diuji dalam upaya mencapai sesuatu yang menantang dan bermakna. Meski sangat memuaskan, kebahagiaan ini hanya berlangsung selama kita masih dalam aktivitas tersebut.
3. Kebahagiaan Sosial
Hubungan dengan orang lain menjadi sumber kebahagiaan yang mendalam. Studi Harvard selama hampir 80 tahun menunjukkan bahwa hubungan yang kuat adalah kunci kesejahteraan. Namun, jika kita terlalu bergantung pada orang lain untuk kebahagiaan kita, hal ini bisa membuat kita rentan ketika mereka tidak selalu ada.
4. Kebahagiaan dari Rasa Syukur
Bersyukur dapat mengubah perspektif kita terhadap hidup. Dengan menghargai apa yang sudah kita miliki, kita bisa lebih fokus pada hal-hal positif dibandingkan kekurangan. Menurut Amy E. Keller, rasa syukur mengaktifkan neurotransmitter seperti dopamin dan serotonin, yang berperan dalam kebahagiaan dan kesejahteraan emosional. Namun, rasa syukur perlu dilatih secara konsisten agar tetap berdampak.
5. Kebahagiaan Antisipatif
Menurut psikolog Simon A.O., membayangkan hal-hal baik di masa depan bisa meningkatkan motivasi dan optimisme. Contohnya adalah perasaan bahagia saat menantikan liburan atau acara spesial. Namun, kebahagiaan ini hanya bertahan sampai momen yang dinanti tiba dan akhirnya berlalu.
6. Kebahagiaan dalam Kepuasan Hidup
Kepuasan adalah kebahagiaan yang datang dari menerima kehidupan sebagaimana adanya. Ini adalah kebahagiaan yang tenang dan bertahan lama, tetapi sering terancam oleh budaya konsumtif dan ketakutan akan ketinggalan (Fear of Missing Out). Mindfulness dan belas kasih terhadap diri sendiri sangat penting untuk mempertahankan kebahagiaan ini.
7. Kebahagiaan Fisik
Perasaan bahagia setelah berolahraga atau tidur nyenyak bukanlah kebetulan. Aktivitas fisik meningkatkan endorfin dan kesejahteraan secara keseluruhan. Penelitian menunjukkan bahwa olahraga selama 10 menit per minggu dapat meningkatkan kebahagiaan, tetapi kebahagiaan ini tetap bergantung pada kondisi eksternal dan tidak bertahan lama.
8. Kebahagiaan Eudaimonik (Makna dan Tujuan Hidup)
Ini adalah kebahagiaan yang berasal dari menemukan makna dalam hidup, seperti membantu orang lain, mendalami spiritualitas, atau berkontribusi pada dunia. Contohnya adalah seorang guru yang merasa bahagia karena melihat muridnya berkembang atau seorang seniman yang menemukan kepuasan dalam menciptakan karya yang bermakna. Kebahagiaan ini tidak bergantung pada hal-hal eksternal, melainkan berasal dari nilai-nilai dan tujuan hidup yang lebih dalam.
Editor : Candra Mega Sari