Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

5 Tanda Tak Terduga yang Membuktikan Kamu Seorang Narsistik, Begini Cara Mengatasinya Menurut Psikologi

Arsyad Dena Mukhtarom • Senin, 2 Desember 2024 | 17:00 WIB

Ilustrasi seseorang yang narsistik
Ilustrasi seseorang yang narsistik
JawaPos.com - Pernah kamu merasa kalau semua perhatian harus tertuju padamu? Atau mungkin kamu merasa lebih penting dari orang lain dalam beberapa situasi? Itu bisa jadi tanda seorang narsistik. Banyak orang tidak sadar kalau perilaku mereka menunjukkan ciri-ciri ini, bahkan tanpa disadari.

Psikolog menjelaskan bahwa narsistik bukan hanya soal merasa hebat, tetapi juga tentang bagaimana kita memandang diri sendiri dalam hubungan dengan orang lain. Terkadang, tanda seorang narsistik bisa sangat terselubung, bahkan tak terlihat oleh orang di sekitarmu.

Jika kamu merasa ada sesuatu yang aneh dengan cara pandangmu terhadap diri sendiri, bisa jadi kamu sedang menunjukkan tanda-tanda narsistik. Dilansir dari Parade pada Senin (2/12), berikut adalah tanda-tanda tak terduga bahwa kamu seorang narsistik.
 
1. Kamu Sulit Mempertahankan Hubungan
 
Jika hubungan kamu selalu diwarnai dengan konflik atau perpisahan, itu bisa jadi tanda seorang narsistik. Orang dengan sifat narsistik sering kali tidak bisa merenung atau melihat masalah dari sudut pandang orang lain. 
 
Akibatnya, pasangan atau teman merasa emosinya terkuras atau seperti dikendalikan. Mungkin kamu tidak menyadarinya, tapi seringnya hubungan tak awet bisa jadi tanda besar bahwa ada masalah dalam cara kamu berinteraksi dengan orang lain.

2. Kamu Mengisolasi Pasangan
 
Salah satu ciri lain dari seorang narsistik adalah kecenderungannya untuk mengisolasi pasangannya dari keluarga dan teman-teman. Proses ini biasanya berlangsung secara perlahan. 
 
Kamu mungkin mulai meragukan orang-orang di sekitar pasangan, seperti mengatakan bahwa teman-teman mereka tidak dapat dipercaya atau orang tua mereka terlalu mengontrol. Pada awalnya, ini mungkin terasa seperti perhatian, tapi lama-kelamaan pasangan bisa merasa terjebak tanpa dukungan dari orang lain.

3. Kamu Menjadikan Pembicaraan Tentang Dirimu
 
Pernahkah kamu merasa bahwa setiap percakapan selalu berakhir dengan cerita tentang dirimu? Itulah tanda seorang narsistik. Kamu cenderung memusatkan perhatian pada pengalaman atau pencapaianmu sendiri. 
 
Bahkan ketika orang lain sedang berbicara, kamu mungkin kesulitan untuk benar-benar mendengarkan atau terlibat dengan apa yang mereka rasakan. Pembicaraan yang selalu berfokus pada diri sendiri ini bisa membuat orang lain merasa diabaikan.
 
Baca Juga: 5 Kebiasaan Bangun Tidur sebelum Pukul Lima Pagi yang Bisa Meningkatkan Produktivitas

4. Kamu Menggunakan Kekuatan Finansial Untuk Mengontrol Pasangan
 
Tanda narsistik ini mungkin tidak selalu tampak jelas, tetapi jika kamu enggan berbagi informasi keuangan dengan pasangan, seperti rekening bank atau kata sandi, itu bisa menjadi bentuk kontrol. 
 
Dengan cara ini, kamu menguasai aspek finansial dalam hubungan dan memanfaatkannya untuk memperkuat dominasi. Perilaku ini bukan hanya masalah uang, tetapi juga cara untuk mempertahankan kendali atas hubungan tersebut.

5. Kamu Tidak Memiliki Empati
 
Kamu mungkin merasa tidak perlu memperhatikan perasaan orang lain, dan lebih fokus pada apa yang kamu butuhkan. Hal ini adalah ciri khas narsistik yang sangat jelas. 
 
Ketika kamu tidak mampu memahami atau bahkan mengabaikan emosi, kebutuhan, atau batasan orang lain, itu menunjukkan bahwa kamu lebih mementingkan diri sendiri. Sikap ini bisa merusak hubungan dan membuat orang lain merasa tidak dihargai.

Cara Mengatasi Jika Kamu Seorang Narsistik
 
Jika kamu merasa bahwa kamu memiliki tanda-tanda narsistik, penting untuk memahami langkah-langkah yang dapat diambil. Namun, perlu diingat bahwa jika seseorang benar-benar memiliki gangguan kepribadian narsistik (NPD), mereka mungkin tidak mencari bantuan. 
 
Psikolog Zuckerman menjelaskan, "Seseorang dengan NPD biasanya tidak akan menerima diagnosis ini, bahkan bisa menolaknya dengan marah karena mereka tidak melihat perilaku mereka sebagai masalah."

Seringkali, orang dengan sifat narsistik tidak mencari terapi, dan jika mereka melakukannya, proses tersebut bisa sangat singkat, terutama jika mereka dihadapkan dengan pola perilaku yang bermasalah. Menurut Santorelli, jika seseorang benar-benar didiagnosis dengan NPD, perubahan mungkin hanya bisa terjadi dengan bantuan seorang profesional kesehatan mental.

Namun, jika kamu hanya merasa ingin mengurangi sifat-sifat narsistik yang dimiliki, itu bisa dilakukan dengan usaha. Santorelli menyarankan untuk mulai dengan praktik kesadaran diri dan refleksi diri. 
 
Memahami situasi dari perspektif orang lain dan mencoba menemukan "kebenaran inti" dalam kritik atau umpan balik yang diterima juga bisa menjadi langkah kecil namun signifikan menuju perubahan. Dengan usaha dan komitmen, kamu bisa mengurangi perilaku narsistik dalam diri dan memperbaiki hubungan dengan orang sekitar.
 
Baca Juga: 10 Langkah Sederhana Tapi Efektif untuk Mencegah Flu, Bisa Jadi Kunci Agar Kamu Tidak Mudah Sakit
Editor : Candra Mega Sari
#tanda #psikologi #narsistik