Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Anti-Minder! Inilah 7 Tips Ampuh Tingkatkan Rasa Percaya Diri Anak yang Wajib Diketahui Orang Tua

Amila Yosalfa Fauziah • Minggu, 2 Februari 2025 | 19:00 WIB
Ilustrasi tips ampuh untuk orang tua tingkatkan rasa percaya diri anak. (Dok. Unsplash.com/Ashton Bingham)
Ilustrasi tips ampuh untuk orang tua tingkatkan rasa percaya diri anak. (Dok. Unsplash.com/Ashton Bingham)

JawaPos.com - Bagi orang tua, meningkatkan rasa percaya diri anak merupakan salah satu pekerjaan yang rumit. Biasanya anak merasa percaya diri bila diberikan pujian atau penghargaan ketika dia meraih sesuatu.

Namun, jika pujian tersebut terlalu sedikit, maka anak jadi merasa terlalu diremehkan. Begitu juga dengan sebaliknya, jika terlalu sering atau berlebihan dapat menumbuhkan kesombongan pada anak.

Berikut ini tujuh tips untuk orang tua agar bisa meningkatkan rasa percaya diri pada anak sebagaimana dilansir JawaPos.Com dari Parents.

1. Puji Anak untuk Hal-Hal yang Penting

Sepanjang hidupnya, anak-anak melakukan berbagai hal, beberapa di antaranya lebih berarti dan patut mendapat pujian.

Sebagai contoh, jika seorang anak mengikuti pertunjukan piano dan berlatih setiap hari, melihat kemajuan, serta berhasil mengatasi bagian yang sulit, memberikan pujian yang besar adalah hal yang tepat.

Namun, jika seorang siswa piano gagal dalam pertunjukan karena tidak berlatih sama sekali, orang tua mungkin akan lebih berhati-hati dalam memberikan pujian.

2. Hargai Usaha Mereka

Misalnya anak Anda adalah anggota tim tenis dan baru saja memenangkan pertandingan ganda di turnamen regional.

Anda mungkin memuji keberhasilan mereka memenangkan pertandingan turnamen, tetapi ungkapan 'kami sangat bangga padamu' mungkin tidak tepat sasaran.

Anak tersebut mungkin merasa bahwa kemenangan adalah satu-satunya yang penting.

Sebaliknya, katakan sesuatu seperti, 'bukankah menyenangkan mengetahui bahwa semua kerja kerasmu terbayar?'.

Mereka akan merasa dihargai bukan hanya atas kemenangan tersebut, tetapi juga atas usaha yang telah dilakukan untuk meraihnya, yang akan menginspirasi mereka di masa mendatang.

Baca Juga: Menurut Psikologi, Ini Tanda Anak Menyembunyikan Sesuatu dari Orang Tua dan Cara Membangun Komunikasi Terbuka

3. Akui Kendala yang Mereka Hadapi

Saat anak-anak mencapai sesuatu dalam hidup mereka, sering kali mereka harus melewati tantangan atau kesulitan dalam prosesnya.

Misalnya, mereka mungkin harus mengorbankan waktu bermain dengan teman-teman untuk fokus meningkatkan nilai, atau mereka mungkin kalah dalam beberapa pertandingan catur sebelum akhirnya menang.

Dengan mengungkapkan kebanggaan atas usaha mereka untuk mengatasi rintangan ini, anak-anak akan merasa dihargai karena Anda menyadari semangat dan dedikasi yang mereka tunjukkan.

4. Ekspresikan Keyakinan Atas Kemampuan Mereka untuk Berhasil

Mengakui prestasi anak menunjukkan bahwa Anda senang dengan keberhasilan mereka dan mereka pun seharusnya senang.

Mengekspresikan keyakinan atas kemampuan mereka untuk mencapai prestasi serupa (atau bahkan lebih baik) di masa mendatang akan memotivasi mereka untuk terus meraih prestasi.

5. Jangan Berlebihan

Pastikan ekspresi kebanggaan Anda sesuai konteks, karena anak-anak memiliki rasa proporsi bawaan dalam hidup mereka.

Mencetak poin dalam pertandingan sepak bola memang perlu mendapat perhatian dan fokus, tetapi mungkin itu bukan jenis prestasi yang pantas dirayakan di lingkungan sekitar.

Sebaliknya, belilah es krim, pesan pizza untuk makan malam, atau biarkan anak Anda memilih permainan papan malam itu.

6. Pilih Waktu yang Tepat untuk Memuji

Pujian paling baik diberikan dan diterima ketika diberikan mendekati prestasi.

Menggunakan analogi sepak bola, ini berarti memberikan tos di pertandingan, atau mengadakan perayaan es krim keluarga malam itu daripada menunggu seminggu.

Kedekatan dengan acara membuat pujian menjadi lebih berarti bagi anak.

7. Hindari Menyembunyikan Pujian dalam Hal-Hal Negatif

Untuk mencegah anak-anak menjadi terlalu sombong, orang tua kadang-kadang menyisipkan pujian di tengah kritik.

Contohnya, "Meski nilai-nilaimu masih perlu banyak perbaikan dan tempat tidurmu belum rapi, kami sangat bangga dengan kemenangan pertamamu. Selamat!"

Namun, agar pujian lebih berdampak, lebih baik fokus pada pencapaian mereka dan ungkapkan kebanggaan dengan tulus tanpa menyertakan hal-hal negatif.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#tips #pujian #orang tua #rasa percaya diri anak