Jerawat pada kulit menyebabkan ketidaknyamanan seperti gatal atau perih, dan jerawat tidak dapat sembuh dengan cepat apabila dibiarkan saja. Dilansir dari laman letsmakebeauty.com, terdapat dua jenis jerawat yakni jerawat peradangan dan jerawat yang bukan dari peradangan.
Jerawat radang adalah jerawat yang cenderung nyeri dan terdapat nanah di dalamnya. Jerawat ini terjadi karena penyumbatan dan infeksi bakteri pada kulit, yang kemudian terjadi kemerahan, bengkak dan bekas luka pada kulit.
Sedangkan jerawat yang bukan dari peradangan dikenali sebagai komedo, atau penyumbatan pada pori-pori yang tidak menyebabkan pembengkakan. Jerawat seperti ini jauh lebih mudah untuk dibersihkan daripada jerawat peradangan.
Untuk melawan jerawat-jerawat, kita perlu mengetahui dan memahami bahan-bahan pada produk skincare yang dapat mengatasi masalah ini.
Baca Juga: Komedo Bikin Insecure? Temukan Rahasia Kulit Wajah Bersih dan Bebas Komedo dengan Cara Ini!
1. Benzoyl Peroxide
Dilansir dari Cerave.com, benzoyl peroxide (BPO) sudah digunakan sebagai bahan pembuatan produk kesehatan kulit lebih dari 50 tahun yang lalu. Bahan ini juga sering ditemukan pada produk-produk untuk kesehatan kulit remaja hingga dewasa.
Penelitian menemukan BPO dapat mengurangi pertumbuhan bakteri yang menyebabkan jerawat, seperti Propionibacterium acnes (P. acnes). BPO dapat membunuh bakteri penyebab jerawat ini sekaligus mengeksfoliasi, sehingga dapat membantu membersihkan sel kulit mati yang menyebabkan komedo.
Mengutip dari theindependentpharmacy.co.uk, penelitian menemukan BPO juga dapat berguna untuk melawan jerawat meradang yang ringan. Namun, BPO dapat menyebabkan iritasi dan kekeringan pada kulit apabila konsentrasinya terlalu tinggi, sehingga lebih baik gunakan produk yang mengandung BPO pada persentase yang sedikit.
2. Salicylic Acid
Dilansir dari dermalogica.com, salicylic acid adalah asam beta-hydroxy yang umum digunakan pada produk untuk melawan jerawat. Salicylic acid diambil dari batang pohon willow dan dapat mengurangi sebum pada kulit. Bahan ini memiliki manfaat anti radang dan dapat mengeksfoliasi sehingga bagus untuk kulit berminyak pula.
Selain itu, juga dapat meregulasi dan menyeimbangkan produksi minyak pada kulit, sehingga mengurangi penyumbatan pada pori-pori.
3. Niacinamide
Untuk orang-orang dengan kulit berminyak yang mudah berjerawat, niacinamide dapat membantu memperbaiki dan menyeimbangkan produksi minyak pula.
Penelitian menemukan produk-produk kesehatan kulit dengan niacinamide dapat mengontrol produksi minyak, mengurangi jerawat, dan melembutkan kulit. Di saat yang sama, dapat memperbaiki perlindungan kulit terhadap lingkungan yang menyebabkan jerawat.
Niacinamide dikenal sebagai bahan produk yang lebih lembut untuk pengobatan jerawat, sehingga cocok untuk orang-orang dengan kulit sensitif.
4. Retinol
Bahan ini merupakan turunan dari vitamin A yang dapat mendorong eksfoliasi pada sel kulit mati. Retinol dapat memperbaiki permukaan kulit yang tidak rata, sehingga dapat mengurangi bahkan menghilangkan bekas luka akibat jerawat. Bahan ini bersifat keras sehingga penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi.
5. Hyaluronic Acid
Bahan ini adalah pelembab yang dibutuhkan oleh kulit setelah eksfoliasi, dan dapat melembabkan tanpa menyumbat pori-pori. Hyaluronic acid dapat menahan kelembaban sehingga membantu kulit terhidrasi dengan baik selagi melindunginya dari hal-hal yang dapat menyebabkan jerawat.
Kulit yang terhidrasi dengan baik juga dapat menyembuhkan diri lebih cepat dan tidak akan meninggalkan bekas luka pula.
6. Lidah Buaya
Bahan ini cocok untuk orang-orang berjerawat tapi memiliki kulit kering yang mudah iritasi. Lidah buaya dapat mendinginkan dan menenangkan peradangan serta menghidrasi tanpa menyumbat pori-pori.
Penelitian menemukan gel lidah buaya dapat menyembuhkan jerawat dan bekas luka dengan cepat. Juga mengurangi kemerahan dan perubahan warna yang disebabkan oleh jerawat.
Sebaiknya tidak mengaplikasikan lidah buaya pada luka yang masih terbuka karena dapat memperlambat penyembuhan.
Editor : Candra Mega Sari