Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Mengenal Fenomena Sad Beige Parenting dan Dampaknya Bagi Bayi

Tiffany Octavia Khansaq Wicaksono • Kamis, 16 Januari 2025 | 20:00 WIB
Fenomena sad beige parenting. (Dok. pexels.com/ShotPot)
Fenomena sad beige parenting. (Dok. pexels.com/ShotPot)

JawaPos.com - Pernahkah Anda mendengar istilah sad beige parenting? Atau mungkin istilah sad beige babies dan anak-anak?

Seperti banyak tren lainnya, konsep sad beige ini adalah hasil dari dinamika media sosial. Namun, apakah gaya pengasuhan dengan dominasi warna-warna netral ini benar-benar berbahaya bagi perkembangan bayi? Jawabannya adalah tidak. Gaya ini tidak akan mengganggu perkembangan visual, membatasi kreativitas, atau membuat hidup anak Anda kurang menyenangkan.

Fenomena sad beige parenting tidak lepas dari pengaruh media sosial dan selebriti. Banyak orang tua yang mengadopsi estetika minimalis dengan palet warna netral seperti beige, taupe, dan krem. Desain ini sering terlihat dalam unggahan para influencer yang memilih latar belakang monokromatik untuk konten mereka.

Namun, tren ini tidak hanya soal warna. Gaya ini mencerminkan simbol status, keanggunan, dan ketenangan dalam rumah tangga. Bagi sebagian orang tua, menghadirkan lingkungan serba netral adalah bentuk self care di tengah menjalankan peran menjadi orang tua, yang sering kali penuh tantangan.

"Memiliki estetika pribadi tidak berbahaya," kata Dr. Diard, seorang pakar pediatri.

"Anak tidak akan peduli jika kamar mereka berwarna beige, terutama di tahun-tahun awal kehidupan mereka," lanjut dia.

Dikutip dari health.clevelandclinic.org, bayi lahir dengan kemampuan visual yang sangat terbatas. Dalam beberapa bulan pertama, mereka lebih peka terhadap intensitas cahaya dan kontras daripada variasi warna. Kontras tinggi, seperti hitam dan putih, atau bahkan beige dan hitam, menarik perhatian mereka.

"Pada usia empat bulan, bayi mulai memahami warna," jelas Dr. Diard.

"Namun, selama perkembangan visual awal, perbedaan kontras adalah hal yang lebih penting daripada warna itu sendiri," tambahnya.

Lebih dari sekadar tren warna, sad beige parenting adalah bagian dari percakapan budaya yang lebih besar tentang menjadi orang tua yang baik. Meski gaya ini sering dikritik karena dianggap membosankan, penting untuk diingat bahwa setiap keluarga memiliki cara unik untuk menciptakan suasana nyaman di rumah mereka.

"Bayi tidak peduli tentang desain interior. Mereka lebih menyukai wajah orang tua mereka daripada warna dinding," tambah Dr. Diard.

Bagi Anda yang menerapkan gaya sad beige parenting, tidak perlu khawatir. Apapun warna yang Anda pilih untuk rumah Anda, bayi Anda akan tetap tumbuh di dunia yang penuh warna, mulai dari jalanan saat Anda berjalan-jalan dengan stroller, hingga tontonan favorit mereka. Yang terpenting adalah memberikan perhatian, kasih sayang, dan lingkungan yang mendukung perkembangan mereka, bukan warna tembok kamar mereka.

Jadi, tidak peduli seberapa besar Anda penggemar beige atau warna pelangi, ingatlah bahwa yang membuat Anda menjadi orang tua yang baik bukanlah warna cat dinding atau perabotan, melainkan kasih sayang dan perhatian Anda.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#tren #bayi #sad beige parenting #media sosial #orang tua #anak