Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

BAB Berdarah Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius! Ketahui Penyebab dan Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter

Zulfa Putri Hardiyati • Jumat, 24 Januari 2025 | 12:00 WIB
Ilustrasi BAB berdarah di tisu toilet
Ilustrasi BAB berdarah di tisu toilet

JawaPos.com - Buang air besar (BAB) berdarah merupakan kondisi yang dapat dialami oleh siapa saja dan bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pencernaan. Dalam beberapa kasus, BAB berdarah dapat disebabkan oleh kondisi ringan seperti wasir atau fisura anus yang biasanya tidak memerlukan perawatan medis khusus.

BAB berdarah juga bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius, seperti penyakit radang usus, infeksi menular seksual, atau bahkan kanker kolorektal yang membutuhkan penanganan segera. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengenali penyebab, gejala, serta kapan harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Dengan pemahaman yang baik mengenai BAB berdarah, masyarakat diharapkan lebih waspada dan tidak menyepelekan kondisi ini, terutama jika terjadi berulang atau disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan. BAB berdarah dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari yang ringan hingga yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut. Berikut adalah beberapa penyebab umum BAB berdarah melansir dari Halodoc.com.

1. Wasir (Ambeien)

Wasir merupakan pembengkakan pembuluh darah di area anus atau rektum yang sering kali terjadi akibat mengejan saat buang air besar. Kondisi ini adalah penyebab paling umum BAB berdarah dan biasanya tidak berbahaya.

2. Fisura Anus

Robekan kecil pada saluran anus akibat BAB yang keras atau mengejan terlalu kuat bisa menyebabkan fisura anus. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri dan perdarahan ringan saat BAB.

3. Penyakit Radang Usus

Penyakit seperti kolitis ulserativa dan penyakit Crohn dapat menyebabkan peradangan kronis pada saluran pencernaan. Kondisi ini sering disertai dengan diare berdarah, nyeri perut, dan penurunan berat badan.

4. Divertikulitis

Infeksi atau peradangan pada kantong kecil di dinding usus besar (divertikula) dapat menyebabkan perdarahan saluran cerna yang terkadang muncul dalam tinja.

5. Kolitis Menular

Infeksi bakteri seperti E. coli atau Clostridium difficile (C. diff) dapat menyebabkan peradangan pada usus besar yang berujung pada diare berdarah.

6. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Penyakit menular seksual seperti gonore, klamidia, sifilis, atau herpes dapat menyebabkan peradangan dan perdarahan pada area anus atau rektum.

7. Penyakit Tukak Lambung

Luka pada dinding lambung atau usus halus akibat asam lambung yang berlebihan bisa menyebabkan pendarahan, yang terkadang muncul dalam bentuk tinja berwarna hitam atau berdarah.

8. Polip Usus dan Kanker Kolorektal

Polip adalah pertumbuhan abnormal di usus besar yang bisa berdarah. Jika dibiarkan, beberapa polip bisa berkembang menjadi kanker kolorektal yang ditandai dengan perdarahan pada tinja, perubahan pola BAB, serta penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Saat mengalami BAB berdarah, kondisi ini dapat muncul dalam berbagai bentuk. Anda mungkin akan melihat bercak darah merah terang pada tinja, gumpalan darah, atau campuran darah dan lendir dalam kotoran atau parahnya Anda bisa melihat feses tampak lebih gelap, berwarna hitam dan bertekstur lembek. Warna darah yang terlihat dalam feses juga dapat memberikan petunjuk mengenai sumber perdarahan berasal:

  1. Darah merah terang pada tinja umumnya menandakan perdarahan yang terjadi di usus besar, rektum, atau anus.
  2. Darah berwarna merah tua atau marun menunjukkan adanya perdarahan di bagian usus besar atau usus kecil.
  3. Melena (tinja berwarna hitam) sering kali mengindikasikan perdarahan di saluran pencernaan bagian atas, seperti akibat tukak lambung yang berdarah.

Jangan Abaikan BAB Berdarah, Kenali Gejala dan Kapan Harus ke Dokter

Dilansir dari Alodokter.com, BAB berdarah bukanlah kondisi yang boleh diabaikan, terutama jika disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan. Jika Anda mengalami BAB berdarah yang berlangsung lama, perubahan pola BAB secara tiba-tiba, penurunan berat badan drastis tanpa sebab yang jelas, mudah lelah, serta perubahan warna kulit dan mata menjadi kuning, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Dalam beberapa kasus, BAB berdarah bisa menjadi tanda kondisi serius yang berpotensi mengancam nyawa, seperti syok akibat kehilangan darah. Segera cari pertolongan medis di instalasi gawat darurat (IGD) jika kondisi ini disertai dengan gejala seperti mual atau muntah, frekuensi buang air kecil yang menurun, pusing dan penurunan kesadaran, penglihatan kabur, sesak nafas, serta kulit yang tampak pucat dan dingin. Penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

BAB berdarah bisa menjadi gejala dari berbagai kondisi kesehatan, mulai dari yang ringan seperti wasir hingga yang serius seperti kanker kolorektal. Oleh karena itu, mengenali penyebab dan gejala BAB berdarah sangat penting agar penanganan yang tepat bisa segera dilakukan.

Jika Anda mengalami BAB berdarah yang berkepanjangan atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang sesuai. Jangan ragu untuk mencari bantuan medis, karena kesehatan pencernaan yang baik sangat penting untuk kesejahteraan tubuh secara keseluruhan.

 

Editor : Candra Mega Sari
#masalah kesehatan #gejala #BAB berdarah #wasir #penyebab