Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Tak Hanya Menurunkan Berat Badan, Ini 5 Manfaat Intermittent Fasting dan Cara Tepat Menerapkannya

Zulfa Putri Hardiyati • Minggu, 26 Januari 2025 | 14:30 WIB

Ilustrasi intermittent fasting
Ilustrasi intermittent fasting
JawaPos.com - Diet intermittent fasting atau diet puasa merupakan metode mengatur pola makan dengan cara membatasi waktu makan dalam periode tertentu tanpa harus mengurangi jenis makanan yang dikonsumsi.

Berbeda dengan metode diet biasa yang menekankan pada pengurangan kalori atau larangan terhadap makanan tertentu, intermittent fasting lebih fokus pada kapan seseorang boleh makan dan kapan harus berpuasa.

Melansir dari Halodoc.com, metode ini memungkinkan seseorang untuk tetap mengonsumsi makanan favoritnya selama jendela makan yang ditentukan, asalkan tetap dalam batas wajar. Selama periode puasa, seseorang masih diperbolehkan untuk minum seperti air putih, teh, atau kopi tanpa gula.

Intermittent fasting tidak hanya membantu dalam pengelolaan berat badan, tetapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan yang telah didukung oleh penelitian, antara lain: 

1. Meningkatkan Fungsi Hormon dan Regenerasi Sel

Saat seseorang menjalani puasa, terjadi peningkatan kadar hormon pertumbuhan yang membantu pembakaran lemak dan pembentukan otot. Selain itu, kadar insulin dalam tubuh menurun, yang membantu tubuh lebih efisien dalam menggunakan energi. Puasa juga memicu proses regenerasi sel dan perbaikan DNA, yang dapat mengurangi risiko penyakit kronis.

2. Membantu Menurunkan Berat Badan dan Lemak Perut

Diet intermittent fasting membantu seseorang mengonsumsi lebih sedikit kalori dalam sehari. Selain itu, metode ini juga meningkatkan metabolisme tubuh, yang pada akhirnya dapat mempercepat proses pembakaran lemak, terutama di area perut.

3. Menurunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Penelitian menunjukkan bahwa intermittent fasting dapat menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Hal ini sangat bermanfaat bagi penderita diabetes atau mereka yang memiliki risiko tinggi terkena penyakit ini.

4. Meningkatkan Kinerja Otak

Intermittent fasting berkontribusi pada pertumbuhan sel-sel saraf baru, yang berperan dalam meningkatkan fungsi otak dan melindunginya dari penyakit neurodegeneratif, seperti Alzheimer dan Parkinson.

5. Memperbaiki Kualitas Tidur

Pola makan yang lebih teratur melalui intermittent fasting membantu mengatur ritme sirkadian tubuh, yang berperan penting dalam menentukan waktu tidur. Dengan ritme tidur yang lebih baik, seseorang bisa mendapatkan tidur yang lebih nyenyak dan berkualitas.

Intermittent fasting memiliki berbagai metode yang bisa disesuaikan dengan gaya hidup dan kebutuhan masing-masing individu. Berikut beberapa metode yang paling populer yang bersumber dari Siloam Hospital:

1. 16/8 Method (Daily Time-Restricted Fasting)

Metode ini melibatkan puasa selama 16 jam dan memberikan waktu makan selama 8 jam. Misalnya, seseorang hanya makan antara pukul 11.00 siang hingga 19.00 malam, dan berpuasa selama sisa waktu. Bagi pemula, metode ini bisa dimulai dengan 12 jam puasa terlebih dahulu sebelum meningkatkannya secara bertahap.

2. 5:2 Fasting

Dalam metode ini, seseorang makan seperti biasa selama 5 hari dalam seminggu dan membatasi konsumsi kalori hingga kurang dari 500 kalori pada 2 hari lainnya.

3. Alternate-Day Fasting

Pola ini mengharuskan seseorang untuk makan normal pada satu hari, kemudian berpuasa penuh atau hanya mengonsumsi makanan rendah kalori (di bawah 500 kalori) keesokan harinya, dan dilakukan secara bergantian.

4. Warrior Diet

Metode ini mengizinkan seseorang untuk mengkonsumsi buah dan sayur dalam jumlah kecil di siang hari, kemudian makan dalam porsi besar di malam hari.

Intermittent fasting bukan hanya sekadar metode diet, tetapi juga sebuah pola hidup yang dapat membantu seseorang mencapai berat badan ideal sekaligus meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Dengan berbagai manfaat yang telah terbukti secara ilmiah, seperti membantu proses pembakaran lemak, menstabilkan kadar gula darah, meningkatkan fungsi otak, hingga memperbaiki kualitas tidur, metode ini menjadi pilihan yang menarik bagi banyak orang.

Selain itu, fleksibilitas intermittent fasting memungkinkan siapa saja untuk menyesuaikan jadwal puasanya sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan masing-masing. Tidak ada aturan ketat mengenai jenis makanan yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi, sehingga diet ini lebih mudah diterapkan dibandingkan metode diet lainnya. Meski begitu, penting untuk tetap menjaga pola makan sehat dan seimbang agar tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup selama jendela makan.

Editor : Candra Mega Sari
#Intermittent fasting #manfaat kesehatan #diet #pola makan sehat