Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Gusi Belakang Bengkak? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya serta Kapan Harus ke Dokter

Zulfa Putri Hardiyati • Kamis, 23 Januari 2025 | 18:00 WIB
Ilustrasi wanita yang mengalami gusi bengkak
Ilustrasi wanita yang mengalami gusi bengkak

JawaPos.com - Gusi bengkak di bagian belakang mulut seringkali menjadi masalah yang mengganggu kenyamanan sehari-hari. Rasa sakit atau ketidaknyamanan saat mengunyah makanan, berbicara, atau bahkan saat tersentuh bisa sangat mengganggu.

Meski pada beberapa kasus gusi bengkak dapat sembuh dengan sendirinya setelah beberapa waktu, ada kalanya kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui penyebab utama dari pembengkakan gusi dan bagaimana cara menangani serta mencegahnya.

Penyebab pembengkakan pada gusi belakang dapat beragam, dan masing-masing memiliki dampak berbeda pada kesehatan mulut. Berikut adalah beberapa kondisi yang umum menyebabkan gusi belakang bengkak, dilansir dari laman Halodoc.com.

1. Pertumbuhan Gigi Bungsu

Gigi bungsu, yang tumbuh pada rentang usia 17-25 tahun, dapat menekan gusi di sekitarnya. Jika gigi bungsu tumbuh dengan posisi yang tidak sempurna atau terkendala, pembengkakan dan rasa sakit pada gusi bisa terjadi. Gusi yang teriritasi atau terluka akibat pertumbuhan gigi bungsu ini juga berisiko terinfeksi.

2. Perikoronitis

Perikoronitis terjadi ketika gusi di sekitar gigi yang sedang tumbuh, terutama gigi bungsu, meradang. Kondisi ini muncul ketika sebagian gigi bungsu terhalang oleh gusi, menciptakan tempat berkembangnya bakteri yang dapat menyebabkan pembengkakan, infeksi, dan rasa sakit.

3. Impaksi Gigi

Gigi impaksi terjadi ketika gigi bungsu tidak memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh dengan baik, yang menyebabkan gigi tumbuh miring atau hanya sebagian muncul. Kondisi ini meningkatkan risiko infeksi, dengan gusi yang membengkak dan rasa sakit yang sering terjadi di area gigi yang terimpaksi.

4. Gingivitis

Gingivitis adalah peradangan gusi yang umumnya disebabkan oleh penumpukan plak atau makanan yang tertinggal di gigi. Jika tidak dibersihkan secara menyeluruh, plak dapat menyebabkan gusi belakang membengkak, memerah, dan berdarah, serta menambah risiko infeksi lebih lanjut.

5. Abses Gigi

Abses gigi adalah infeksi serius yang mengakibatkan penumpukan nanah di sekitar akar gigi. Ini dapat menyebabkan pembengkakan gusi yang menyakitkan dan memerlukan penanganan medis segera untuk mencegah penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain.

6. Kurangnya Kebersihan Mulut

Kebiasaan buruk seperti jarang menyikat gigi atau tidak menggunakan benang gigi dapat menyebabkan penumpukan plak yang berisi bakteri. Bakteri ini mengiritasi gusi dan bisa menyebabkan pembengkakan, terutama di bagian belakang mulut. Kebersihan mulut yang buruk juga meningkatkan potensi infeksi gusi.

7. Kekurangan Vitamin C

Kekurangan vitamin C, yang penting untuk kesehatan gusi dan jaringan tubuh lainnya, dapat menyebabkan kondisi yang disebut skorbut. Skorbut mempengaruhi gusi dan bisa menyebabkan pembengkakan, pendarahan, serta rasa sakit, meskipun kondisi ini jarang terjadi pada mereka yang mengkonsumsi pola makan seimbang.

Gusi belakang yang bengkak dan sakit, terutama akibat pertumbuhan gigi bungsu dan  impaksi, bisa menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan. Rasa sakit ini sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan membuat makan menjadi sulit dan berimbas pada penurunan nafsu makan serta kurangnya asupan nutrisi harian.

Agar rasa sakit dan pembengkakan dapat mereda, berikut beberapa cara dari Alodokter.com yang dapat dicoba untuk membantu meredakan gejalanya.

1. Berkumur dengan Larutan Garam Hangat

Berkumur menggunakan larutan garam hangat dapat membantu mengurangi pembengkakan pada gusi dan mengurangi rasa sakit. Larutan garam memiliki sifat antibakteri yang dapat membersihkan area sekitar gusi yang bengkak dan mempercepat proses penyembuhan. Lakukan kumur-kumur ini 3-4 kali sehari untuk hasil yang lebih maksimal.

2. Gunakan Obat Kumur Antibakteri

Obat kumur yang bebas alkohol dapat digunakan untuk membunuh bakteri penyebab infeksi dan mengurangi peradangan di area gusi yang bengkak. Berkumurlah dengan obat kumur antibakteri 2 kali sehari untuk mengurangi gejala serta mencegah infeksi lebih lanjut.

3. Kompres Es Batu pada Gusi yang Bengkak

Meletakkan sebongkah es batu pada area gusi yang bengkak dapat membantu meredakan rasa sakit dan mengurangi peradangan. Kompres dingin ini bisa dilakukan beberapa kali sehari, dengan memastikan es batu dibalut kain untuk mencegah iritasi langsung pada kulit.

4. Konsumsi Obat Pereda Nyeri

Obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol atau ibuprofen, bisa membantu meredakan rasa sakit yang muncul akibat pembengkakan gusi. Pastikan untuk mengikuti dosis yang tertera pada kemasan dan konsultasikan dengan dokter jika rasa sakit berlanjut atau memburuk.

5. Menjaga Kebersihan Gigi Secara Rutin

Menyikat gigi secara teratur, minimal dua kali sehari, sangat penting untuk menjaga kebersihan mulut dan mencegah penumpukan plak yang bisa memperburuk pembengkakan gusi. Jangan lupa untuk menggunakan benang gigi agar sela-sela gigi bersih dari sisa makanan, yang bisa menyebabkan iritasi lebih lanjut pada gusi.

Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter gigi. Tanda-tanda itu antara lain jika pembengkakan berlangsung lebih dari beberapa hari, rasa sakit yang terus-menerus atau bahkan semakin parah, serta disertai dengan demam.

Jika Anda juga kesulitan untuk makan, berbicara, atau membuka mulut, ini bisa menjadi indikasi adanya masalah serius yang membutuhkan perhatian medis. Selain itu, gusi bengkak yang muncul setelah cedera atau perawatan gigi baru, bau mulut yang tidak hilang meskipun sudah menyikat gigi, dan pendarahan gusi yang tidak berhenti juga merupakan tanda yang harus segera ditangani oleh dokter gigi.

Dokter gigi akan memeriksa kondisi gusi Anda secara menyeluruh dan menentukan apakah ada infeksi, pembengkakan akibat gigi yang tumbuh, atau masalah lain yang lebih serius yang memerlukan perawatan lebih lanjut.

Editor : Candra Mega Sari
#tanda #gusi bengkak #penyebab #gusi belakang bengkak