JawaPos.com - Siapa yang tidak kenal granola dan muesli? Kedua makanan ini sering kita temui di supermarket. Sama-sama mengandung kacang-kacangan dan buah kering, ternyata muesli dan granola merupakan hal yang berbeda. Penjelasan berikut bisa menjadi salah satu referensi sebelum terjadinya salah beli hanya karena granola dan muesli terlihat mirip.
Granola
Granola merupakan sejenis sereal sarapan yang terbuat terutama dari oatmeal, kacang-kacangan, dan seringkali diberi pemanis seperti madu atau pemanis lainnya. Granola biasanya dipanggang hingga renyah dan dapat mencakup bahan tambahan seperti buah kering, kelapa, dan biji-bijian. Granola umumnya dinikmati dengan yogurt, susu, atau sebagai camilan sendiri.
Sejarah Granola
Dikutip dari laman Britannica pada Jumat (17/1), sekitar tahun 1863, seorang ahli gizi Amerika bernama James Caleb Jackson menciptakan granola yang terinspirasi oleh gagasan Jackson tentang penyakit yang terkait dengan saluran pencernaan, makanan ini disajikan setelah direndam dan dipanggang menggunakan tepung graham dalam susu selama semalaman. Granola semakin populer pada tahun 1960-an ketika orang-orang mencari pengganti sereal yang lebih sehat. Johnny Granola-seed, yang nama aslinya adalah Layton Gentry, mengembangkan formula germ wheat dan menjualnya kepada perusahaan Sovex, Inc. Granola menjadi populer sebagai sereal sarapan, makanan ringan, dan bahan dalam resep kue.
Granola meraih popularitas di festival musik Woodstock 1969, ketika kelangkaan makanan menjadi isu yang cukup besar. Granola akhirnya diproduksi dibawah Heartland Natural Cereal oleh Pet Incorporated pada tahun 1972 dan Nature Valley Cereal oleh General Mills pada tahun 1980-an, dan mengalami kesuksesan sebagai salah satu varian baru sereal.
Kandungan Nutrisi Granola
Kandungan nutrisi granola bervariasi tergantung pada merek dan bahan tambahan yang digunakan. Sebagian besar varian mengandung sekitar 130 kalori per porsi, dengan kandungan protein berkisar antara 2 hingga 6 gram. Kandungan lemak biasanya sekitar 6 gram per porsi, dan kandungan karbohidrat sekitar 16 gram. Granola merupakan sumber serat dan protein yang melimpah, yang penting untuk menjaga rasa kenyang.
Jika mencari granola dengan tambahan protein, beberapa merek yang dijual mengandung almond, selai kacang, biji labu, atau biji rami. Oat, sebagai bahan utama, adalah sumber beta-glukan yang sangat baik, yang dapat mengurangi kadar kolesterol dan mencegah penyakit jantung. Granola juga mendukung kesehatan pencernaan dan melindungi terhadap penyakit gastrointestinal. Beberapa bahan granola, seperti kelapa, murbei, dan beri lainnya, juga mengandung antioksidan.
Muesli
Muesli adalah salah satu pilihan sarapan yang serbaguna dan sehat yang mencerminkan asal-usulnya sebagai makanan bergizi yang dirancang untuk kesejahteraan yang merupakan kombinasi biji-bijian utuh, buah-buahan, dan kacang-kacangan menjadikannya pilihan populer bagi individu yang peduli kesehatan di seluruh dunia.
Sejarah Muesli
Dilansir dari History Of Cereal pada Jumat (17/1), muesli diciptakan oleh dokter asal Swiss bernama Maximilian Bircher-Benner pada tahun 1900. Terinspirasi oleh makanan yang ia dan istrinya nikmati saat mendaki di Pegunungan Alpen Swiss, ia menyiapkan muesli semalaman dengan air dan jus lemon, disajikan dengan yogurt sebagai sarapan. Resep asli muesli dikenal sebagai d'Spys atau Birchermüesli menjadi populer di negara-negara Barat pada tahun 1960-an berkat tren makanan sehat dan diet vegetarian. Resep aslinya mengandung lebih banyak buah daripada biji-bijian, dengan satu porsi terdiri dari 1 sendok makan oat yang direndam dalam air, jus lemon, krim, 200 gram apel parut halus, dan hazelnut atau almond yang dihaluskan.
Kandungan Nutrisi Muesli
Muesli adalah pilihan sarapan yang bergizi dengan kandungan nutrisi yang tinggi, mengandung sekitar 258-289 kalori per 1 cangkir. Muesli kaya akan protein, total lemak, lemak jenuh, karbohidrat, gula, dan serat. Muesli juga kaya akan vitamin dan mineral, seperti Vitamin E, Thiamin, Riboflavin, Niacin, Besi, Magnesium, dan Zinc.
Muesli bisa menjadi sumber serat dan protein yang baik untuk mengulur rasa kenyang tanpa mengganggu sistem pencernaan. Oat dalam muesli kaya akan beta-glukan, yang dikenal memiliki sifat menurunkan kolesterol. Kombinasi kacang-kacangan dan buah kering menambah lemak sehat, vitamin, dan mineral.
Perbedaan Granola dan Muesli
Muesli dan granola adalah dua jenis oatmeal yang dibuat dengan bahan yang berbeda. Muesli terbuat dari oatmeal yang tidak dimasak, dicampur dengan buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian, sedangkan granola terbuat dari oatmeal yang dipanggang dengan kacang-kacangan, biji-bijian, dan pemanis. Keduanya memiliki kandungan nutrisi yang berbeda, dengan muesli memiliki tekstur yang lebih lembut dan mempertahankan rasa alaminya.
Cara penyajian muesli dapat disajikan panas atau dingin dan dapat direndam dalam susu atau yogurt sebelum dikonsumsi dan memiliki kandungan gula yang lebih rendah dan biasanya lebih rendah lemak karena mengandung lebih sedikit kacang-kacangan dan biji-bijian. Di sisi lain, granola memiliki tekstur renyah akibat proses pemanggangan, sehingga cocok sebagai camilan atau topping untuk yogurt.
Jika dilihat dari segi rasa, muesli lebih alami karena tidak mengandung gula tambahan dan minyak, sementara granola biasanya lebih manis karena adanya tambahan pemanis. Kedua jenis ini umumnya dinikmati dengan susu atau yogurt, dan dapat ditambahkan dengan buah segar untuk menambah rasa.
Baik muesli maupun granola dapat menjadi bagian dari diet sehat, tetapi keduanya memenuhi preferensi dan kebutuhan diet yang berbeda. Muesli sering dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat karena kandungan gula dan lemaknya yang lebih rendah, sementara granola memberikan tekstur yang lebih renyah yang mungkin lebih disukai beberapa orang untuk camilan. Saat memilih antara keduanya, pertimbangkan tujuan nutrisi dan preferensi rasa anda untuk menemukan pilihan yang tepat untuk rutinitas sarapan anda.
Editor : Candra Mega Sari