Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Jangan Sampai Kehabisan Energi! Inilah 7 Strategi Menghadapi Orang dengan Sifat Sulit yang Wajib Dicoba

Siti Nur Qasanah • Kamis, 23 Januari 2025 | 22:00 WIB
Ilustrasi orang yang sulit dihadapi. (Dok. Pexels/Craig Adderley)
Ilustrasi orang yang sulit dihadapi. (Dok. Pexels/Craig Adderley)

JawaPos.com - Menghadapi orang yang sulit bisa menjadi pengalaman yang sangat menguras energi, baik secara mental, emosional, maupun psikologis. Mereka yang memiliki sifat agresif, manipulatif, tidak percaya, kurang peka, cerewet, suka berdebat, tidak sopan, atau kaku bisa sangat sulit diajak berinteraksi, dan apabila sifat-sifat tersebut muncul secara terus-menerus, ini bisa menjadi indikasi adanya gangguan.

Menurut para ahli, seperti yang dilansir dari Hindustan Times pada Rabu (23/1), sekitar 60 persen kepribadian diwariskan, sementara sisanya dipengaruhi oleh pola asuh.

"Penyebabnya dapat berkaitan dengan trauma masa lalu, pengalaman buruk, atau masalah yang belum terselesaikan yang menimbulkan kecemasan, perasaan rentan, atau kesedihan. Faktor genetik, hormon, dan kimia tubuh juga memainkan peran dalam membentuk kepribadian. Oleh karena itu, setiap orang dilahirkan dengan tingkat keramahan yang berbeda," jelas psikolog klinis, Kaavya Sriram.

Namun, tidak semua orang yang sulit dihadapi menyadari perilaku mereka dan dampaknya terhadap orang lain.

Mehezabin Dordi, seorang psikolog klinis di Rumah Sakit Sir HN Reliance Foundation, mengatakan beberapa orang mungkin tidak sadar karena perilaku tersebut berasal dari kebiasaan lama, ciri-ciri kepribadian, atau mekanisme pertahanan emosional.

Misalnya, seseorang yang terlalu kritis mungkin merasa dirinya sebagai orang yang 'jujur' daripada orang yang menyakitkan, atau seseorang yang suka mengontrol mungkin merasa hanya menjalankan tanggung jawab. Ciri-ciri kepribadian tertentu, seperti narsisme atau sikap defensif, juga dapat menghalangi kesadaran diri mereka.

Meski begitu ada juga individu yang mungkin menyadari kecenderungan tersebut, namun mereka merasa bahwa perilaku mereka sah-sah saja atau tidak tahu bagaimana cara mengubahnya.

Cara Menghadapi Orang yang Sulit

Berinteraksi dengan orang-orang sulit, terutama yang berada di lingkaran terdekat seperti anggota keluarga atau teman dekat, bisa menjadi tantangan tersendiri. Situasi ini membutuhkan kombinasi empati, penetapan batasan, dan komunikasi yang jelas untuk menjaga hubungan tetap sehat.

Mehezabin Dordi, seorang psikolog klinis, memberikan beberapa strategi penting untuk menghadapi situasi ini dengan lebih efektif:

1. Tetapkan Batasan yang Jelas

Sampaikan dengan jelas perilaku yang menurut Anda bisa diterima dan yang tidak. Misalnya, jika mereka sering bersikap negatif atau terlalu kritis, ungkapkan bagaimana hal itu memengaruhi perasaan Anda. Setelah itu, tetapkan batasan untuk membatasi jenis percakapan seperti itu.

2. Fokus pada Perilaku, Bukan Orangnya

Jangan langsung memberi label "sulit" pada mereka. Sebaiknya, fokus pada perilaku spesifik. Contohnya, daripada bilang, "Anda selalu mengabaikan ide-ide saya", lebih baik katakan, "Saya merasa sedih saat ide-ide saya diabaikan".

3. Berlatihlah Berempati

Cobalah untuk memahami akar penyebab perilaku mereka. Apakah mereka bertindak karena rasa tidak aman, stres, atau kebutuhan yang tidak terpenuhi? Empati dapat membantu Anda menanggapi dengan rasa iba, bukan frustrasi.

4. Berkomunikasi dengan Tegas

Gunakan kalimat dengan pernyataan "saya" agar bisa menyampaikan perasaan tanpa terkesan menyalahkan. Contohnya, "Saya merasa lelah jika percakapan selalu berubah jadi pertengkaran. Bisakah kita coba membahas ini dengan lebih tenang?"

5. Batasi Keterlibatan Bila Perlu

Jika orang tersebut tetap bersikap negatif atau menolak untuk berubah, batasi interaksi Anda. Hal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan mental Anda.

6. Cari Dukungan

Bagikan perasaan Anda dengan seseorang yang Anda percaya atau terapis. Mereka dapat memberikan panduan tentang cara menangani hubungan dan mengolah emosi Anda.

7. Jadilah Teladan dalam Berperilaku Positif

Kadang-kadang, menunjukkan sikap baik, sabar, atau tenang bisa memotivasi orang lain untuk membalas dengan cara yang sama.

Namun, yang paling penting adalah selalu mengutamakan kesejahteraan emosional Anda. Berusaha menjaga hubungan itu penting, tetapi jangan sampai kesehatan mental Anda dikorbankan.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#Cara Menghadapi #orang yang sulit #menguras energi #Emosional #mental #psikologis